
Anton terus maju mendekati Hana, begitupun Hana yang melangkah mundur menghindari Anton. Hana berusaha mencari celah, agar bisa lolos dari Anton.
"Mau lari kemana, hm...." Seringai Anton dengan tatapan yang sudah berkabut ga irah.
Hana terus mundur dan tak di sangka oleh Hana, Anton langsung melangkah cepat dan menarik Hana ke dalam dekapannya.
"Lepaskan aku!!" jerit Hana yang tak di dengar oleh Anton.
"Ayolah Hana, kita sudah lama tidak melakukannya. Apa kamu tidak merindukan mantan suamimu ini," pungkas Anton yang semakin mengeratkan pelukannya terhadap Hana.
Hana terus memberontak dari Kungkungan Anton. Hana tidak mau melakukan hal menjijikkan bersama lelaki baji ngan ini, apa lagi dia adalah orang yang sudah merenggut kebahagiaannya bersama Aisyah.
"Lepaskan aku, brengsek!!" pekik Hana yang terus bergerak agar bisa lepas dari Anton.
"Tolong....." teriak Hana.
"Sstt ... jangan berisik. Lebih baik kita lakukan saja Hanaku sayang."
"Nggak ... nggak mau! Lepaskan!!" Jerit Hana.
Karena Hana terus memberontak, Anton langsung menarik paksa baju Hana hingga pakaian Hana terkoyak di bagian lengannya.
Anton juga menarik rambut Hana ke belakang, agar Anton bisa menyapu leher Hana dengan bibirnya, serta mendorong tubuh Hana ke tembok agar Hana tidak bisa lepas dari Kungkungannya.
Air mata Hana luruh, bayangan masa lalu terbayang di kepalanya. Dimana saat Anton memperlakukannya dengan sangat kasar.
Hana terus berusaha melepaskan diri dari Kungkungan Anton yang kini mulai menggila, bahkan sekarang bibirnya Anton bergerak ke garis rahang Hana. Sedangkan Hana berusaha menghindar agar Anton tak menciumnya, karena Hana terus menghindar saat dirinya ingin sekali mencium bibir Hana. Anton langsung menampar pipi Hana.
Plak Plak
Dua kali Anton menampar pipi Hana, hingga Hana jatuh tersungkur ke lantai.
"Aw...." pekik Hana.
Anton yang melihat Hana jatuh tersungkur ke lantai, memudahkan dirinya merobek bagian depan baju Hana, sehingga terpampanglah bagian depan tubuh Hana.
Anton yang memang sudah di kuasai oleh kabut gai rah, langsung mengukung Hana dan berusaha mencium bibir Hana meski Hana terus menghindari wajah Anton.
Kini tangan Anton bergerak naik ke gunung kembarnya Hana, dan Hana sekuat tenaga mencegah pergerakan tangan Anton yang ingin menyentuhnya.
__ADS_1
"Tolong...." jerit Hana dengan keterputusasaan, karena tak ada seorangpun yang datang menolongnya. Bahkan tangisan Hana semakin memilukan saat Anton terus menggila di atas tubuhnya ini.
Bugh
Pukulan telak di punggung Anton, saat seseorang datang menyelamatkan Hana. Dia adalah Aries.
Aries yang melihat Hana di bawah lelaki brengsek itu, langsung menghajar Anton tanpa ampun. Kali ini Aries tak akan memberikan ampun bagi siapapun yang sudah menyakiti Hana, apa lagi sampai perbuat sejauh ini.
" Berani-beraninya kamu mau menyentuh orang yang aku cintai. Rasakan ini brengsek!!"
Aries langsung memberi bogem mentah di setiap wajah Anton, bahkan Aries berusaha mematahkan tangan Anton yang tadi Aries sempat melihat tangan Anton ingin menyentuh benda kenyal itu.
"Syam...." teriak Aries.
"Iya tuan."
" Urus lelaki brengsek ini, bawa dia ke kantor polisi agar dia membusuk di penjara! Awas jangan sampai dia lolos!" Titah Aries dengan penuh kemarahan.
"Baik tuan."
Dengan sigap, Syam mengikat Anton terlebih dahulu, agar Anton tidak lepas dari jeratannya. Sedangkan Hana meringkuk di lantai sembari menutupi bagian tubuhnya yang pakaiannya sudah terkoyak.
Hana terus menangis sesenggukan, bahkan Hana sampai tak sadar kalau yang di hadapannya adalah Aries, Karena Hana memejamkan matanya karena rasa takut.
"Hana...." Panggilnya lembut dan Aries langsung merengkuh tubuh Hana.
"Lepas ... lepaskan aku!!" Jerit Hana yang belum menyadari kalau yang memeluknya adalah Aries.
"Lepas...." teriak Hana berusaha melepaskan diri dari pelukan Aries.
"Hey ... Hana. Ini aku, Aries!"
"Lepas...."
"Tenanglah, semua sudah aman dan ini aku Aries. Lihat aku dan buka mata kamu, ini aku Aries."
Hana membuka matanya dan menatap wajah Aries dengan rasa lega yang luar biasa.
"Aries...." pekik Hana yang langsung memeluk Aries. Rasa takut yang sempat di rasakannya, kini berganti dengan rasa aman karena Aries berhasil menggagalkan kegilaan Anton terhadapnya.
__ADS_1
"Aries, untuk kamu datang. Aku takut ini terjadi lagi...." ungkap Hana dengan derai air mata.
"Kamu tenang saja, aku nggak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti kamu. Apalagi sampai ada yang menyentuh kamu."
"Ayo, kita pergi dari sini." Ajak Aries dan kini keduanya meninggalkan tempat itu. Sedangkan Syam mengurus Anton dan membawanya ke kantor polisi.
Hana dan Aries sudah tiba di mobil. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil, Hana masih saja menangis. Bayangan Anton masih tersisa di benaknya bahkan menari-nari di kepalanya.
"Sudah jangan menangis lagi. Si brengsek itu sekarang pasti berada di penjara, aku nggak akan membiarkan dia lolos dari jerat hukum. Jadi kamu jangan menangis lagi, sekarang kamu aman bersamaku." Ucap Aries sembari menggenggam tangan Hana dengan tatapan teduh.
"Terima kasih, karena kamu aku lolos dari kegilaan Anton."
"Tidak perlu berterima kasih, karena kamu memang sudah menjadi tanggung jawabku dan aku nggak akan membiarkan siapapun yang berani menyakiti kamu, sayang."
Aries menarik Hana kedalam pelukannya dan mengelus punggung Hana. Aries pun berjanji akan selalu menjaga Hana dimana pun berada. Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi Aries, agar orang-orang terkasihnya harus di jaga dengan sebaik-baiknya dan harus berada dalam pengawasannya.
" O iya, kamu tau dari mana aku ada di sini?" tanya Hana.
" Dari GPS kamu yang selalu aktif. Jadi aku tau kamu ada dimana, dan kebetulan aku dan Syam habis meeting tidak jauh dari sini."
"Oh ... sekali lagi terima kasih. Karena kamu telah menolongku."
" Sstt ... tidak perlu berterima kasih, lebih baik kita ke rumah sakit pasti Ais sudah mencari kita." Ujar Aries dan Hana pun mengangguk setuju.
***
"Oma ... ibu kok perginya lama sekali...." rengek Aisyah.
"Sabar sayang, ibu masih di jalan. Bagaimana kalau Oma yang nemenin Ais bobo?" bujuk Mama Soraya.
"Nggak mau, Ais pengennya sama ibu." Aisyah pun merajuk dan tak mau tidur jika tidak di peluk oleh Hana.
Mama Soraya menghela nafasnya, beliau sudah berusaha membujuk Aisyah tapi ternyata tidaklah mudah membujuk Aisyah yang lagi ngambek.
"Pa, gimana dong?"
"Papa nggak tau cara ngebujuk anak kecil. Mama aja nggak bisa, apalagi papa." pungkasnya.
Kini Hana dan Aries sudah tiba di rumah sakit. Hana ganti baju terlebih dulu dan mencuci mukanya agar terlihat lebih fresh, setelah itu Hana dan Aries segera menemui Aisyah.
__ADS_1