Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 104


__ADS_3

Aries langsung mendekati Hana, dan mengusap pinggang Hana saat Hana kembali merasakan kontraksi. Sembari mengusap pinggang Hana, Aries terus mengingat dimana dirinya melempar celana segitiganya.


"Anak-anak ayah yang pintar, jangan brojol sekarang. Soalnya ayah belum menemukan keberadaan celana segitiga ayah yang entah di mana keberadaannya," ujar Aries sembari mengusap perut Hana yang kini semakin aktif bergerak di perut Hana.


"Sudah hilang rasa sakitnya. Sekarang abay cari lagi celananya, lagian kamu tuh aneh. Celana saja sampai lupa di lempar kemana," ujar Hana yang kini akan bangkit dari duduknya.


"Eh... mau ngapain bangun!" seru Aries melihat Hana akan berdiri.


"Mau bantu kamu, bay. Cari celana kamu."


"Nggak usah, kamu duduk saja. Kalau kamu berdiri nanti anak-anak aku langsung keluar dari tempat persembunyiannya," pungkas Aries panik melihat Hana akan berdiri.


"Ya nggak lah, kamu mah aneh."


"Pokoknya kamu duduk saja dan nggak usah bantuin."


Hana pun memilih menuruti perkataan Aries dan membiarkan Aries mencari celananya. Aries sudah mencari ke seluruh tempat dan sampai sekarang keberadaan nasib celana segitiganya belum ketemu.


"Aku bantu cari celana kamu. Dari tadi nyari nggak ketemu-ketemu," sungut Hana.


Hana bangkit dari duduknya dan seketika air ketubannya pecah dan langsung merembes keluar dari jalan lahir.


"Bay... ketubannya sudah pecah," ucap Hana melihat air ketuban yang kini membasahi kakinya.


Aries semakin panik dan Aries sudah tidak lagi memikirkan celana segitiga yang dia cari sejak tadi. Hana meringis merasakan rasa mules yang kini kembali terasa.


Hana mencengkram erat selimut yang tergulung di atas ranjang. Aries mendekati Hana dan langsung menarik selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Saat itulah celana yang di carinya ketemu


"Rupanya celana segitiga ku tergulung selimut. Pantesan nggak ketemu-ketemu."


Aries langsung mengenakannya, setelah memakai celana Aries langsung mengangkat tubuh Hana keluar.

__ADS_1


"Abay, jangan panik...."


"Gimana aku nggak panik. Ketuban kamu sudah pecah dan itu tandanya kedua anak kita sudah mau keluar."


"Aku tahu, tapi sekarang rasa mulesnya sudah hilang. Sekarang turunkan aku, biar aku berjalan saja."


"Tapi...."


"Percaya sama aku. Kata dokter, aku tuh harus sering jalan kaki. Lebih baik sekarang abay telpon Mama atau ibu."


"Baiklah."


Aries langsung menurunkan tubuh Hana dan membiarkan Hana berjalan kaki. Aries juga langsung menghubungi orang tuanya dan juga mertuanya.


***


Kini Hana dan Aries sudah berada di rumah sakit. Saat ini Hana tengah berbaring di ranjang sembari merasakan kontraksi. Aries terus saja mengelus pinggang Hana tanpa henti. Aries merasa kasian melihat Hana terus menahan rasa sakit yang teramat. Aries terus memberi dukungan kepada Hana lewat kasih sayang yang dia curahkan. Bahkan jika bisa di bagi rasa sakit itu, dirinya rela yang merasakan kesakitan nya.


Tidak lama Mama Soraya, papa Erik dan juga ibu Dumiya datang menemuinya.


"Mama ...." sahut Aries.


Mama Soraya dan ibu Dumiya mendekati Hana yang saat ini tengah duduk sembari mencengkram erat tangan Aries,saat rasa mules itu datang lagi.


"Hana sudah pembukaan berapa?" tanya mama Soraya.


"Dokter bilang sih tadi sudah pembukaan empat," jawab Aries.


"Na... yang kuat ya. Ibu yakin Na bisa melewati ini semua," tutur ibu Dumiya seraya mengelus perut besar Hana.


"Iya, ibu."

__ADS_1


"Kamu harus tahu Aries. Badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit 45 Del. Tetapi selama bersalin, ibu hamil akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan seorang ibu saat Melahirkan." Ucap Mama Soraya kepada Aries yang kini tengah menunduk.


Ya Allah, sebegitu sakit kah seorang ibu yang akan melahirkan. Satu tulang yang patah pun begitu sangat sakit, apalagi 20 tulang yang patah bersamaan. Bahkan aku nggak bisa membayangkan seperti apa rasa sakit yang kini tengah di rasakan istriku. Ya Allah, tolong beri keselamatan untuk anak dan juga istriku. Jangan sampai ada hal yang tak di inginkan. Sayang... semoga kamu kuat melahirkan kedua anak kita.


"Yang sabar ya sayang," seru Mama Soraya sembari mengelus perut Hana, dan Hana pun mengangguk.


Waktu pun terus bergulir, kini rasa sakit itu pun semakin sering. Aries yang terus berada di samping Hana sampai menitikkan air matanya, melihat perjuangan Hana merasakan kontraksi.


"Abay...."' lirih Hana.


"Kenapa sayang? Apa semakin sakit?"


Hana mengangguk sembari tertidur miring ke kiri, bahkan keringat Hana sudah mulai bercucuran. Aries langsung menekan bel di samping ranjang.


"Kenapa?" tanya mama Soraya.


"Rasa sakitnya semakin sering ma," jawab Aries.


Kini dokter dan perawat datang untuk mengecek keadaan Hana.


" Ini sudah pembukaan delapan," ujar dokter sembari membuka sarung tangan.


Hana segera di pindahkan ke ruang VK. Hana terus menggenggam erat tangan Aries bahkan Hana sampai menitikkan air matanya. Meskipun ini yang kedua kalinya Hana melahirkan, tetap saja rasa takut menghampiri hati Hana.


"Aku takut..." lirih Hana.


"Jangan takut," timpal Aries.


"Aku yakin kamu pasti bisa melewatinya, sayang. Kamu harus kuat demi kedua anak kita yang saat ini tengah menanti melihat dunia. Aku akan selalu ada di samping kamu," ucap Aries lembut dan langsung mencium kening Hana.


Aries pun tersenyum sembari menyeka air mata Hana. Aries melihat guratan di dahi Hana saat Hana kembali merasakan nikmatnya rasa sakit yang kini semakin membuat hati Aries tak menentu. Rasa takut dan cemas menjadi satu, saat Hana semakin kuat mencengkram tangannya.

__ADS_1


_________***________


Ayo kasih semangat buat Hana dengan cara kasih like, vote dan gifts dan juga komennya.


__ADS_2