
Baru beberapa jam Aries tertidur, tapi kini gendang telinganya menangkap suara tangisan dari kedua anak kembarnya. Aries menatap Hana yang kerepotan karena Hana sedang menimang baby Adelia yang kini sudah terdiam karena sudah mendapatkan ASI nya, sedangkan baby Adelio masih menangis di dalam boks bayi. Aries tersenyum dan langsung turun dari kasur, Aries melangkah mendekati Hana yang kini sudah akan memberi botol susu ke baby Adelio.
"Sayang...."
Aries menyentuh bahu Hana yang berdiri sembari menyapih baby Adelia dan satu lagi memegangi botol susu.
"Kenapa nggak bangunin aku."
"Aku nggak tega bangunin kamu, bay. Kamu kan habis lembur menyelesaikan pekerjaan kantor dan sudah pasti kamu baru saja tidur, iya kan?"
"Tapi kamu jadi kerepotan kan, lain kali kalau si kembar bangun tengah malam kamu harus bangunin aku."
"Baiklah, jika itu tidak membuat kamu keberatan."
"Justru aku nggak mau melihat kamu kerepotan mengurus si kembar. Kalau siang mungkin tak masalah, tapi jika malam aku harus siap membantu kamu mengurus si kembar."
"Sini, botol susunya. Biar baby Adelio aku yang pegang," sambung Aries.
Hana memberikan botol susunya dan Aries menyimpan botol susunya di nakas dekat boks bayi, kemudian Aries mengangkat baby Adelio dan menimangnya sembari meminum ASI nya dari botol. Sedangkan Hana memilih duduk di sofa, Aries pun menghampiri Hana dan ikut duduk di samping Hana.
__ADS_1
"Ternyata seperti ini rasanya memiliki seorang bayi, tiap malam kita harus selalu siap bergadang. Walau mata begitu mengantuk tapi rasanya sangat nikmat karena si kecil, apalagi mendengar suara tangisannya, serasa rumah ini semakin hidup karena kehadiran buah hati kita," ucap Aries.
Hana tersenyum memandang wajah Aries. Tangan Hana terulur menyentuh rahang tegas Aries dan mengelusnya.
"Begitulah, jika kita menginginkan seorang anak. Maka kita harus siap bergadang. dan momen seperti ini tak akan terlupakan." Aries pun mengangguk setuju.
"Terima kasih sudah mau berjuang melahirkan baby Adelio dan baby Adelia. Aku makin cinta sama istriku yang hebat ini."
Aries mencium kening Hana dan Aries ingin mencium bibir ranum Hana. Wajah Aries sudah mulai mendekat tapi, tiba-tiba terdengar suara bom dari bokong baby Adelio, dan hal itu membuat Hana dan Aries tertawa bersama.
Akhirnya Hana dan Aries menjaga si kembar hingga menjelang subuh, baru keduanya kembali tertidur dan mengampit Aisyah.
"Selamat pagi, adik-adik kakak," sapa Aisyah yang kini memandangi kedua adiknya yang masih terlelap di boksnya. Aisyah mengelus pipi gembul baby Adelia, setelah itu Aisyah membenarkan selimut baby Adelia.
Setelah puas memandangi wajah damai kedua adik kembarnya. Aisyah segera melangkah ke luar dan bergegas mandi dan berangkat sekolah.
***
Seminggu sudah usia baby Adelio dan baby Adelia, selama itu juga Aries tidak bekerja. Semua pekerjaannya di serahkan kepada Syam. Aries ingin waktunya di habiskan bersama keluarga kecilnya, yang semakin hari semakin ramai dengan tangisan si kembar dan juga kecerewetan Aisyah di tambah lagi Marshall yang terkadang suka usil kepada Aisyah. Jika Aisyah sudah menangis, sudah pasti mengalahkan tangisan si kembar, tapi hal itu suasana rumah semakin hidup.
__ADS_1
Seperti sekarang ini, Marshall terus mengganggu Aisyah yang sedang menggambar baby Adelia dan baby Adelio.
"Abang! Stop jangan di warnain dulu, Ais belum selesai menggambarnya."
"Abang kan cuma membantu Ais," pungkasnya.
"Membantu apaan! Lebih baik Abang pergi main basket aja sana."
"Nggak mau, Abang lebih suka nemenin Ais menggambar."
"Tapi jangan ganggu Ais dong."
"Nggak akan tapi...."
Marshall mengambil satu crayon dan mencoreti wajah Aisyah, kemudian Marshall langsung berlari ke arah taman belakang.
Sedangkan Aisyah langsung menjerit karena wajahnya jadi kotor karena ulah Marshall, dan hal itu membuat kedua adiknya yang tengah tertidur di pangkuan Mama Soraya dan papa Erik langsung terjaga, dan baby Adelia pun menangis karena mendengar jeritan Aisyah yang begitu melengking.
_______***_______
__ADS_1
Terima kasih masih setia mengikuti cerita ini yang mulai membosankan tapi tenang saja cerita ini sudah hampir di ujung cerita, dan semoga kalian tak bosan menunggunya dan juga tidak bosan memberikan like 👍