
Hana hanya bisa merintih menahan sakit yang teramat,Hana bangun dan berusaha berjalan tertatih tatih keluar rumah meminta tolong kepada tetangganya.Hana memegang perutnya saat sudah berada di luar dan mengedarkan pandangannya berharap ada tetangganya yang lewat.
"Tolong.."teriak Hana sembari menahan sakit.
"Hana.."pekik Bu Ayu yang kebetulan lewat depan rumah Hana.
Bu Ayu segera menghampiri Hana dan memegang lengan Hana lalu mengajak Hana masuk kembali ke dalam rumah lalu mendudukkan Hana ke kursi.
"Anton na mana? (Antonnya mana?)"tanya Bu Ayu yang sedikit panik melihat darah terus keluar dari jalan lahir.
Hana menggelengkan kepalanya seraya meringis memegangi perutnya."Hayu atuh kita ke rumah sakit.(Ayo kita ke rumah sakit)"ajak Bu Ayu.
"Sebentar Bu,tas yang sudah saya siapkan ada di dalam kamar."ucap Hana yang akan bangkit dari duduknya tapi di tahan oleh Bu Ayu.
"Biar Ibu saja yang ambil."bergegas Bu Ayu ke kamar Hana dan mengambil tas yang sudah Hana siapkan.
"Ayo.."Bu Ayu membantu Hana bangun dari duduknya dan memapah Hana keluar dari rumah.
"Kamu tunggu di sini,Ibu cari angkot kedepan."tukas Ibu Ayu berlari kecil dan menyetop angkot yang lewat.
"Pak,bisa antarkan kami ke rumah rumah sakit."
"Bisa-bisa Bu,ayo mumpung belum ada penumpang."Segera Bu Ayu masuk ke dalam angkot dan menuju rumah Hana.
"Ayo Pak bantu saya.."pinta Bu Ayu.
Dengan sigap mang angkot membantu Bu Ayu memapah Hana yang sudah lemas menahan sakitnya.Setelah semuanya sudah berada di dalam angkot,si mang angkot Segera membawa angkotnya menuju rumah sakit.
"Bu...sakit..."rintih Hana yang berada di pelukan Bu Ayu.
"Ya,kamu teh harus kuat dan bertahan demi anak kamu Na."sahut Bu Ayu
"Kamu sudah mengabari orang tuamu belum Na."
"Sudah.."lirih Hana.
__ADS_1
"Pak bisa lebih cepat.."panik Bu Ayu yang melihat keadaan Hana yang semakin lemas akibat pendarahan yang terus keluar.
"Ini sudah cepat Bu."tukas mang angkot yang juga ikut panik.
"Bu.."lirih Hana bahkan suara Hana nyaris tak terdengar.
"Kamu teh harus bertahan Na, sebentar lagi kita sampai."
Hana mengangguk lemah, sebenarnya Hana sedang berjuang agar kesadarannya tetap terjaga.
Ya Allah hamba mohon lindungi hamba dan juga anak hamba yang masih di dalam perut hamba, kuatkan kami berdua Ya Allah.Semoga anak hamba lahir dengan selamat dan sehat,Amin.
Akhirnya angkot yang di tumpangi Hana tiba di depan UGD,Mang angkot turun dan berlari ke dalam meminta suster segera membawa Hana masuk.
"Sus,tolong sus..."teriak Mang angkot seraya menunjuk angkotnya yang terparkir di depan pintu UGD.
Dengan sigap para suster membawa brankar dan membantu Hana keluar dari angkot dan juga meletakkan Hana di atas brankar.
"Alhamdulillah.."ucap syukur mang angkot karena Hana sudah dapat pertolongan.
"Mang berapa ongkosnya?"tanya Bu Ayu.
Ibu Ayu memberikan ongkos ke mang angkot,"Terima kasih ya Mang."ujar Bu Ayu tulus.
"Sama-sama, semoga si Neng melahirkannya dengan selamat dan mudah."tutur Mang angkot.
"Amin..."seraya mengusap wajahnya.
Bu Ayu segera masuk dan melihat keadaan Hana yang sudah dapat pertolongan suster dan dokter.
"Keluarga pasien" panggil suster.
"Iya sus,"sahut Bu Ayu yang langsung menghampiri suster itu.
"Dokter mau bicara Bu, silahkan."Bu Ayu masuk menemui dokter yang tengah menangani Hana.
__ADS_1
"Jadi gimana dok?"tanya Bu Ayu.
"Apa anda keluarga pasien?"tanya dokter.
"Bukan tapi saya tetangganya."
"Keluarganya mana?"
"Belum datang dok,mungkin sebentar lagi"
Dokter mengajak Bu Ayu keluar dari ruangan itu untuk berbicara soal keadaan Hana.
"Jadi gimana ya?, pasien harus segera di Cesar karena kalau melahirkan secara normal sangat berbahaya.Karena pasien banyak mengeluarkan darah dan kami butuh persetujuan dari pihak keluarganya."ungkap sang dokter.
Dari arah belakang datang Bapak Hana dan Ibunya,mereka tergopoh-gopoh menghampiri Bu Ayu dan dokter.
"Dok,kami orang tua Hana"ucap Bapak Hana dengan penuh peluh di dahinya.
"Kebetulan,kita tak punya banyak waktu dan harus segera ambil tindakan untuk pasien Pak.Pasien harus segera di Cesar karena pasien sudah banyak mengeluarkan darah dan tidak bisa di tunda lagi,maka bapak harus segera menandatangani persetujuan tindakan Cesar."
"Baik dok dan lakukan yang terbaik untuk anak saya dok."ujar Bapak Hana mantap.
"Sus..."panggil dokter.
"Ya dok.."
"Ajak Bapak ini ke bagian administrasi."titah Dokter.
"Mari Pak..."ajak suster kepada bapaknya Hana.
Bapak Hana mengikuti suster itu,sedangkan Ibu Hana mencari keberadaan Anton tapi nihil Anton tak terlihat.
"Bu maaf,Antonnya mana?"tanya Ibu Hana.
Bu Ayu menggeleng,"Anton nggak tau dimana,saya sudah mencoba menghubunginya tapi tak di angkat sama si Anton."
__ADS_1
Ibu Dumiya mendesah mendengar penuturan Bu Ayu, seharusnya Anton ada di samping Hana memberi dukungan buat Hana agar Hana bisa melewati masa-masa seperti ini.Tapi Anton malah tak bisa di hubungi sama sekali.
Ya Allah,semoga anak hamba di lancarkan persalinannya dan semoga keduanya selamat,Amin.Batin Bu Dumiya.