Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 71


__ADS_3

Tiga hari sudah Aries lewati tanpa bertemu dengan Hana, dan benar apa kata Dilan. Kalau rindu itu berat. Aries yang saat ini berada di dalam kamarnya sedang memandangi foto Hana di handphone. Sungguh, rasa rindu di dalam hatinya kian menggunung bahkan hampir meletus saking rindunya kepada pujaan hatinya. Benar-benar menyiksa dirinya.


Aries mencoba kembali menelpon Hana, tapi sayang yang mengangkat adalah Mama Soraya.


'Halo....'


"Ma, tolong kasih ke Hana. Aku mau ngobrol sama Hana."


'Tidak boleh! sampai waktu di tentukan.'


"Ma, please ... aku cuma mau ngobrol doang. Apa Mama nggak kasihan sama anak Mama ini yang begitu menderita."


'Itu bukan urusan Mama. Sudah Mama mau lanjut ke acar pengajian dulu.'


"Ma ... Tut ... Tut ...Tut...."


Aries menghela nafasnya kesal dan berguling-gulingan di kasur sampai dirinya terjatuh dari kasur.


" Aw...." Aries meringis memegang pinggangnya Karen terjatuh dari atas kasur dan Aries bangun sembari mendendang kasurnya yang tidak bersalah itu.


"Kasur sialan, nggak tau apa kalau aku lagi rindu berat!" ucapnya penuh kekesalan.


Uring-uringan Aries masih berlanjut. Aries keluar dari kamarnya dan duduk di depan tivi, mencoba mengalihkan pikirannya. Aries menyalakan televisi, tapi semua acara tidak ada yang menarik. Aries pun mematikan televisinya, dan beranjak pergi ke dapur. Di dapur, Aries bingung mau ngapain?.


"Argh ... bisa gila lama-lama kaya gini. Bodo, ah! pokoknya aku harus ketemu Hana malam ini, apapun caranya!"


Akhirnya, Aries memilih pergi menemui Hana. Aries hanya ingin bertemu dengannya, karena sudah tiga hari ini dirinya sudah berusaha menahan luapan rasa rindu yang begitu menggebu di hatinya.


Aries pergi meninggalkan apartemennya dan turun menuju parkiran, dimana mobilnya berada. Sesampainya di depan mobil, Aries segera masuk dan memacukan kendaraannya ke jalan raya.


Sekitar satu jam Aries tiba di depan rumahnya. Aries memperhatikan keadaan sekitar rumahnya. Aries melihat jam dan sekarang sudah menujukan pukul sepuluh malam. Aries keluar dan memanggil scurity yang tengah berjaga di posnya.


"Sutoro, sini kamu," panggil Aries seraya melambaikan tangannya.


"Eh, tuan...." Sutoro terkejut melihat majikannya ada di depan gerbang rumahnya.


Sutoro pun mendekati Aries. "Ya, tuan. Apa tuan mau masuk?"


"Iya, buka gerbangnya, aku mau masuk."

__ADS_1


Sutoro pun segera membuka pagar, sedangkan Aries masuk kembali ke mobilnya dan memasuki halaman rumahnya.


"Bagaimana caranya aku masuk menemui Hana?" gumam Aries yang baru saja mematikan mesin mobilnya. Aries keluar dan mendekati pos scurity dan ternyata yang jaga bukan Sutoro seorang tapi juga ada Bejo.


" Bejo, kamu ikut aku," perintahnya.


"Siap Tuan."


Bejo mengikuti langkah Aries dan kini berhenti tepat di bawa kamar Hana.


"Bejo, kamu cari tangga dan bawa ke sini."


" Sekarang tuan?" tanya Bejo.


"Tahun depan!" sentak Aries, " Ya iyalah sekarang, cepetan jangan lama-lama. Nanti keburu ada orang yang melihat."


Bejo pun segera menjalani apa yang di suruh oleh Aries. Sedangkan Aries menunggu di bawah kamar Hana seraya memandang kamar Hana yang lampunya masih menyala, tanda Hana belum tidur. Sekitar lima belas menit, Aries menunggu Bejo mengambil tangga dan kini Bejo pun sudah kembali membawa apa yang di inginkan oleh Aries.


"Dengar, kamu harus menunggu disini, jangan pergi kemana-mana sampai aku kembali turun dari kamar Hana. Jika kamu pergi, kamu saya pecat!" Ancam Aries.


"Baik tuan."


Aries segera naik ke kamar Hana menggunakan tangga. Aries mengetuk jendela kaca kamar Hana.


Hana yang memang belum tidur, karena baru selesai membersihkan diri, terkejut saat ada seseorang memanggilnya dari balik jendela. Hana segera mendekat dan menyibakkan tirai dan betapa terkejutnya Hana melihat Aries tengah berdiri di depan jendela. Hana segera membuka jendela tersebut.


"Aries! Kamu lagi ngapain disini," cicit Hana yang melihat kelakuan Aries yang seperti maling.


Aries tersenyum senang. " Aku kangen banget sama kamu. Awas, aku mau masuk dulu."


Aries segera masuk ke kamar Hana dan sekarang bisa bernafas lega, Karena rasa rindu yang sejak beberapa hari membelenggu dirinya terbayar sudah. Aries langsung menarik Hana ke dalam dekapannya.


"Aku kangen banget sama kamu, pake banget malah. Apapun yang aku kerjakan selalu berantakan, Karena aku nggak bisa bertemu dengan kamu, sayang."


Hana hanya tersenyum menanggapi keluhan Aries, walau dirinya juga merasa hal yang sama.


"Tapi nggak harus melakukan hal konyol kaya gini. Harusnya kamu lebih bersabar lagi, kan cuma tinggal satu hari lagi kita menikah," timpal Hana yang kemudian mendongakkan kepalanya menatap Aries.


"Aku nggak bisa, aku sudah berusaha tapi tetap aku nggak bisa. Makanya baku nekat menemui kamu. Hana, sumpah aku kangen-kangen banget sama kamu."

__ADS_1


Aries semakin mengeratkan pelukannya terhadap Hana.


"Hmm...." sahut Hana.


Lama mereka berpelukan, hanya sekedar melepas rasa rindu di hati keduanya.


Hana mendongak menatap netra Aries. "Sekarang kita sudah bertemu dan rasa rindu sudah terobati. Lebih baik sekarang kamu pergi, nanti yang ada kamu ketahuan sama mama dan papa."


" Sebentar lagi, aku mohon...." ucapnya memelas.


"Hanya sebentar, ya."


Aries pun mengangguk dan tersenyum manis, kemudian Aries melangkah sembari menggenggam tangan Hana. Aries duduk di tepi ranjang dan membawa Hana ke pangkuannya.


"Apa kamu bahagia, akan menikah sama aku."


"Iya," jawab Hana.


"Hana...."


Aries mendekati wajah Hana dan ingin mencium bibir ranum Hana. Saat tinggal satu senti lagi bibir Aries mendarat di bibir Hana, tiba-tiba sebuah ketukan menghentikan niatan Aries.


"Hana ... kamu belum tidur...." teriak Mama Soraya sembari mengetuk pintu kamarnya.


Hana gelagapan karena mendengar suara Mama Soraya yang kini tengah memanggilnya.


"Aries, cepat kamu pergi dari sini," ucap Hana panik dan Hana bangun dari pangkuan Aries dan menarik tangan Aries untuk segera pergi dari kamarnya.


"Ya iya, aku akan pergi, tapi sebentar lagi."


"Nggak, pokoknya kamu harus segera pergi dari sini," ucap Hana panik, karena Mama Soraya terus mengetuk pintu kamarnya dan terus memanggilnya.


Aries yang kesal, karena Hana terus menyuruhnya cepat-cepat pergi dari hadapan Hana. Akhirnya Aries harus menarik tengkuk Hana dan mencium bibir Hana yang sejak tadi ingin di lakukannya. Hana memukul bahu Aries karena berani mencium dirinya disaat situasi yang membuatnya di serang panik.


Karena lama tidak di bukakan pintu, akhirnya Mama Soraya memutuskan pergi meninggalkan kamar Hana. Sedangkan Bejo yang menunggu tuannya, hanya menggerutu karena kesal menunggu tuannya nggak turun-turun. Sampai-sampai tubuh Bejo jadi santapan para nyamuk-nyamuk nakal.


________***________


Sudah segitu dulu, maaf kalau ceritanya garing 🤭

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan kalau boleh kembang atau kopinya juga.


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2