Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 70


__ADS_3

Aries, Hana dan Aisyah tiba di rumah. Aries langsung menidurkan Aisyah di kamarnya, setelah itu Aries berkumpul bersama keluarganya di ruang keluarga. Aries pun memilih duduk di samping Hana sembari mengelus kepala Hana.


"Aries, Hana. Ibu mau mengatakan kalau kalian menikah tinggal empat hari lagi. Ibu minta, kalian berdua jangan bertemu dulu sampai hari pernikahan kalian tiba," imbuh ibu Dumiya.


"Apa!" pekik Aries. " Jadi, aku sama Hana nggak boleh bertemu dulu? sampai kami menikah?" tanya Aries yang terkejut dengan ucapan ibu Dumiya.


"Iya," jawab ibu Dumiya santai.


Aries pun tertunduk lesu, kemudian menatap wajah Hana dengan tatapan memelas, sedangkan Hana hanya mengedikan bahunya.


Sehari nggak bertemu dengan Hana saja berasa seminggu. Apa lagi ini empat hari. Apa aku bisa menjalankannya? Huft ... rasanya sangat berat untuk di jalani tapi mau gimana lagi.


"Baiklah, jika itu yang terbaik," sahutnya lesu sembari menjatuhkan keningnya ke bahu Hana, sedangkan Hana hanya bisa mengelus kepala Aries.


"Ck, cuman empat hari doang bukan empat Minggu," cibir Mama Soraya.


"Betul," timpal papa Erik.


"Kalau bisa mulai malam ini, kalian tidak boleh bertemu," lanjut Mama Soraya.


Aries semakin tertunduk lesu. " Jangan sekarang juga lah, ma. Bagaimana kalau besok saja," tawar Aries yang masih berat menerima kalau dirinya tidak boleh bertemu dengan Hana, sedangkan Hana dan Aisyah adalah mood booster baginya.


"Baiklah, besok kamu harus pindah ke apartemen," sambung Mama Soraya.


Akhirnya pembicaraan mereka semua selesai, karena memang waktu sudah mulai larut dan para orang tua memilih beristirahat. Berbeda dengan Aries yang masih berada di sana, hatinya sangat berat bila harus menjalani apa yang di katakan oleh para orang tua.


"Apa aku bisa menjalaninya. Huh ... kenapa harus pakai acara di pingit segala sih. Bagaimana kalau aku kangen Hana? Masa iya, aku harus mengendap-endap ke rumahku sendiri demi ingin bertemu dengan Hana," gumam Aries.

__ADS_1


"Aries! aku pikir kamu sudah tidur?" tanya Hana yang akan pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


"Aku belum mengantuk, sini," pinta Aries, agar Hana mendekat dan duduk bersamanya.


"Apa kamu masih memikirkan soal kita yang nggak boleh bertemu sampai kita menikah?" tebak Hana.


"Iya, rasanya berat untuk aku jalani. Buat aku kamu itu penyemangat hari-hariku."


"Cuman empat hari doang, setelah itu kita bisa bertemu kapan saja."


Aries langsung merebahkan tubuhnya dan berbantal paha Hana. Aries menatap Hana dan membawa tangan Hana ke dadanya. Sedangkan tangan Hana yang satu lagi mengelus kepala Aries.


" Kamu janji, jangan pergi sendirian, karena aku nggak bisa mengawasi kamu full. Kalau bisa kamu tetap berada di rumah selama aku tidak ada di sini."


"Iya...."


" O iya, aku mau ngasih sesuatu sama kamu."


Aries merogoh sesuatu dari dalam sakunya, dan di tunjukkannya sebuah kotak beludru berwarna merah. Aries membuka kotak tersebut dan memberikannya kepada Hana.


"Cincin...."


" Iya, tapi ini bukan sembarang cincin. Aku sudah memasang alat pelacak di cincin ini, biar aku tau kamu lagi dimana?" Aries langsung memasangkan cincin tersebut ke jari manis Hana.


"Nggak ada romantisnya amat, kasih cincin sambil rebahan," cibir Hana.


Aries pun tersenyum menanggapi Omelan Hana, tapi Aries tetap dengan posisinya yang tiduran berbantal paha Hana.

__ADS_1


"Biar berbeda dengan yang lain," jawab Aries seraya mengelus punggung tangan Hana.


"Kenapa cincin ini di kasih alat pelacak?"


"Karena aku nggak mau kejadian saat kamu hampir di lecehkan oleh si brengsek itu terulang lagi," timpal Aries.


"Oh...."


Aries melirik jam di pergelangan tangannya dan ternyata sudah menujukan hampir tengah malam. Aries bangun dari tidurnya.


"Istirahatlah, sudah larut malam dan ingat pesanku tadi. Aku nggak mau kalau kamu sampai kenapa-napa."


Hana hanya mengangguk dan bangkit dari duduknya, begitupun dengan Aries yang menemani Hana menuju kamarnya. Aries terus menggenggam tangan Hana dan rasanya tak mau di lepaskannya dari genggamannya.


'Masuklah dan semoga kamu selalu mimpiin aku jangan mimpiin lelaki lain walaupun itu hanya dalam mimpi."


"Ya ... aku masuk."


"tunggu!" cegahnya.


"Apa?"


Tanpa di duga Aries langsung mencuri satu ciuman dari Hana dan membuat Hana membulatkan matanya.


"Cuman ambil bekalku saja," pungkas Aries seraya tersenyum. Hana hanya memutarkan matanya dan lebih baik segera masuk ke kamarnya, jika terus berada di hadapan Aries bukan sekedar ciuman yang di curi tapi yang lainnya.


________***_______

__ADS_1


Selamat istirahat dari jangan lupa like nya👍👍


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2