Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 79


__ADS_3

"Ibu, kenapa leher ibu merah-merah?"


Hana langsung menyentuh lehernya dan menatap Aries, begitupun dengan Aries. Mereka berdua saling melempar pandangan.


"Ibu, kenapa diam saja?"


"Ini ... leher ibu di...."


Bagaimana aku jelasinnya? Mana mungkin aku bilang kalau pelakunya bapaknya sendiri. Batin Hana.


Gawat, pasti Ais bakal terus bertanya. Gimana ngomongnya ini?. Batin Aries.


"Di ... apa Bu?" tanya Aisyah yang penasaran dengan leher ibunya yang merah-merah.


"Di gigit serangga." Jawab Hana.


"Di gigit nyamuk," sahut Aries.


Jawab Hana dan Aries, bersamaan. Hana dan Aries kemudian saling pandang karena jawabannya tidak sama. Sedangkan Aisyah semakin mengerutkan keningnya. Aisyah semakin bingung dengan jawaban kedua orang tuanya.


" Jadi yang benar yang mana?"


"Nyamuk," kata Hana.


"Serangga," kata Aries.


Jawaban Hana dan Aries tidak kompak. Membuat Aisyah semakin bingung saja dengan jawaban orang tuanya. Aries menghela nafasnya, kemudian menatap sang buah hati dengan tatapan lembut.


"Sebenarnya, ibu di gigit drakula," jawab Aries asal, karena yang singgah di otaknya nama drakula.


"Ha!! Drakula!" cicit Aisyah, kemudian Aisyah menyentuh leher ibunya, dengan tatapan prihatin.


"Apa ini sakit, ibu?" tanya Aisyah sembari menyentuh leher ibunya yang berwarna merah keunguan.


"Nggak, sayang."


"Apa, luka ibu sudah di obatin, ayah?" Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah Aries.


"Sudah, kok. Buktinya ibu tidak merasa sakit lagi. Iya kan, sayang?"


"Iya," jawab Hana cepat sembari menganggukkan kepalanya.


"Terus, sekarang drakula nya mana?"

__ADS_1


Aries dan Hana semakin bingung menjawab pertanyaan yang di lontarkan Aisyah.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu menyelamatkan bagi keduanya.


"Sepertinya, makanannya sudah datang. Ayah buka pintu dulu."


Aries bangkit dan segera melangkah ke arah pintu dan membukanya.


"Permisi Tuan, Ini pesanannya."


"Langsung bawa saja ke dalam," perintah Aries.


"Baik tuan."


Setelah pelayanan tersebut menyajikan makanannya, Aries dan Hana segera mengisi perutnya yang sejak tadi sudah kelaparan. Sedangkan Aisyah kini tengah bermain dengan boneka Barbie nya.


***


Menjelang malam, keluarga kecil Aries meninggalkan hotel tersebut dan kini tengah menuju pulang ke rumah. Kini mobil yang di kendarai oleh Bejo, sudah tiba di depan rumah. Aries segera mengangkat tubuh Aisyah yang tengah tertidur dan membawanya ke kamarnya.


" Semoga mimpi indah, anak ayah yang setiap hari semakin cantik," bisik Aries.


"Sayang, apa kamu ingin kita berbulan madu?" tanya Aries sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Untuk saat ini, aku belum kepikiran soal itu," jawab Hana yang kini sedang membersihkan wajahnya di meja rias.


"Tapi, aku maunya kalau liburannya bertiga. Aku nggak mau berjauhan dengan Ais. Kamu tahu sendiri, kalau selama ini aku berusaha mencari keberadaan Ais, jadi sebisa mungkin kalau kita liburan pengennya ya bertiga."


"Kamu betul sayang, kalau begitu aku akan mengatur waktu, kapan waktu yang tepat untuk kita bertiga berlibur dan tujuan mana yang akan kita kunjungi."


Aries bangun dari tidurnya dan kini mendekati Hana yang sudah selesai membersihkan wajahnya.


" Sayang, ini kan malam kedua kita."


"Terus...."


"Terus, ya apa lagi kalau bukan buat adik untuk Ais," cetus Aries.


"Nggak nanti saja. Aku soalnya mau makan dulu, lapar."


"Baiklah, kita makan dulu. Itung-itung mengisi energi untuk nanti," seloroh Aries, sedangkan Hana hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Kini, Aries dan Hana sudah di meja makan dan segera menyantap makan malamnya hanya berdua. Sedangkan Mama Soraya sedang berkunjung ke rumah saudaranya, kalau ibu Dumiya dan pak Rusli sudah lebih dulu makan malam dan juga sudah berada di kamarnya.


"Ayo, kita juga harus ke kamar," ucap Aries yang sudah menyelesaikan makannya.


"Iya, sebentar. Aku beresin ini dulu," ujar Hana yang sedang merapikan meja makannya.


"Cepetan, sayang. Aku sudah tidak sabar, ingin melakukannya lagi. Apa lagi sekarang di rumah kita."


"Ish, nggak sabaran banget sih," cibir Hana, dan mulai melangkah mendekati Aries.


Aries dan Hana segera meninggalkan meja makan dan dengan tidak sabaran Aries langsung mengangkat tubuh Hana menuju kamar mereka berdua.


Aries langsung mencium bibir Hana, kali ini Aries tidak melakukannya secara lembut tapi tetap harus membuat Hana bisa mengimbangi dirinya.


Aries terus memagut bibir Hana, yang kini sudah menjadi candunya. Sedangkan tangan Aries sudah masuk ke balik pakaian Hana. Saat sedang asik memadu kasih, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


Aries yang sedang menikmati suasana indah malam kedua dengan sang istri, harus berhenti karena ketukan pintu terus bunyi dan berubah menjadi gedoran.


"Siapa, sih! Ganggu saja," ucap Aries penuh dengan kekesalan.


"Buka pintunya, siapa tau penting," titah Hana.


"Baiklah!" ucap Aries malas.


Aries langsung bergegas membuka pintu kamarnya.


"Ais!"


"Ayah lama banget sih buka pintunya," seloroh Aisyah yang langsung masuk, tanpa permisi dulu.


"Ais, ngapain bangun?" tanya Aries.


"Ais, mau jagain ibu dari drakula. Ais nggak mau melihat leher ibu merah-merah lagi. Jadi, Ais putuskan malam ini Ais akan menjadi satpam. Ais akan tangkap drakula itu, Ais nggak takut sama drakula. Ais kan pemberani."


________***_______


Bagaimana, kira-kira respon Aries.


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


Salam sayang dari othor 😘😘

__ADS_1


__ADS_2