
Selesai sudah serangkaian acara pesta pernikahan Hana dan Aries. Tinggal beberapa orang yang masih berada di tempat acara, hanya sekedar menghabiskan kebersamaan yang jarang bertemu. Seperti para kliennya Aries dan papa Erik yang masih betah berbincang-bincang mengenai bisnis yang sedang mereka kerjakan. Sedangkan Hana, sudah lebih dulu pergi ke kamar.
Berulang kali Aries melihat jam di pergelangan tangannya. Dirinya ingin segera pergi dari hadapan para kliennya, tapi apalah daya, mereka belum juga ingin meninggalkan tempat itu. Justru pembicaraan mereka semua semakin serius, serta di selingi beberapa jokes ala-ala mereka.
Aries hanya tersenyum menanggapi semua obrolan yang sedang di bicarakan. Aries hanya bisa bersungut-sungut di dalam hatinya, dan berharap bisa kabur dari sana.
"Kenapa, mas Aries?" tanya salah satu klien Aries yang umurnya lebih muda dari Aries.
"Nggak kenapa-napa," jawab Aries berusaha sesantai mungkin. Aries berusaha tidak menunjukkan gelagat ingin pergi dari hadapan semuanya.
"Pasti, pak Aries ingin segera menemui sang istri di kamar," seloroh yang lainnya.
Kalau sudah tahu, kenapa kalian semua nggak pada pergi.
"Sabar, pak. Kita bakal kasih tips, bagaimana caranya belah duren yang enak dan pulen," kelakar teman papa Erik seraya menepuk pundak Aries berkali-kali.
Aries pun hanya tersenyum dan berpura-pura senang dengan candaan semuanya.
"Mau di ajarin nggak? Trik-trik biar tahan lama saat berada di atas ranjang bersama pasangan."
"Apaan?" sahut Aries, yang kini mulai sedikit tertarik dengan obrolannya.
"Sini, saya bisikin."
Aries pun mendekati dan mendengarkan bisikan orang tersebut dan membuat Aries tersenyum.
"Oke, terima kasih atas sarannya," ucap Aries.
"Sama-sama," seraya menepuk pundak Aries.
***
Akhirnya, Aries bisa meninggalkan tempat tersebut dan kini Aries sudah berada di depan pintu kamar hotelnya. Aries membuka pintu kamarnya, dan melihat kamar suite room yang akan menjadi saksi bisu malam panjang bersama Hana.
__ADS_1
Aries, mengedarkan pandangannya dan mencari sosok Hana, istri tercintanya.
"Hana, kemana?" gumam Aries yang kini melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi, tapi sayang, Hana tidak ada di dalam kamar mandi.
"Kok, nggak ada? Hana pergi kemana?"
Aries mengambil handphonenya dari saku jas pengantinnya dan mendial nomor Hana. Panggilan tersambung tapi tidak di angkat oleh Hana, sehingga membuat Aries gelisah.
"Sayang, angkat. Kamu lagi dimana sih?" ucap Aries yang terus menelpon Hana, dan tetap tidak ada jawaban dari Hana.
Aries mencoba menelpon Mama Soraya. Deringan pertama tidak di angkat, kemudian Aries mencoba menelpon lagi dan akhirnya di angkat oleh Mama Soraya.
"Halo, ma. Mama lihat Hana nggak?"
"Bukannya Hana lagi menemani Ais tidur di kamar ibu mertua kamu. Tadi Ais, nangis dan ingin tidurnya di temani oleh Hana."
"Oh ... aku pikir Hana pergi kemana!"
"Kamu tunggu saja, kalau Ais sudah tidur, pasti Hana bakal datang menemui kamu."
"Iya...."
Setelah selesai menelpon mamanya, Aries memutuskan membersihkan diri dulu, sembari menunggu Hana datang menemuinya.
Di kamar yang lain, Hana masih menemani Aisyah tidur. Sejak tadi, Aisyah sedikit rewel dan hanya ingin tidur di temani oleh Hana dan tidak mau di temani oleh orang lain.Hana terus menepuk paha Aisyah lembut.
"Na, Ais sudah tidur?" tanya ibu Dumiya yang sedang duduk di depan televisi.
"Kayaknya sudah."
"Kalau begitu, cepat Na temuin suami, Na. Pasti Aries mencari kamu, karena Na nggak ada di sana."
"Iya, Bu. Na titip Ais, Bu."
__ADS_1
"Iya...."
Hana bangun dengan sangat pelan, setelah itu Hana menyelimuti tubuh Aisyah dan mencium kening Aisyah.
"Hana, balik ke kamar Hana dulu ya, Bu."
Ibu Dumiya hanya menganggukkan kepalanya. Hana pun keluar dan melangkah menuju kamar suite room, tempatnya menginap di hotel mewah tersebut.
Hana sudah tiba di depan pintu, Hana menempelkan kartu akses dan langsung masuk ke dalam. Hana mengernyitkan dahinya saat masuk ke dalam, sebab suasana kamar yang di tempati terlihat sangat tamaram.
Jantung Hana langsung berdebar-debar, mengingat kembali saat kejadian tadi sore. Hana mengedarkan pandangannya dan menatap lelaki jangkung dengan tubuh tegap, tengah berdiri tidak jauh dari Hana berada.
Hana menghela nafas dan membuang secara perlahan, mencoba untuk rileks dan tidak tegang. Aries berjalan dan mendekati Hana yang masih berdiri di tempatnya.
"Apa, Ais sudah tidur?" tanyanya sambil melangkah mendekati Hana.
"Sudah...."
Aries sudah tiba di depan Hana, dan menatapnya lembut seraya tersenyum manis.
"Aku ... mau ke kamar mandi dan berganti pakaian," ucap Hana gugup, karena Aries memandanginya begitu intens.
Hana langsung melangkah dan membuka lemarinya, Hana mengernyitkan dahinya saat melihat isi lemarinya.
Kenapa bajunya jadi kaya gini modelnya? Perasaan aku sudah membawa baju piyama, tapi kok nggak ada? Siapa yang menggantinya? Apa jangan-jangan Aries?.
Dengan sangat terpaksa Hana mengambil satu di antara tiga pakaiannya, yang menurutnya tidak terlalu transparan, walau tetap terlihat sangatlah seksi.
Hana segera masuk ke kamar mandi dan segera membersihkan diri. Selesai dengan semuanya, Hana bingung, karena merasa malu dengan pakaiannya.
Tok tok tok
Hana terlonjak mendengar ketukan pintu.
__ADS_1
"Sayang ... kamu nggak apa-apa kan? kenapa lama sekali, kamu di dalam," teriak Aries.
"Ii ...iya! sebentar lagi selesai."