
Beberapa hari sudah berlalu, usaha Aries mendekati Hana ada sedikit kemajuan. Sikap Hana mulai melunak dan tidak ketus saat berbicara dengannya, meski Hana masih membentengi diri terhadapnya. Tapi tak aral membuat hati Aries putus asa meraih hati Hana, justru semakin semangat meraih hatinya.
Seperti weekend kali ini, Aries mengajak Hana jalan. Aries pikir Hana akan menolaknya tapi yang ada Hana setuju di ajak jalan, saat itu juga Aries langsung bersiap-siap. Sudah berapa kali Aries mengganti pakaiannya, hanya untuk memastikan apa cocok pakaian yang di kenakannya atau tidak. Juga Aries berdiri cukup lama di depan cermin, memastikan apa sudah rapih atau belum, dari rambut, wajah, pakaiannya dan jangan lupa parfumnya. Satu lagi yang belum di kenakannya adalah jam tangan mahalnya.
"Perfect," gumamnya seraya berdiri ke kanan dan ke kiri sambil bercermin.
Aries langsung menyambar dompet dan kunci mobilnya di atas nakas, dan melangkah penuh semangat hanya untuk menemui sang pujaan hati, yang kini sudah menempati hatinya yang sudah lama kosong.
Kini Aries sudah berdiri di depan kontrakan Hana dan langsung menelpon Hana.
"Aku sudah menunggu kamu di depan kontrakan kamu," ucap Aries.
"Ha!, sudah sampai!." Aries menangkap pekikan Hana, karena Aries datang lebih awal dari yang sudah di janjikannya. Aries juga mendengar suara gerutuan Hana.
"Ya sudah tunggu, aku harus siap-siap dulu," sahut Hana sambil mencibir Aries.
Lama Aries menunggu Hana di depan kontrakan Hana, berkali-kali Aries melirik jam di tangannya.
Ceklek
Aries langsung mengarahkan badannya ke arah pintu kontrakan Hana. Aries tercenung melihat tampilan Hana yang berbeda. Hana yang mengenakan dress selutut dan warna hitam bercorak bunga-bunga kecil dan juga makeup yang natural, di tambah lagi rambut Hana yang tergerai sedikit bergelombang, menambah nilai plus untuk tampilannya. Aries menelan Salivanya saat menatap bibir peach Hana, yang menurutnya menggoda imannya. Ingin rasanya Aries membawa bibir ranum Hana ke bibirnya.
"Maaf lama!, lagian kamu sih datangnya kecepetan," cibir Hana sembari mengunci pintu kontrakannya.
"Ha!, kenapa?" ucap Aries terperanjat.
Hana mendengus melihat Aries seperti orang bodoh.
"Nggak jadi, ucapannya udah ketelen," dengus Hana.
"Jadi pergi nggak!"
"Jadi dong, masa nggak jadi...." sahut Aries yang masih mengagumi penampilan Hana.
"Ya sudah ayo!, malah bengong," ketus Hana.
"Nggak sabaran banget sih neng," ledek Aries, sedangkan Hana hanya mencibirnya.
***
Kini keduanya sudah tiba di mall, Aries langsung mengajak Hana ke tempat bioskop yang terletak di lantai paling atas. Aries dan Hana harus naik ke lantai atas menggunakan lift.
Saat sudah tiba di lantai atas, Aries mencoba mendekatkan tangannya menyentuh tangan Hana. Hana terkejut saat Aries mulai menautkan jemarinya ke jemari Hana. Hana hanya melirik tangannya yang di genggam oleh Aries. Hana mendengus saat tangannya semakin erat di genggam oleh Aries, ingin rasanya Hana mencekik leher Aries karena sudah mulai berani pegang-pegang tangannya tanpa seizinnya.
__ADS_1
Sedangkan Aries, hanya tersenyum smrik. Aries tau kalau sebenarnya Hana mencibirnya karena sudah berani menggenggam tangannya. Tapi dia tidak peduli dengan kekesalan Hana.
"Mau nonton apa?" tanya Aries, saat sudah berada di tempat pembelian tiket.
"Sebentar...." ucap Hana sambil melihat-lihat film yang sedang tayang.
"Jadi yang mana?"
"Aku bingung, aku ikut kamu aja deh. Terserah mau nonton apa?"
"Jadi aku yang pilih nih."
"Iya...."
"Bagaimana kalau drama action?" tanya Aries dan Hana hanya mengangguk saja.
Setelah memilih tempat duduk dan membeli tiket. Hana dan Aries duduk di kursi tunggu, karena jam tayangnya sekitar lima belas menit lagi.
"Mau aku belikan popcorn sama minum?"
"Boleh," jawab Hana cepat.
Tapi sebelum membeli apa yang akan di beli, tangan Aries mengacak rambut Hana.
Saat mengantri membeli popcorn dan minuman, pandangan Aries tak mau teralihkan dari wajah Hana. Aries benar-benar sudah jatuh kedalam pesona Hana.
"Ayo masuk, filmnya sebentar lagi akan di putar," pungkas Aries.
Hana dan Aries sudah duduk di tempatnya, lalu Aries memberikan popcorn kepada Hana. Lampu bioskop pun sudah di matikan dan filmnya mulai di putar. Selama film di putar Aries benar-benar tak mau melepaskan genggaman tangannya, bahkan Aries seringkali mengelus tangan punggung Hana.
"Kamu suka filmnya?" bisik Aries tepat di telinga Hana.
"Apa!" sahut Hana seraya menengok. Tepat saat itu juga, hidung Hana dan Aries saling beradu. Membuat Hana terpaku di tempatnya. Saat Aries mulai memajukan wajahnya ke wajah Hana dan tinggal beberapa centi lagi, Hana langsung menjauhkan wajahnya dan kembali menatap layar bioskop.
Padahal sedikit lagi, aku berhasil mencium bibirnya.
"Ehm...." Aries berdehem hanya untuk menghalau kecanggungan di antara mereka.
Sejak kejadian tadi, pandangan Hana benar-benar terfokus ke layar bioskop. Bahkan untuk melirik Aries pun enggan. Tapi beda dengan Aries yang terus menerus melirik Hana, tapi yang di pandang memilih setia melihat film sampai filmnya selesai di putar.
Selesai menonton, Aries benar-benar memanfaatkan kencan pertama mereka. Dari makan dan membelikan Hana pakaian dengan sedikit paksaan darinya. Hana hanya bisa menggerutu kesal dengan sifat Aries yang suka memaksa.
Mereka pulang pukul sepuluh malam, dan seperti biasa Aries mengantar Hana sampai depan kontrakannya.
__ADS_1
"Makasih sudah mengajak aku jalan dan juga ini." Hana mengangkat paper bag.
"Iya, sama-sama. Harusnya aku yang mengucapkan terima kasih karena kamu mau aku ajak jalan." pungkas Aries.
"Ya sudah sana pulang," usir Hana.
"Kamu ngusir aku!"
"Iya!, lagian ini udah malam," pungkas Hana.
"Baiklah, itu apa ya?" tunjuk Aries ke arah gang sebelah.
Hana menengok ke arah yang di tunjuk Aries, dan mengernyitkan dahinya.
"Nggak ada apa-apa kok!" cibir Hana kesal, karena Aries mengerjainya.
Saat Hana akan kembali menatap Aries, wajah Aries sudah tepat berada di samping wajah Hana dan....
Cup
Aries mencium pipi Hana, sedangkan Hana membulatkan matanya saat Aries berhasil mencium pipinya.
Aries mengulum senyumnya saat melihat reaksi Hana.
"ARIES!!" jerit Hana dan siap melayangkan tangannya ke arah Aries.
Dengan tatapan horor, Hana terus memukul Aries tanpa ampun. Sedangkan Aries hanya terkiki-kikik melihat Hana yang geram terhadapnya. Aries terus berusaha menghindar dari pukulan Hana.
"Kamu tuh ya, bisa-bisanya ngerjain aku dan nyuri-nyuri ciuman dari aku." Ucap Hana yang masih setia memukul dan juga mencubit Aries.
"Cukup-cukup!, oke aku nyerah dan minta maaf," tukas Aries.
"Cih...." cibir Hana kesal.
"Sonoh pulang!," hardik Hana.
"Ya ya aku pulang, makasih ciumannya." Goda Aries seraya tersenyum.
Hana langsung memberi tatapan horor, " Oke, pulang. Selamat malam ... Cantik."
"Aries...." geram Hana dan Hana sudah mau ambil sandal dan siap melempar ke arah Aries.
"Oke, aku pulang." Sembari berlari menjauh dari kontrakan Hana dengan senyum terus mengembang.
__ADS_1