Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 64


__ADS_3

Keesokan harinya, kedua orang tua Hana sudah tiba di jakarta dan langsung menemui Hana di rumah sakit. Meski kedua orang tua Hana bingung, kenapa di ajak ke rumah sakit hanya untuk bertemu dengan Hana.


"Pak, kenapa kita di ajak bertemu dengan Hana di rumah sakit? Apa jangan-jangan Hana sakit ya, pak."


" Bapak juga nggak tau," balasnya.


Hana memang belum memberi tahu kalau Aisyah sudah ketemu, Hana ingin memberi kejutan kepada orang tuanya. Kini orang tua Hana sudah tiba di depan kamar inap Aisyah dan keduanya di suruh masuk oleh anak buah Aries.


" Hana...." panggil ibu Dumiya saat sudah masuk ke kamar inap Aisyah.


"Ibu...." pekik Hana, dan segera menyambut kedatangan orang tuanya. Hana langsung memeluk ibunya dengan penuh kehangatan.


"Bapak...." Hana pun memeluk Bapaknya.


"Ayo, ibu sama bapak duduk dulu."


Kedua orang tuanya duduk, meski masih bingung dengan semua ini. Tapi tatapan keduanya mengarah ke ranjang Aisyah yang tengah menonton kartun di gadgetnya. Aisyah pun hanya menengoknya sesaat dan kembali fokus ke layar gadget.


" Hana, kenapa bapak dan ibu di ajak ke rumah sakit? terus itu anak itu siapa? tapi kok mirip sama kamu?" cecar ibu Dumiya kepada Hana.


Saat Hana akan menjawab pertanyaan ibunya, Aries dan kedua orang tuanya datang, dan membuat orang tua Hana semakin bingung.


" Sudah datang rupanya," seloroh Mama Soraya dan tersenyum simpul kepada kedua orang tua Hana. Kemudian Aries duduk di samping Hana sedangkan kedua orang tuanya duduk di sofa yang satu lagi.


"Maaf, seharusnya ibu dan bapak di ajak ke rumah kami tapi Hana yang meminta kalau ibu dan bapak langsung datang kesini," ujar Mama Soraya.


"Iya, kami juga bingung kenapa kami datangnya ke rumah sakit?" jawab ibu Dumiya.


"Kamu, belum memberi tahu soal Ais," bisik Aries kepada Hana.


"Belum...." Sahut Hana membalas bisikan Aries.


"Pantes orang tua kamu bingung," bisiknya lagi.


Kali ini papa Erik yang berbicara kepada orang tua Hana, mengenai hubungan Hana dan Aries.

__ADS_1


"Sebelumnya kami minta maaf, mengadakan pertemuan ini disini. Perkenalkan saya Erik dan ini istri saya, kami berdua orang tua Aries.Kami selaku orang tua Aries meminta izin untuk menikahkan anak bapak dan ibu dengan putra saya yang bernama Aries. Kami berharap bapak dan ibu merestuinya."


Pak Rusli dan ibu Dumiya saling pandang dan menatap wajah Hana, kemudian menatap Aries.


"Kalau saya tergantung dengan Hana, karena yang akan menjalaninya Hana. Kami tidak akan melarang Hana jika itu yang terbaik bagi Hana. Jika Hana setuju kami pun ikut setuju, jika itu membuat putri kami bahagia bila menikah dengan putra bapak. Jadi semua keputusan ada ditangan Hana." Ungkap pak Rusli.


" Jadi gimana Hana keputusan kamu?" tanya papa Erik dan semua mata tertuju kepada Hana, menanti Jawaban dari Hana.


Hana mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan. Hana berharap keputusannya kali ini benar dan tidak ada lagi penderitaan yang akan di alaminya nanti.


"Hana ... menerima Aries menjadi calon suami Hana, pak, bu." Jawab Hana.


"Alhamdulillah," seloroh kedua orang tua Aries termasuk Aries sendiri. Sedangkan orang tua Hana hanya tersenyum menanggapinya. Berharap semua keputusan Hana menjadi awal yang baik untuk Hana ke depannya dan cukup sekali Hana gagal membina rumah tangganya.


"Terima kasih sudah menerima aku menjadi calon suamimu," bisik Aries, dan Hana hanya mengangguk seraya tersenyum simpul kepada Aries. Ingin rasanya Aries mengecup bibir ranum Hana, tapi apalah daya situasinya tidak mendukung untuk di lakukannya.


"Hana sudah setuju, tinggal kita segera mengurusnya. Semoga saja Ais secepatnya sembuh," sambung Mama Soraya dengan perasaan lega, karena apa yang di harapkan akan terlaksana.


"Ais?" cicit ibu Dumiya bingung.


Ibu Dumiya dan pak Rusli menatap Hana dan menunggu jawaban Hana soal Ais. Hana yang di tatap mengerti dengan pandangan orang tuanya.


"Ibu sama bapak ikut Hana," pinta Hana dan Hana pun bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah ranjang Aisyah yang sejak tadi menatap layar gadgetnya. Orang tua Hana pun mengikuti Hana dari belakang.


"Bu, pak! Dia Aisyah putriku yang lama hilang, cucu ibu dan bapak. Na, akhirnya bisa menemukan Ais."


"Jadi ... anak ini ... Aisyah? Cucu ibu yang di jual oleh Anton?" tanyanya yang belum menyangka kalau cucunya kini sudah ketemu bahkan sudah ada di depan matanya.


"Iya...."


"Aisyah, cucu nenek...."


Ibu Dumiya langsung menghambur memeluk Aisyah yang sedang duduk dan menatap Hana dengan tatapan bingung.


"Cucuku ... hiks ... hiks...." Tangisan ibu Dumiya pecah saat beliau memeluk Aisyah. Cucunya yang hilang akhirnya ketemu dan sekarang ibu Dumiya bisa memeluknya lagi.

__ADS_1


Ibu Dumiya kemudian menciumi seluruh wajah Aisyah, saking bahagianya bisa bertemu lagi dengan cucunya. Rasa haru dan bahagia benar-benar membuat ibu Dumiya tak bisa berkata-kata.


"Cucu nenek sudah besar, bahkan kamu mirip sekali dengan Hana," ujarnya masih dengan tangisan yang terus membanjiri pipinya.


Ibu Dumiya tak henti-hentinya mencium wajah Aisyah, sehingga membuat Aisyah merasa risih karena terus di serang dengan ciuman dari neneknya.


"Ibu...." rengek Aisyah.


"Kenapa sayang?"


"Ais, nggak mau terus-terusan di cium...." adu Aisyah sembari merengek.


"Kenapa memangnya? Ini nenek Ais loh," ucap Hana lembut.


"Nenek?"


"Iya, nenek Ais? Ais senangkan ketemu nenek sama Kakek."


"Bukannya nenek Ais itu Oma?"


"Oma juga nenek Ais, dan ini juga nenek Ais." Tunjuk Hana kepada ibu Dumiya yang kini tengah tersenyum menatapnya.


"Jadi, Ais punya dua nenek dan punya dua kakek?"


"Iya...."


"Hore .... Ais punya nenek dan kakek lagi," sorak Aisyah gembira.


Aisyah pun memeluk neneknya yang baru bertemu dengan dirinya. Bahkan Aisyah membalas mencium pipi neneknya. Semua yang ada di sana tersenyum haru.


_____***______


Ketemu lagi dengan hari Senin, boleh dong bagi votenya dan kembangnya.


Jangan lupa like juga.

__ADS_1


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2