Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 107


__ADS_3

"Apa ada yang Tertinggal?" tanya Aries kepada Hana.


"Nggak ada, bay." Jawab Hana sembari mengecek ulang barang yang akan di bawa pulang.


"Kalau nggak ada yang tertinggal, ayo kita segera pulang."


Hana mengangguk dan Hana sudah duduk di kursi roda sembari memangku baby boy, sedangkan baby girls di gendong oleh sekretaris Lisa.


Ya ... hari ini Hana sudah di perbolehkan pulang. Hana sudah sangat rindu dengan rumahnya, rumah yang selalu memberinya kehangatan.


Aries mendorong kursi roda yang di duduki oleh Hana. Mereka semua keluar dari ruang rawat, di belakang Aries ada Syam yang menentang barang bawaannya.


Pak Harto sudah standby di depan pintu keluar rumah sakit, dan dengan sigap pak Harto langsung membuka pintu mobilnya saat melihat majikannya sudah tiba di dekat mobil. Ternyata di dalam mobil ada Aisyah yang ikut menjemput kedua orang tuanya juga adik kembarnya.


"Ibu...." seru Aisyah dari dalam mobil dengan senyum cerianya.


"Eh, anak ibu ikut jemput, ya."


Aisyah hanya tersenyum menampilkan gigi ompongnya yang sudah lepas kemarin sore. Hana bangun di bantu oleh Aries, dan Aries meletakkan satu tangannya di atas kepala Hana, saat Hana akan masuk ke dalam mobil sembari menggendong baby boy. Mereka semua masuk ke dalam mobil yang sama, kecuali Syam karena Syam membawa mobil sendiri.


"Dede, ayo bangun... lihat, kita akan pulang ke rumah," celoteh Aisyah kepada baby boy sembari mengusap pipi gembul sang adik. Baby boy mengerjapkan kelopak matanya dan tersenyum, dan hal itu membuat Aisyah semakin heboh melihat adik laki-lakinya tersenyum.


"Ibu! Dedenya senyum sama kakak," seru Aisyah, kemudian Aisyah mencium pipi gembul adiknya dengan gemas.


Aisyah pun bergantian memberi perhatian kepada adik perempuannya, dan sama halnya yang di lakukannya tadi. Aisyah juga mencium pipi adik perempuannya, tapi ternyata hal itu membuat adik perempuannya terganggu dan mulai merengek. Seolah tidak mau di ganggu oleh siapapun.


"Ya, kok Dede nya menangis," keluh Aisyah.


"Mungkin adenya tidak mau di ganggu," kata Lisa.


Lisa pun mengambil botol susu yang sudah terisi ASI. "Boleh Ais yang memegangnya?"


"Tentu saja boleh, non Ais."

__ADS_1


Aisyah langsung mengambil botol susunya, lalu segera memberikannya kepada adiknya. Aisyah tersenyum lebar saat adiknya langsung melahap susunya dari botol. Hingga tak terasa, mobil yang membawa keluarga kecil Aries sudah tiba di depan rumahnya.


Pak Harto langsung membukakan pintu mobil dan Aisyah lebih dulu turun dan berlari masuk ke dalam rumah. Hana, Aries dan Lisa menyusul langkah kaki Aisyah masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh semua orang yang memang sejak tadi menanti kedatangan keluarga kecil Aries.


Mama Soraya langsung mengambil baby girls dari gendongan Lisa, dan Mama Soraya langsung memperlihatkan kepada semua teman sosialitanya. Begitupun dengan baby boy yang di gendong oleh Hana.


"Wah, hebat jeng. Giliran punya cucu langsung dapat tiga aja," seloroh teman Mama Soraya yang penampilannya paling nyentrik.


"Iya, padahal dulu cuma jeng Soraya yang tidak memiliki cucu."


Mama Soraya hanya tertawa kecil mendengar celotehan teman sosialitanya. Papa Erik datang dan mengambil baby boy dari gendongan Hana, karena sejak kedatangan si kembar papa Erik sudah sangat ingin menggendong cucunya itu.


"Hana...." panggil Ibunya.


"Iya Bu...."


Hana pun menghampiri ibunya dan duduk di samping ibunya. Ibu Dumiya mengulurkan satu gelas jamu kepada Hana.


"Iya, Na tau ini jamu apa. Pasti ini jamu kunyit asam kan," jawab Hana.


"Apa badan Na masih pegal-pegal?"


"Masih, tapi tidak sepegal kaya kemarin."


"Biar nanti ibu urut badan, Na. Cepat habiskan jamunya."


Hana segera menghabiskan jamu buatan ibunya, setelah itu Hana mengganti pakaian yang lebih santai, yaitu pakaian khusus buat busui. Agar mempermudah saat nanti akan memberi ASI buat si kembar.


***


Di dapur Lisa tengah membantu mbak Siti menyiapkan minuman dan juga makanan ringan untuk di bawa ke depan. Saat akan membawa nampan berisi minuman, salah satu minuman ada yang tumpah mengenai baju Syam yang memang tengah berada di dapur untuk mengambil air minum.


"Maaf pak, saya tidak sengaja."

__ADS_1


Lisa meletakkan kembali nampan yang berisi minuman dan mengambil tisu. Lisa segera mengelap kemeja Syam yang terkena tumpahan air minum.


"Eh, nggak papa, cuman basah sedikit," ujar Syam mencoba mencegah tangan Lisa mengelap kemejanya.


"Tapi, baju pak Syam basah."


Lisa tetap mengelap baju Syam dan akhirnya Syam membiarkan Lisa mengelap kemejanya yang terkena tumpahan air minum.


Syam memandangi wajah manis Lisa dan entah kenapa jantungnya berdegup kencang. Lisa mendongakkan kepalanya menatap Syam dengan perasaan tak enak hati karena kemeja yang terkena noda tumpahan air minum tidak bisa hilang.


" Maaf, pak. Noda minumannya nggak bisa hilang," ucapnya tak enak hati.


"Iya, nggak apa-apa, cuma sedikit ini yang terkena nodanya. Lebih baik kamu segera antarkan minuman itu ke depan."


"Yakin pak, nggak apa-apa ini." Tunjuk Lisa kepada kemeja Syam.


"Iya...."


Lisa pun segera meraih nampan yang berisi minuman dan membawanya ke depan.


Sepeninggalan Lisa, Syam menyentuh dadanya yang sejak tadi berdegup kencang, saat Lisa mengelap kemejanya.


Kenapa jantung ini berdebar terus ya....


Tapi kalau di lihat lebih dekat, Lisa ternyata cantik juga.


Syam pun tersenyum mengingat wajah Lisa.


___________***__________


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


Salam sayang dari othor dan semangat terus puasanya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2