Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 69


__ADS_3

"Abang...." gumam Aisyah.


Aisyah yang melihat Marshall tengah berjalan berdua dengan Doni, langsung berlari menghampiri Marshall.


"Ais! mau kemana?" seru Hana, yang kini mengikuti langkah Aisyah. Sedangkan Aries tengah pergi ke toilet.


"Abang!!" teriak Aisyah.


Merasa ada yang memanggilnya, Marshall pun mengedarkan pandangannya dan tersenyum saat melihat Aisyah yang tengah berlari ke arahnya.


"Ais...." pekik Marshall dengan tatapan yang berbinar, karena bisa bertemu dengan Aisyah di tempat ini.


Aisyah terus berlari menghampiri Marshall. Karena suasana di mall cukup ramai, tubuh Aisyah pun tersenggol oleh pengunjung lain. Aisyah pun terjatuh dengan posisi lutut membentur lantai


Ais...." teriak Marshall dan langsung berlari menghampiri Aisyah yang tengah terjatuh.


"Abang...."pekik Aisyah. Marshall langsung membantu Aisyah duduk dan melihat lutut Aisyah yang sedikit mengeluarkan darah.


Aisyah menangis karena bagian lututnya terasa sakit, apa lagi sampai mengeluarkan sedikit darah.


"Ais, kenapa harus lari?"


"Karena Ais lihat Abang ada di sini, makanya Ais lari ngejar Abang," ucap Aisyah sembari meneteskan air matanya.


"Abang, lutut Ais sakit...." rengek Aisyah.


"Sini, biar abang tiupin."


Marshall pun meniup lutut Aisyah yang terluka, bahkan Marshall mengelap lutut Aisyah yang sedikit mengeluarkan darah menggunakan ujung kaosnya. Marshall terus meniup lutut Aisyah.


"Ais...."


Hana datang menghampiri keduanya, yang tengah duduk di lantai mall.


"Ibu...." rengek Aisyah.


"Tante Hana...."


"Kenapa dengan, Ais?"


"Ais terjatuh Tante," jawab Marshall.

__ADS_1


"Marshall...." panggil Doni.


"Ngapain, kamu bersama si Ais?" sentak Doni yang tak suka melihat Aisyah.


"Ais lari dan terjatuh, om. Lihat lutut Ais terluka, gara-gara ngejar aku," ketus Marshall dengan tatapan sinis.


"Ayo, naik ke punggung Abang, biar Abang gendong Ais," titah Marshall dan Aisyah pun menurut.


"Marshall nggak berat gendong, Ais?" tanya Hana.


"Nggak, kalau untuk Ais. Tadi tante lagi dimana?"


"Di restoran sana." Tunjuk Hana.


Marshall pun mengangguk dan berjalan beriringan bersama Hana. Sedangkan Doni terpaksa mengikuti Marshall dari belakang.


Siapa wanita itu? apa, ibu kandungnya si Ais? tapi cantik juga ibu kandungnya si Ais, sungguh menarik.


Doni terus memperhatikan Hana dari belakang dengan senyum smriknya.


Hana dan Marshall tiba di restoran tersebut. Marshall langsung menurunkan Aisyah dari gendongannya dan di bantu oleh Hana.


"Iya Tante, sama-sama."


Doni pun mendekati mereka dan berdiri di samping Marshall, akan tetapi pandangannya tetap ke arah Hana.


"Kamu siapanya, Ais?" tanya Doni.


"Aku ibunya Ais," jawab Hana.


Benar-benar cantik ibunya si anak pungut ini. Batin Doni.


Marshall yang melihat Doni yang terus-menerus menatap Hana langsung menarik ujung baju Doni.


"Ayo pulang," ajak Marshall.


"Nanti saja," jawab Doni.


Marshall mendengus dan tak suka kalau Doni terus-menerus menatap wajah Hana dengan tatapan seperti itu.


"Ais, Abang pulang dulu. Maaf, Abang nggak bisa menemani Ais lama-lama."

__ADS_1


"Kok, pulang sih Abang. Ais kan masih ingin bersama Abang," rengek Aisyah yang enggan di tinggal pergi oleh Marshall.


"Abang harus pulang. Abang janji bakal menemani Ais, tapi tidak untuk sekarang," ucap Marshall sembari melirik sinis kepada Doni.


"Abang jangan pulang dulu...." Aisyah pun kembali menangis.


"Maaf, Abang harus pulang dan Abang janji, kapan-kapan Abang bakal nemenin Ais."


Meski berat harus meninggalkan Aisyah, tapi Marshall harus melakukannya karena sejak tadi Marshall tidak suka dengan tatapan Doni terhadap Hana.


"Tante, Marshall pulang dulu ya."


"Iya...."


Marshall langsung meraih tangan Doni dan menarik tangan Doni untuk segera pergi dari hadapan Hana dan Aisyah.


"Abang...." panggil Aisyah sembari menangis.


"Sudah sayang, jangan menangis dong. Nanti kalau Ais sudah boleh sekolah, pasti bakal ketemu Abang." Rayu Hana.


"Tapi, Ais maunya Abang tetap disini...." ucapnya terbata-bata dengan air mata yang masih membanjiri pipinya.


Hana langsung membawa tubuh kecil Aisyah ke pangkuannya dan menghapus jejak air mata yang masih membasahi pipi Aisyah.


"Ais, kenapa?" tanya Aries yang baru tiba dari toilet.


"Ais, nggak mau di tinggal pergi sama Marshall. Makanya Ais nangis."


'Marshall, ada di sini?"


"Iya, tapi sekarang sudah pulang sama omnya."


Aries pun mengangguk dan tangannya mengelus kepala Aisyah.


"Mau di gendong sama ayah?" tawar Aries, dan Aisyah pun mengangguk.


Aries langsung menggendong Aisyah sembari mengelus punggung Aisyah. Karena lelah menangis, akhirnya Aisyah pun tertidur di gendongan Aries. Karena Aisyah tertidur, Aries memutuskan pesanan yang sudah di pesan minta di bungkus saja.


Hana dan Aries memutuskan untuk pulang saja, karena tidak mungkin mereka terus berada di mall sedangkan Aisyah sudah tidur.


"Abang...." ucap Aisyah mengigau memanggil Marshall.

__ADS_1


__ADS_2