
Aries sudah berusaha memejamkan matanya, tapi sampai detik ini dirinya belum juga bisa tidur. Aries menghela nafasnya, lalu pandangannya kini tertuju kepada anak dan istrinya yang sudah lebih dulu terbuai mimpi.
Hati Aries menghangat, melihat dua orang dalam hidupnya kini bisa dia jaga. Aries mengelus kepala Aisyah, dan berharap putrinya itu bisa menjadi wanita yang hebat dan juga kuat, kemudian Aries mencium kepala Aisyah, begitupun dengan Hana. Istri yang sangat di cintainya itu adalah wanita yang hebat karena berhasil melewati masa sulit dalam hidupnya.
"Semoga, keluarga kecil kita selalu dalam lindungan Tuhan. Jangan ada lagi orang yang ingin menghancurkan kebahagiaan yang sedang kita rasakan bersama. Ayah berharap, Ais selalu tersenyum ceria dan jangan ada lagi tangis penderitaan yang pernah Ais rasakan. Begitupun dengan istriku, aku akan berusaha membuat kalian selalu tersenyum bahagia. Ayah sayang Ais , juga sayang ibu."
Aries langsung memeluk Aisyah yang kini tidur di antara dirinya dan Hana.
***
Pagipun menyapa keluarga kecil tersebut, ketiganya saling merengkuh. Aisyah terbangun lebih dulu dan melirik ibunya juga melirik ayahnya yang kini tengah memeluknya. Aisyah tersenyum karena bisa merasakan kehangatan dalam keluarga yang sesungguhnya. Berbeda saat dirinya tinggal bersama Papa Adam. Aisyah hanya bisa merasakan kehangatan seorang papa tanpa hadirnya seorang ibu.
Tiba-tiba, Aisyah teringat dengan Marshall yang sudah beberapa minggu tidak berjumpa dengannya.
"Kapan bisa ketemu Abang lagi. Ais kangen ingin bermain bersama Abang lagi...." gumam Aisyah.
Aisyah pun bangun dan turun dari kasur, meninggalkan kedua orang tuanya yang masih terbuai mimpi.
Hana menggeliat dengan mata masih terpejam, tangannya meraba mencari Aisyah yang tidurnya berada di sampingnya.
__ADS_1
"Ais, kok berubah menjadi gede," gumamnya meraba badan Aries yang di sangka Hana adalah Aisyah. Hana masih malas membuka matanya, karena matanya berasa sangat lengket untuk membukanya.
Hana terus meraba badan Aries, dan kini tangannya tepat berada di belalai gajahnya Aries. Hana mengernyitkan dahinya saat tangannya tengah berada di atas belai Aries. Hana langsung membuka matanya, dan melirik tangannya yang masih berada di sana.
Hana membulatkan matanya, saat tahu apa yang sudah dirinya sentuh. Hana menarik tangannya dari belalainya Aries tapi, dengan cepat Aries menahan tangan Hana dan kembali meletakkannya di atas belalainya yang kini sudah on.
"Kamu harus tanggung jawab, sayang. Karena kamu, dia minta masuk sangkarnya." bisik Aries yang tengah menatap Hana dengan senyum mesumnya.
"Aku, nggak sengaja. Mana ku tahu kalau yang ku pegang itu belalai kamu," sahut Hana.
"Pokoknya kamu harus tanggung jawab, aku nggak mau tahu."
"Malam yang gagal, pagi pun penggantinya," cetus Aries yang langsung mengukung Hana dan membawa Hana berpetualang indahnya berpeluh bersama dan tak membiarkan Hana terlepas lagi dan berharap tidak ada pengganggu lagi, apa lagi Aisyah.
***
0
Hari ini keluarga Hana, akan kembali ke kampung halaman. Mereka semua tengah berkumpul di ruang keluarga hanya untuk berpamitan. Mama Soraya dan papa Erik juga sudah kembali dari rumah saudaranya.
__ADS_1
Hana tengah memeluk Ibunya. "Ibu, nanti kalau sudah sampai tolong kabarin, Na, terus jaga kesehatan ibu. Tolong jangan kerja yang berat-berat," imbuh Hana yang merasa berat hati melepaskan orang tuanya pulang kampung.
"Iya, lagian ibu kerja apa sih. Palingan bantuin bapak kamu garap sawah," jawab ibu Dumiya seraya mengelus kedua lengan Hana sembari tersenyum teduh. Kemudian ibu Dumiya menatap Aries yang berdiri di samping Hana.
"Aries, ibu titip Hana dan Ais sama kamu. Tolong jaga mereka dan jangan menyakiti anak dan cucu ibu. Ibu akan selalu doakan kalian, semoga keluarga kecil kalian selalu dalam lindungan Allah SWT, dan ibu berharap kalian bertiga selalu di beri kebahagiaan."
"Iya, Bu. Tanpa di mintapun Aries pasti akan menjaga Hana dan Ais. Ibu tenang saja, percayakan semuanya kepada Aries, Bu."
Kemudian tatapan ibu Dumiya teralihkan kepada sosok cantik yang tengah di gendong oleh Aries. "Ais, jangan nakal ya, jadilah anak yang selalu dibanggakan oleh ibu dan ayah." imbuh Ibu Hana. Aisyah pun mengangguk dan mencium pipi Ibu Dumiya begitupun dengan pak Rusli yang juga di hadiahi ciuman dari Aisyah.
Mereka semua, melangkah pergi dari ruang keluarga menuju depan rumah.
"Bapak titip Hana dan Ais, tolong jagain anak Bapak,dan juga tolong jangan sakiti Hana dan tuntunlah Hana menjadi istri yang baik," ucap pak Rusli.
"Itu, pasti pak! Aries pasti menjaga Ais dan juga Hana. Bapak tidak usah khawatirkan Hana dan Ais, mereka pasti akan saya jaga dengan baik."
"Bapak percaya sama kamu," ucap bapak Rusli seraya menepuk pundak Aries.
Ibu Dumiya dan pak Rusli, kini sudah meninggalkan rumah Aries, dengan rasa lega karena Hana sudah mendapatkan lelaki yang tepat.
__ADS_1