
Perkataan Aisyah bagai tersambar petir bagi Aries. Bagaimana tidak, perkataan Aisyah sukses membuat seorang Aries kalang kabut. Bahkan hasrat yang tadi begitu menggelora langsung menguap begitu saja.
Aries masih melongo menatap putrinya, yang kini tengah naik ke atas ranjang, bahkan Aisyah membawa tongkat baseball di tangannya.
Aries mendesah samar. Akibat perkataannya yang asal bicara, kini malah menjadi bumerang bagi dirinya. Aries hanya bisa mengusap wajahnya, berusaha meredam rasa geram terhadap Aisyah.
Ayo Aries, sekarang kamu harus berjuang merayu putrimu sendiri. Jangan biarkan Ais menjadi penghalang malam kedua ku menjadi gagal total.
"Ayo, semangat," gumam Aries seraya mengepalkan tangannya tanda menyemangati diri sendiri.
Sedangkan sang pelaku, sudah duduk manis di atas kasur. Dengan keadaan siap siaga menjaga sang ibu dari serangan drakula. Hana hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anaknya yang begitu memperhatikan dirinya.
Aries segera mendekati kedua wanitanya dan duduk di depan Aisyah. Dengan senyum manisnya, Aries akan mencoba merayu Aisyah agar kembali ke kamarnya.
"Ais, tidak usah khawatir. Ayah yang akan menjaga ibu dari serangan drakula itu. Lebih baik Ais balik lagi ke kamar, terus tidur dan lagian ini sudah malam. Bagi anak kecil seperti Ais, harus banyak istirahat dan nggak boleh tidur terlalu malam. Nggak bagus buat pertumbuhan anak kecil." Rayu Aries penuh kelembutan.
"Nggak! Ais nggak percaya sama ayah. Kemarin juga ayah nemenin ibu, tapi yang ada ibu merah-merah lehernya. Pasti pas digigit sama drakula leher ibu kesakitan, terus pas ibu di gigit lehernya ayah lagi apa? ayah pasti nggak jaga ibu dengan baik."
"Ayah ada kok. Ayah juga, tangkep drakula itu dan sekarang drakula nya sudah hilang dan nggak akan menggigit ibu lagi."
"O iya, drakulanya sudah hilang dan ayah yakin kalau drakulanya nggak akan balik lagi?" ujar Aisyah dengan rasa tidak percaya dengan perkataan ayahnya.
"Iya, sudah pergi. Benarkan, ibu Ais." Aries mengedipkan sebelah matanya kepada Hana. Hana pun mengangguk.
"Lebih baik, Ais balik ke kamar terus bobo lagi," titah Aries.
__ADS_1
"Tapi, ayah nggak bohong kan, kalau drakulanya sudah nggak ada?"
"Nggak ada, sayang. Percaya deh sama ayah, buat apa ayah bohongin anak ayah yang cantik ini," ucap Aries seraya mencubit hidung Aisyah.
"Baiklah, Ais balik kamar lagi."
Yes! Akhirnya aku berhasil mengusir Ais dari sini.
Aisyah pun turun dari kasur dan mengayunkan kakinya menuju pintu. Sedangkan Aries langsung tersenyum lebar dan bersorak-sorai karena berhasil merayu sang buah hatinya untuk kembali ke kamarnya.
Aries langsung berpindah tempat dan duduk di samping Hana dengan senyum terus mengembang di bibirnya.
"Siap-siap, sayang. Kita akan lanjut lagi...." bisik Aries kepada Hana, sedangkan Hana hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa balik lagi? Oh, pasti tongkatnya ke tinggalan ya, Nak?"
" Bukan," kata Aisyah yang kini mulai naik lagi ke atas kasur dan duduk sila di depan Aries dan Hana.
"Terus apa?" tanya Aries.
"Ais putuskan akan tetap berada di sini dan akan bobo sama ibu. Sekalian Ais jaga ibu, siapa tahu drakulanya balik lagi dan menyerang ibu. Ais kan tadi sudah bobo, jadi Ais belum mengantuk. Bolehkah ibu?"
Aries langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan ingin rasanya dirinya berteriak sekencang-kencangnya. Aries yang sudah berhasil merayu dan mengusir Aisyah dari kamarnya, justru membuat Aries kembali frustasi dan lebih mengenaskan.
"Sayang...." rengek Aries terhadap Hana, sedangkan Hana hanya terkiki-kikik melihat penderitaan suaminya itu.
__ADS_1
"Boleh nggak sih aku mencakar anak kita," sungut Aries, yang langsung mendapatkan pukulan dari Hana.
"Sembarang, awas saja kalau berani!" ancam Hana.
"Habisnya, Ais nggak mengerti keinginan ayahnya," bisik Aries seraya melirik Aisyah yang kini tengah mengambil remote televisi.
"Biarkan saja, lagian kita masih banyak waktu untuk melakukan yang kamu mau. Sesekali mengalah dan tidak akan merugikan kamu ini."
Aries langsung memeluk pinggang Hana yang sedang duduk sembari menyembunyikan wajah kesalnya dan sedang bersungut-sungut di dalam hatinya.
Waktu terus berjalan, dan Aisyah sampai pukul satu dini hari belum juga tertidur. Aisyah benar-benar menempati janjinya menjaga sang ibu dari drakula.
Bagaimana dengan Aries? Aries hanya bisa menatap sang buah hati dengan perasaan kesal, karena sampai jam segini, Aisyah masih terjaga.
"Ais, sayang. Ayo tidur, ini sudah larut malam. Sini, temani ibu bobo dan soal drakula, biar jadi urusan ayah. Lebih baik kita tidur saja."
"Baik, Bu."
Aisyah langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk Hana. Mereka berdua langsung meraih alam mimpi, sedangkan Aries hanya bisa menatap kedua perempuannya dengan tatapan nelangsa. Apa yang di inginkannya sejak tadi gagal total.
________***_______
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍
Salam sayang dari othor 😘😘
__ADS_1