Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 77


__ADS_3

Aries langsung ambruk di atas tubuh Hana. Nafas keduanya masih memburu. Aries tersenyum puas, karena apa yang di nginkannya sejak tadi, sudah terlaksana.


"Terima kasih, sayang," ucap Aries dengan suara yang tersendat-sendat.


"Hmm...." sahut Hana yang tak mampu membalas ucapan Aries.


Aries mengangkat kepalanya dan tersenyum memandangi wajah cantik sang istri yang sedang mengatur nafasnya, akibat pergulatan panas yang baru selesai. Kemudian Aries mencium kening Hana dan juga mencium bibir Hana sebentar.


Aries menarik diri dari atas tubuh Hana dan berguling ke samping Hana, lalu Aries merengkuh tubuh Hana yang masih berpeluh. Kulit yang bersentuhan dan juga Hana yang masih mengatur nafasnya, membuat bagian da da Hana naik turun. Mengakibatkan si belalai gajah Aries kembali dalam mode on.


"Yang...."


"Hmm ... kenapa?"


"Aku mau lagi, gara-gara bagian bukit kamu naik turun dan membuat dia kembali on."


"Ha!!" seru Hana yang tak percaya dengan perkataan Aries seraya membulatkan bola matanya.


"Kita baru saja selesai melakukannya!"


"Tapi, dia mau lagi dan ingin masuk ke sarang kamu lagi," ucap Aries sembari menujukan si belalai gajah yang sudah berdiri tegak dan siap tempur kembali.


Hana hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Menolak pun percuma, pasti Aries akan tetap memaksanya untuk kembali bergulat di atas ranjang.


Pada akhirnya, Aries kembali melakukannya dan mengajak Hana ke puncak nirwana untuk berpetualang indahnya dalam ber cinta.


***


Hana terbangun saat matahari sudah berada di puncak tertingginya. Aries yang sedang duduk tersenyum menatap sang istri yang baru bangun tidur. Aries menghampiri Hana dan duduk di tepi ranjang sembari mengusap pipi halus Hana.


"Sekarang jam berapa?"


Aries melirik jam di tangannya. "Jam dua belas lewat sepuluh menit," jawab Aries.


"Apa!!"


Hana terkejut dan langsung terduduk, mengakibatkan selimut yang menutupi tubuhnya merosot. Pandangan Aries tertuju kepada tubuh Hana yang kini berhias warna ke unguan yang menakjubkan.


"Waw! karya yang sangat indah," cetus Aries masih dengan memandangi tubuh bagian depan Hana.

__ADS_1


Hana yang belum sadar, mengikuti arah mata Aries terhadap tubuhnya.


"Ish ... dasar, di jaga tuh mata," sungut Hana sembari menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.


Hana beringsut ingin turun dari ranjang dan ingin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Mau kemana?" tanya Aries sembari menghalangi Hana yang akan turun dari kasur.


"Mau mandi lah dan berendam, tubuhku terasa remuk gara-gara kamu."


"Oh, aku akan izinkan kamu ke kamar mandi, asal rubah panggilan kamu ke aku, jangan panggil aku dengan nama lagi."


"Baiklah, kalau gitu aku panggil kamu, mas?"


Aries menggeleng, " Itu terlalu biasa, aku maunya yang sangat luar biasa."


"Akang."


"Nggak mau!" balas Aries cepat.


"Abang." Aries menggeleng cepat.


Aries mengedikan bahunya.


"Ya sudah, kalau begitu aku panggil 'Abay' saja."


"Abay?"


"Iya, itu kepanjangannya Abang sayang, gimana? Kamu suka?"


Aries pun menganggukkan kepalanya, " Aku suka," ucapnya sembari tersenyum.


Aries pun berdiri dan menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Hana.


"Eh, mau ngapain?"


"Membawa kamu ke kamar mandi, sayang. Jadi kamu tidak perlu jalan, biarkan suamimu ini melayani kamu."


Aries langsung mengangkat tubuh polos Hana ke kamar mandi dan Aries pun menyiapkan air hangat di bathtub.

__ADS_1


"Silahkan, berendam sayang," ucap Aries.


Hana segera masuk dan berendam untuk merilekskan tubuhnya yang terasa remuk. Sedangkan Aries duduk di tepian bathtub sembari memberi pijatan lembut di punggung Hana.


"Enak juga pijatan kamu,Bay," seloroh Hana seraya memejamkan matanya karena pijatan lembut Aries.


"Tentu saja enak, aku kan memijat kamu penuh dengan cinta," tukas Aries sembari memijat kedua bahu Hana. Hana tersenyum mendengar penuturan Aries.


Aries terus memijat tubuh Hana dari bahu turun ke pinggang dan naik lagi ke bahu. Aries menghentikan pijatannya dan berdiri, lalu Aries membuka seluruh pakaiannya. Hana menengok ke belakang karena Aries berhenti memijitnya. Hana membulatkan kedua matanya melihat Aries yang kini ikut masuk ke dalam bathtub dalam keadaan polos.


"Loh ..loh ... kok, ikut masuk?" tanya Hana gusar.


"Biar pijatannya lebih leluasa, sayang," jawab Aries santai.


Aries pun duduk di belakang Hana dan kembali memijat tubuh Hana. Sedangkan Hana sudah gusar di tempatnya. Sekitar lima belas menit Aries masih memijat Hana, dan membuat Hana bernafas lega, karena apa yang di pikirannya tidak terjadi.


Baru saja Hana bernafas lega, kini tangan Aries mulai bergerak ke bagian depan tubuh Hana dan mer mas bukitnya.


"Kok, jadi begini sih...."pungkas Hana.


"Biar pijatannya merata, sayang," bisik Aries tepat di telinga Hana, sedangkan tangan Aries yang satu lagi turun ke bawah perut Hana dan mengelusnya, juga memberi sentuhan yang akan membuat Hana lupa daratan.


"Stop!" seru Hana, "Aku tahu maksud kamu ini. Kamu bukan mau memijat aku lagi tapi minta yang lain."


"Tidak, sayang. Aku benar-benar memijat kamu dan akan melayani kamu dengan senang hati."


"Aku nggak percaya! Aries, aku mohon hentikan. Aku sudah sangat lapar," ujar Hana memelas.


"Aku juga lapar, sayang," yang di maksud Aries bukan lapar karena ingin makan tapi lapar yang lain.


Hana menggigit bibir bawahnya, saat tangan Aries yang di bawah perutnya sedang merayunya, sehingga membuat libido Hana naik. Hana benar-benar gusar di buatnya, Aries terus merayu tubuh Hana dengan sentuhan-sentuhan tangan Aries.


" Kenapa, sayang?" tanya Aries dengan suara beratnya.


"Aku...." Hana malu untuk mengungkapkannya.


"Aku apa?" bisik Aries seraya memberi ciuman kecil di telinga Hana.


"Aku ... aku ... mau kamu." Akhirnya Hana yang meminta duluan. Membuat Aries tersenyum lebar, apa yang sejak tadi di lakukannya sukses membuat Hana yang meminta lebih dulu, dan pada akhirnya mereka berdua melakukannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2