Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 39


__ADS_3

Selesai makan siang, Aries mengajak Hana singgah ke kantornya. Awalnya Hana menolak tapi Aries tak pantang menyerah, agar Hana mau ikut ke kantornya dan menemaninya bekerja.


Saat tiba di kantor Aries, tangan Hana di genggam oleh Aries dan tentu saja menarik perhatian para karyawannya, sebab selama ini tidak ada rumor kalau CEO mereka dekat dengan wanita manapun. Sedangkan Hana merasa risih, karena semua mata sedang memandanginya.


Hana mencoba menarik tangannya yang sedang di genggam oleh Aries, tapi yang ada malah semakin erat Aries menggenggam tangan Hana.


"Lepas, aku risih di lihatin sama karyawan kamu," bisik Hana.


"Biarkan saja."


"Tapi----"


"Kalau kamu banyak bicara, aku akan mencium kamu." tukas Aries.


Seketika mulut Hana bungkam dan tak melanjutkan omongannya lagi. Mereka sudah tiba di lantai paling atas, dimana letak ruangan seorang CEO.


Aries membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilahkan Hana masuk lebih dulu.


"Kamu tunggu di dalam saja," pungkas Aries.


"Di dalam mana?" tanya Hana, sedangkan Hana tidak melihat ruangan lain selain tempat kerja Aries dan toilet.


"Sini, cuman kamu yang tau ruangan rahasiaku, selain asisten pribadiku," ujar Aries seraya menarik buku yang ada di rak buku dan terbukalah sebuah pintu di balik lemari buku.


"Waw...." Takjub Hana, yang melihat sebuah ruangan di balik lemari buku dan ternyata sebuah kamar.


"Kamu sering tidur di sini?"


"Iya, itupun kalau sedang lembur, dan nggak pulang ke rumah. Biasanya aku tidur di sini."


"Sudah berapa wanita yang kamu bawa ke sini!" ucap Hana seraya menatap manik Aries.


Aries menyentil dahi Hana sembari tersenyum.


"Sakit tau...." gerutu Hana.


"Kamu lupa apa yang aku katakan sebelum masuk ke sini," tukas Aries.


"Siapa tau kamu pernah bawa perempuan lain dan mengajaknya tidur di sini!" ucap Hana ada nada cemburu.


Aries tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian Aries mendekati Hana dan berbisik di telinga Hana.


"Hanya kamu wanita yang aku ajak masuk ke sini dan hanya kamu wanita satu-satunya yang berhasil membuat aku jatuh cinta. Hana ... I Love you."


Jleb


Wajah Hana langsung merona, Hana memalingkan wajahnya ke arah lain karena Hana tak mau kalau Aries tau kalau wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Telunjuk Aries menyentuh dagu Hana dan mendongakkan kepala Hana, agar dirinya bisa menatap wajah cantik Hana.


Sedangkan jantung Hana semakin berdebar kencang saat di tatap oleh Aries secara intens. Hana berharap Aries tak mendengar degup jantungnya, apa lagi sekarang wajah Aries mulai mendekati wajahnya. Bahkan nafas hangat Aries menerpa kulit wajahnya.


Hana memejamkan matanya saat bibirnya Aries berhasil mendarat tepat di bibir ranum Hana. Tangan Aries yang bebas merangkul pinggang Hana dan menarik ke tubuhnya, sedangkan tangan satunya berada di tengkuk Hana.


Aries terus mengulum bibir Hana, meskipun Hana tak membalas ciumannya tak ayal membuat Aries berhenti mencium bibir ranum Hana.


Sedangkan Hana tak tahu harus berbuat apa, saat Aries sudah menguasai bibirnya, sedangkan kedua lututnya berasa lemas seperti tak bertulang. Untung tangan Aries merengkuh pinggangnya, sedangkan kedua tangannya mencengkram sisi baju Aries.


Aries terus mencium bibir Hana, bahkan sekarang Hana terbuai dengan ciuman Aries dan akhirnya Hana mulai membalas ciuman Aries. Membuat hati Aries tersenyum karena Hana membalas ciumannya.


Aries menghentikan ciumannya dan menarik wajahnya, kemudian mencium kening Hana. Sedangkan Hana tengah mengatur nafasnya yang tersengal karena Aries tak memberi jeda saat mereka berciuman.


"Istirahatlah, kalau kamu butuh sesuatu aku ada di depan." ucap Aries lembut sembari mengelus pipi Hana.


Hana hanya bisa mengangguk. Sebelum meninggalkan Hana, Aries kembali mencium bibir Hana cepat dan bergegas meninggalkan ruangan itu sebelum Hana mengomelinya.


Hana hanya mencibir dengan kelakuan Aries, kemudian Hana merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang menurutnya sangatlah empuk. Hana tersipu malu saat mengingatnya ciuman mereka, Hana meraih bantal dan menutup wajahnya karena malu mengingat dirinya terbuai dengan ciuman Aries.


Kali ini Aries bekerja penuh semangat, karena di temani sang pujaan hati. Sampai-sampai semua pekerjaannya cepat selesai, saking semangatnya. Aries melirik jam di pergelangan tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukkan sore hari.


Aries segera menemui Hana, karena dari tadi Hana tak keluar dari kamar rahasia Aries. Aries tersenyum lebar saat Hana masih tertidur dengan damai. Aries mendekati Hana dan duduk di sisi ranjang kemudian mengecup pipi Hana beberapa kali.


"Hana ... bangun, sayang." sembari mengelus pipi Hana.


"Ayo, bangun sudah sore. Apa kamu mau tidur di sini?"


Hana menggeliat dan mengerjapkan matanya, " Jam berapa sekarang?" tanya Hana.


"Jam empat sore," sambung Aries.


"Ayo, bangun dan cuci muka kamu," titah Aries.


Hana segera beranjak dari tempat tidur dan masuk ke toilet.


"Aku lapar," ucap Hana sembari menutup pintu toilet.


"Ayo kita cari makan."


***


Kini keduanya sudah berada di warung Sunda dan juga sudah memesan makanannya.


"Hana...."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku mau ajak kamu kenalan dengan kedua orang tuaku, apa kamu mau?"


Hana diam dan menatap wajah Aries. Hana tak tahu harus berkata apa, sedangkan statusnya hanya seorang janda.


"Apa nggak terlalu cepat?" ungkap Hana.


"Menurutku nggak, dan lagian aku sudah mantap memilih kamu menjadi pendamping hidupku."


"Aku takut kalau orang tua kamu menolak aku dan tak mau bertemu denganku, sedangkan status sosial kita sangatlah jauh."


"Kamu tenang saja, orang tuaku nggak seperti itu. Percaya sama aku."


"Beri aku waktu."


"Baiklah, aku nggak akan memaksa kamu. Tapi percayalah kalau aku serius sama kamu."


Selesai makan, Hana memilih untuk pulang. Saat Hana akan naik ke mobil, seseorang memanggilnya.


"Hana!" panggil seorang wanita.


Hana menengok dan mempertajam pandangannya saat seorang wanita memanggilnya. Wanita itu menghampiri Hana. Sedangkan Hana mengernyitkan dahinya dan mengingat siapa wanita yang sudah berdiri di hadapannya.


"Siapa ya?"


"Kamu sudah lupa sama aku."


Hana mencoba mengingat siapa wanita ini.


"Aku Diah, Na!" Ucap Diah.


"Diah?" cicit Hana sembari mengingat nama Diah.


"Iya, Diah. Orang yang dulu merebut Mas Anton dari kamu."


"Jadi kamu Diah, pacarnya Mas Anton?" tanya Hana, karena sekarang keadaan Diah jauh berbeda dengan dulu. Diah yang sekarang badannya kurus kering dan wajahnya tak terawat, sangat berbeda dengan dulu.


"Iya...."


"Kenapa kamu sangat berbeda dari yang terakhir aku melihatmu."


"Ceritanya panjang. Hana ada yang ingin aku bicarakan, ini tentang anak kamu."


Hana terdiam, kemudian Hana melirik Aries yang tengah menatapnya dari sebrang pintu mobil kemudi.


"Berapa nomor handphone kamu? nanti aku akan menghubungi kamu."


Diah segera menyebut nomor handphonenya. Setelah itu Hana berjanji akan segera menghubunginya. Karena Hana belum siap jika Aries tahu soal dirinya yang pernah punya anak dari Aries.

__ADS_1


__ADS_2