
Semenjak hadirnya Aisyah dan Hana di kehidupannya, Aries selalu ingin pulang lebih awal. Sebisa mungkin Aries menyelesaikan pekerjaannya yang bertumpuk-tumpuk. Dia ingin meluangkan waktu bersama calon keluarganya, terutama untuk Aisyah, putri tercintanya.
Seperti saat ini, Aries pulang lebih awal hanya ingin menemani Aisyah bermain dan meluluskan keinginannya yaitu pergi ke makam Adam, orang yang sudah sangat berjasa untuknya, karena sudah merawat Aisyah dengan penuh kasih sayang.
Kini mobil yang di kendarai olehnya, tiba di halaman rumah, dan segera Aries melangkah masuk ke dalam rumah. Aries langsung mencari keberadaan Aisyah.
"Bu, Ais mana?" tanyanya kepada ibu Dumiya yang tengah menonton tivi bersama dengan Pak Rusli.
"Di kamarnya bersama dengan Hana."
"Oh...." Sembari menganggukkan kepalanya dan juga melanjutkan langkah kakinya menuju kamar Aisyah.
Aries membuka pintu kamar Aisyah, yang ternyata sedang menggambar di temani oleh Hana.
"Lagi ngapain anak ayah?" Sembari menghampiri Aisyah yang sedang menggambar di lantai di temani oleh Hana.
"Eh ... ayah sudah pulang. Ais lagi gambar ayah, ibu, Ais dan juga bang Marshall," Aisyah menunjukkan hasil gambarnya kepada Aries.
"Waw! Gambar yang sangat bagus," puji Aries.
"Terima kasih, ayah." Aisyah pun mencium pipi kiri Aries.
"Sama-sama, sayang." Aries pun membalas mencium kepala Aisyah.
Sedangkan Hana yang ada di samping Aisyah hanya tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu, kemudian Aries berpindah tempat ke samping Hana.
Aries pun menopangkan dagunya di bahu Hana seraya melihat Aisyah tengah mewarnai gambar yang tadi di tunjukkan kepadanya.
"Hana, tadi kamu sangat cantik mengenakan kebaya dan gaun pengantin," bisik Aries masih dengan posisinya yang menopangkan dagunya ke bahu Hana.
__ADS_1
Hana mengernyitkan dahinya dan berpikir dari mana Aries tahu kalau tadi dirinya mengenakan kebaya dan gaun pengantinnya.
"Kamu tadi ke sana? Kok, aku nggak tahu?" tanyanya bingung.
Aries menggeleng, "Mama tadi melakukan video call saat kamu mengenakan baju kebaya dan gaun pengantin. Kamu tahu, kamu sangatlah cantik. Aku makin cinta sama kamu."
"Kalau aku nggak cantik, kamu nggak cinta dong sama aku," cetus Hana sedikit merajuk.
"Bagiku, kamu itu tetap cantik. Walau kata orang kamu biasa saja tapi bagiku kamu tetap yang paling cantik."
"Gombal...." cibir Hana.
"Serius, dua rius malah," timpal Aries.
"Ayah, bagaimana? Makin bagus nggak?" Tunjuknya pada gambar yang sudah di warnai.
"Wow!! Sangatlah cantik. Sama seperti anak ayah ini yang semakin cantik dan pintar," pujinya seraya mencubit hidung Aisyah gemas.
"Ais, sangat senang bisa kumpul sama ibu dan sama ayah, tapi sayang nggak ada bang Marshall disini. Ais jadi kangen sama Abang. Boleh nggak ayah, kalau Ais ke rumah Abang?"
"Boleh-boleh saja, tapi mamanya Abang mau nggak bertemu dengan Ais?"
Aisyah pun langsung tertunduk lesu, mengingat kembali perlakuan Marisa terhadapnya.
"Pasti Mama, nggak ngizinin Ais ya, yah?"
"Ayah ngga tau, sayang." seraya mengelus rambut Aisyah.
Aisyah kembali memeluk Hana, begitupun dengan Aries yang ikut memeluk keduanya. Ketiganya diam dan meresapi kehangatan yang mereka rasakan. Aries sangat-sangatlah bahagia bisa bersatu dengan dua wanita yang sangat berarti di hidupnya kini.
__ADS_1
"Ais, ayo siap-siap. Hari ini, ayah akan mengajak Ais ke makam papa Adam. Bukannya Ais ingin sekali ke makam papa Adam? Setelah dari makam papa Adam, kita langsung jalan-jalan ke mall."
Aisyah pun mengangguk dengan sangat antusias. Aisyah beranjak dari pangkuan Hana dan bersiap-siap untuk pergi ke makam papa Adam.
***
Kini, Aries, Hana dan Aisyah sudah berada di pusara Adam. Mereka bertiga langsung memanjatkan doa untuk Adam.
Aisyah mengelus batu nisan papa Adam dan menciumnya.
"Papa, Ais kesini mau bilang kalau Ais sudah bertemu sama ibu dan ayah. Ais senang karena ibu dan ayah sangat sayang sama Ais. Papa, Ais kangen sama papa. Semoga papa masuk surga. Ais akan selalu berdoa untuk papa, Ais sayang papa," ucap Aisyah sembari meneteskan air matanya.
Bagaimana pun, papa Adam tetaplah papa yang terbaik untuk Aisyah. Orang yang selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aisyah, meski kini sudah ada ayah Aries, tetap saja papa Adam yang terbaik bagi Aisyah.
Tuan Adam, terima kasih anda sudah begitu menyayangi putri saya. Saya berjanji akan menjaga Ais dengan sepenuh hati saya. Beristirahatlah dengan tenang dan semoga tuan Adam berada di surga, Aamiin. Batin Aries.
Terima kasih pak Adam, karena pak Adam sudah begitu menyayangi putriku yang lama menghilang dari hidup saya. Terima kasih, sudah menjaga Ais dan menyayangi Ais seperti anak kandung bapak sendiri. Saya hanya bisa mendoakan bapak, semoga bapak di tempatkan di sisi-nya, Aamiin.
Selesai ziarah ke makam papa Adam. Aries langsung mengajak Hana dan Aisyah ke mall. Mereka bertiga langsung menuju ke Timezone. Aisyah sangatlah senang, karena bisa bermain apa yang ingin Aisyah mainkan. Lama mereka berada di tempat bermain, sampai-sampai perut Aisyah keroncongan.
"Ayah, Ais lapar...."
"Ais lapar? Ayo, kita cari makan."
Aries langsung mengajak Aisyah dan Hana ke restoran, dan langsung memesan makanan. Saat sedang menunggu pesanannya. Aisyah melihat Marshall tengah berjalan dengan Doni.
"Abang...."
____________***_________
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya....
Jangan lupa like nya👍👍