Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 94


__ADS_3

Keesokan harinya, Aries mengajak keluarga kecilnya mencari oleh-oleh khas pulau tersebut. Aisyah dan Marshall sangat antusias memilih pernak-pernik khas pulau itu. Mereka memilih dari toko ke toko yang lain, hingga mendapatkan apa yang di inginkan. Sedangkan Hana masih memilih apa yang akan di beli, hingga pandangan tertuju ke sebuah gelang yang sederhana tapi cantik.


Hana tersenyum dan akan mengambil gelang tersebut, tapi sebelum mengambilnya seseorang lebih cepat mengambil gelang Incara Hana. Sehingga membuat Hana langsung muram melihat gelang yang diinginkannya lebih dulu di ambil orang lain.


"Sayang, apa sudah menemukan apa yang kamu cari?" tanya Aries.


"Sudah, tapi... keburu di ambil orang, sedangkan yang aku mau cuma ada satu."


"Coba kita cari di tempat yang lain."


"Baiklah," ucapnya sedikit kecewa.


Hana dan keluarga kecilnya pindah ke toko yang di sebelahnya. Hana kembali memilih mencari yang menurutnya menarik perhatiannya, tapi Hana tak menemukan apa yang menarik hatinya.


Akhirnya Hana mencari ke toko yang lain. Hana terus mencari dan pada akhirnya ada yang menarik perhatiannya yaitu sebuah kalung yang menurutnya unik tapi cantik. Hana segera mengambilnya dan membayarnya.


Setelah itu, Aries dan keluarga kecilnya singgah ke rumah makan khas pulau itu dan memesan menu Andalan rumah makan tersebut.


"Abay, aku mau ke toilet dulu."


Aries mengangguk dan kembali menjawab pertanyaan yang di lontarkan Aisyah dan Marshall.


Sesaat makanan mereka tiba dan di hidangkan di meja.


"Terima kasih, mbak," ucap Aries kepada pelayan tersebut.


"Iya, sama-sama. Silahkan di nikmati," ujarnya sopan.


"Ayo kita makan," ajak Aries kepada kedua anaknya.


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menepuk pundak Aries.


"Aries...."


Aries langsung memutarkan tubuhnya dan menatap orang yang memanggilnya. Aries menautkan kedua alisnya, mencoba mengingat orang yang berdiri di hadapannya.


"Kamu Aries Yanuar Heryanto kan?" tanyanya.


"Iya...." seraya menganggukkan kepalanya.


"Kamu lupa sama aku."


"Sebentar," pungkas Aries yang sedang mengingatnya.


"Aku Nadia Ervina, mantan kamu waktu kita masih duduk di bangku SMA."

__ADS_1


"Ah... aku baru ingat. Apa kabar kamu," seru Aries seraya tersenyum simpul dan mengulurkan tangannya kepada Nadia.


"Baik," jawabnya seraya berjabat tangan dengan Aries.


Di saat itulah, Hana datang dan menatap perempuan yang tengah berjabat tangan dengan suaminya.


"Bay...."


"Eh... sayang."


Hana menatap perempuan itu, dengan tatapan sedikit tidak suka.


"Dia siapa?" tanya Nadia menunjuk Hana.


"Dia istriku," jawab Aries. " Sayang, kenalkan dia Nadia teman sekolah aku waktu SMA."


Hana dan Nadia saling berjabat tangan.


"Lebih tepatnya aku mantan pacarnya Aries," ujarnya seraya tertawa kecil.


"Aku pergi dulu, soalnya aku sudah ada janji sama seseorang," pamit Nadia seraya tersenyum manis dan mengelus lengan berotot Aries.


"Iya, silahkan," jawab Aries yang juga membalas senyuman Nadia.


Sepeninggalan Nadia, Hana memasang wajah tak bersahabat kepada Aries. Apapun yang Aries bicarakan, Hana hanya menjawab Hmm.


"Aku nggak kenapa-napa," jawabnya sedikit ketus.


"Ais, ibu kenapa jadi dingin sikapnya sama ayah?" bisik Aries kepada putrinya.


"Ayah punya salah kali sama ibu."


"Perasaan, ayah nggak punya salah sama ibu."


"Ada," timpal Marshall yang sedang mengunyah makanannya.


"Apaan?"


"Tante tadi," jawab Marshall.


"Maksud Abang, teman ayah."


Marshall hanya mengangguk dan kembali fokus kepada makanannya. Aries melirik Hana yang sedang cemberut sembari mengunyah makanannya. Kemudian Aries tersenyum kecil melihat Hana yang ternyata sedang cemburu.


***

__ADS_1


Cemburu Hana masih berlanjut hingga tiba di villa. Setelah menidurkan Aisyah, Hana masuk ke kamarnya dan mendapati Aries sedang tersenyum memandangi ponselnya.


Hana memicingkan matanya, menatap Aries. Rasa cemburu yang sejak tadi bersarang di hatinya semakin bertambah, apa lagi Aries tidak meliriknya. Aries masih sibuk berbalas pesan dengan seseorang dengan senyum terus mengembang di bibirnya.


Dengan kesal Hana berjalan ke arah balkon, Hana menghela nafasnya dengan rasa kesal. Hana berdiri menatap hamparan laut yang gelap dengan ditemani cahaya rembulan.


Hana memejamkan kedua matanya, berusaha meredam rasa cemburu di hatinya. Dari belakang Aries melingkarkan kedua tangannya di perut Hana dan mencium pundak Hana, kemudian berpindah mencium pipi Hana.


"Kenapa dari tadi wajah kamu di tekuk terus. Apa ada masalah?"


Hana diam, tak menyahuti omongan Aries yang kini tengah mengulum senyumnya. Kemudian Aries memutarkan tubuh Hana dan menatap wajah cantik istrinya.


"Jika ada sesuatu yang membuat hati kamu kesal, lebih baik segera di bicarakan, jangan memendamnya."


Hana mendengus menatap Aries, sedangkan Aries menaikkan kedua alisnya, menunggu Hana berbicara.


"Nadia mantan kamu!"


"Iya, kenapa?"


"Dia cantik, kenapa putus sama dia."


Aries tersenyum. "Dia hanya masa lalu dan nggak penting buat aku. Lagian seingat aku dia sudah menikah sama salah satu teman SMA ku. Dengar ya sayang, mantan pacar hanya sebuah masa lalu yang tak penting untuk di kenang, dan kamu adalah masa depan aku yang sangat penting di hidupku jadi jangan pernah ragukan cintaku hanya karena masa lalu aku datang dan membuat hubungan kita tidak baik-baik saja."


"Jika masa lalu kamu mengusik rumah tangga kita bagaimana?"


"Ya... tinggal kita menghadangnya lalu kita hempaskan ke laut," jawab Aries.


"Kalau kamu tergoda?"


"Aku nggak akan tergoda sama perempuan manapun, karena hati aku sudah terinstall atas nama kamu dan tidak bisa di hapus dari sini." Aries menunjukkan dadanya.


"Disini cukup satu nama yang terukir dan bertahta yaitu Hana Azzuhra yang sampai sekarang masih mampu menggetarkan hati seorang Aries Yanuar Heryanto."


Hana hanya mencibir perkataan Aries.


"Kamu nggak percaya? Apa perlu aku membelah dadaku."


"Terus, barusan kamu lagi chattingan sama siapa?"


"Lagi chattingan sama Aditya." Aries menunjukkan isi chatting dengan sahabatnya itu.


"Ck, karena hari ini kamu sudah membuat aku cemburu, kamu perlu di hukum."


Hana langsung mendorong tubuh Aries dan menariknya ke atas ranjang, kemudian Hana menghukum Aries dengan cara berpeluh bersama dan tentunya Hana yang mengendalikan permainannya, sedangkan Aries hanya menerima hukuman dari Hana dengan senang hati.

__ADS_1


________***_______


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


__ADS_2