Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 105


__ADS_3

Hana terbangun karena mendengar kegaduhan di kamar rawatnya. Hana tersenyum melihat semua orang terkasihnya kumpul hanya untuk melihat kedua anak kembarnya yang kini tengah di gendong oleh Mama Soraya dan papa Erik.


Hana melihat kebahagiaan di wajah kedua mertuanya itu, apalagi mendengar suara tangisan si kembar membuat kedua mertuanya semakin gemas kepada si kembar yang kini menangis kencang.


Suasana semakin heboh dengan celotehan Aisyah yang kekeuh ingin menggendong sang adik. Aisyah tidak memperdulikan tangisan sang adik, yang terpenting bagi dirinya bisa menggendong adik kembarnya itu.


Oek... Oek... Oek.....


"Cup... cup... cup... jangan nangis ya. Kan Dede sudah dipangku sama kakak. Kakak sayang sama Dede, jadi jangan nangis," Celoteh Aisyah berusaha menenangkan tangisan sang adik perempuannya yang kini tengah berada di pangkuannya sembari menepuk-nepuk paha adiknya dengan lembut.


Hana tersenyum melihat Aisyah yang begitu sangat menyayangi adik-adiknya.


"Sayang... "


Aries mendekati Hana dan duduk di tepi ranjang sembari menatap wajah cantik Hana. Aries mengelus pipi Hana dan tersenyum kepada wanita yang semalam sudah berjuang melahirkan kedua anaknya dengan selamat.


"I love you my wife...." bisik Aries kemudian Aries mencium kening Hana lama sembari meneteskan air matanya yang kini membasahi keningnya Hana.


"Kenapa menangis?" tanya Hana heran melihat suaminya menangis.


"Terima kasih, kamu sudah berjuang melahirkan si kembar. Terima kasih, karena kamu sudah banyak memberi warna dalam hidupku, yang sebelumnya aku tak pernah merasakan rasa bahagia seperti sekarang ini. Bagiku kamu adalah pelangi hidupku."


Aries menarik tangan Hana dan membawanya ke bibirnya.


Oek Oek Oek


"Dede nya lapar, Ais," kata Desi, sepupu Aisyah.


Dengan berat hati Aisyah membiarkan adiknya di ambil oleh Mama Soraya dan membawanya ke Hana untuk segera memberi ASI nya.


Hana tersenyum melihat Aisyah yang kini tengah mengerucutkan bibirnya karena tak rela adik perempuannya di ambil dari pangkuannya, tapi kemudian papa Erik mendekati Aisyah dan duduk di samping Aisyah dan menyuruh Aisyah memegangi dot susu milik adik lelakinya di itu. Tentu saja Aisyah senang dan tersenyum ceria lagi, saat adik laki-lakinya begitu kuat menyedot susunya.


"Aries, apa kamu sudah memberikan nama untuk si kembar?" tanya papa Erik.


"Sebenarnya, aku belum menentukan nama untuk si kembar."

__ADS_1


"Oh, kirain sudah," sambung papa Erik yang kini tengah menatap cucunya yang sedang meminum susunya.


"Kok bau ya...." ungkap papa Erik.


"Opa mungkin kentut," kata Aisyah.


"Nggak! Opa nggak kentut."


Aisyah mengendus bokong adik laki-lakinya itu, dan Aisyah langsung menutupi hidungnya.


"Si Dede kayanya buang air besar," cetus Aisyah.


"Pantesan bau...." ujar papa Erik.


Ibu Dumiya langsung mengambil baby boy dari pangkuan papa Erik dan segera mengganti popoknya yang terkena kotoran baby boy. Aisyah terus saja memperhatikan neneknya mengganti popok baby boy sembari berceloteh menanyakan ini dan itu.


Tok tok tok


Hasan datang bersama istrinya dan juga anak pertamanya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Hasan sembari mengelus kepala Hana.


"Baik kak, cuma sedikit pegal-pegal." ungkap Hana sembari tersenyum menatap wajah kakaknya itu.


"Namanya juga habis melahirkan, pastilah pegal-pegal," timpal Rossiyana, istri kakaknya.


"Nanti biar sama ibu di pijit. Ibu kan paling jago soal pijit memijit," cetus pak Rusli.


Kini Hana tengah di kelilingi oleh keluarganya. Mereka semua sangat bahagia melihat Hana menemukan kebahagiaannya bersama Aries dan Aisyah. Apalagi sekarang di tambah si kembar yang ikut melengkapi kehidupan Hana.


Senyum keluarganya terus tersungging memperlihatkan betapa bahagianya sekarang dan tidak ada lagi kesedihan seperti dulu saat Hana bersama dengan Anton.


Rossiyana mengambil baby girl dari pangkuan Hana dan membawanya duduk dekat ibu mertuanya yang juga tengah menggendong baby boy.


Aisyah duduk di antara neneknya dan uwanya. Aisyah begitu senang melihat kedua adiknya yang kini tengah tertidur. Aisyah tak henti-hentinya mencium pipi kedua adiknya.

__ADS_1


Kini lengkap sudah kebahagiaan Hana bersama Aries. Aries menggenggam tangan Hana dan mengelus punggung tangan Hana lembut. Rasa bahagia benar-benar membuat Hana sampai Hana menitikkan air matanya.


Hana menatap semua anggota keluarganya dan mereka semua tengah tertawa bersama dengan obrolannya masing-masing.


"Ibu...." panggil Marshall yang baru tiba dari turnamen basketnya.


Marshall menyalami semua anggota keluarganya dan tidak ketinggalan Hana dan Aries. Marshall langsung memperlihatkan mendali emas kepada Hana dan Aries, karena team basketnya memenangkan kejuaraan antarklub.


"Wah... anak ibu hebat," ujar Hana bangga seraya mengacungkan jempol.


Aries tersenyum sembari mengacak-acak rambut Marshall. "Ini namanya anak lelaki ayah yang hebat."


Marshall langsung memeluk Aries, lalu pandangannya mengarah ke adik kembarnya. Marshall langsung menghampiri si kembar dan tidak lupa menciumi pipi si kembar bergantian.


"Ade kembar mirip ayah semua," cetus Marshall.


"Nggak!! keduanya mirip Ais," timpal Aisyah yang tak setuju jika kedua adiknya mirip sang ayah.


"Mirip ayah, Ais."


"Mirip Ais, Abang!" kekeuh Aisyah.


"Mirip ayah!!" kekeuh Marshall yang tak mau mengalah.


"Iiihh... Abang mirip Ais! pokoknya mirip Ais, titik!!"


"Mirip ayah kok." Marshall terus berucap seperti itu.


Seketika Aisyah menangis dan memukul Marshall yang tak mau mengalah terhadapnya. Akibat tangisan Aisyah, kini si kembar ikut menangis karena terganggu dengan tangisan Aisyah yang kencang. Sedangkan Marshall hanya tertawa dan terus meledek Aisyah yang terus menangis.


___________***__________


Bagaimana puasanya, masih semangat dong.


Apa ada yang mau kasih nama buat si kembar. Soalnya ayah Aries belum kasih nama buat si kembar.

__ADS_1


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2