Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Bonchap 7


__ADS_3

Aries, Hana, dan si kembar tiba di rumah, setelah seharian menghabiskan waktunya di luar sana demi membahagiakan Adelia dan Adelio. Mereka pulang membawa cake kesukaan Aisyah, yaitu cheese cake.


Adelia dan Adelio langsung berteriak memanggil nama kakaknya yang saat ini tengah makan malam bersama Marshall. Adelia langsung menyambar paper bag yang berisi cake dari tangan Hana, dan berlari membawanya ke hadapan kakaknya itu.


"Kakak Ais ini Yaya bawa kek kecukaan na kakak." Adelia langsung meletakkan cake tersebut di atas meja makan.


"Terima kasih, Yaya," seru Aisyah yang langsung tersenyum dan memeluk adik perempuannya itu. Aisyah langsung membuka paper bag dan mengeluarkan isinya.


"Wah, cheese cake!"


Aisyah tersenyum lebar, kemudian Aisyah berjalan ke arah dapur untuk mengambil pisau cake dan Aisyah kembali ke meja makan, ternyata di meja makan sudah ada kedua orang tuanya. Aisyah kembali duduk di kursi yang tadi, segera Aisyah memotong cake tersebut. Potongan cake tersebut langsung di gigit dan Aisyah merasakan kelembutan cheese cake tersebut.


Kok, cheese cake ini... rasanya hampir sama kaya cake yang sering di beli papa.


Tiba-tiba ingatannya kembali ke masa di mana dirinya selalu memakan cheese cake bersama papa Adam di balkon di temani secangkir teh buatan Bi Nunik.


Marshall yang saat ini tengah bercanda dengan Adelio melirik Aisyah yang kini terlihat sedih.


Kenapa Ais terlihat sedih? perasaan tadi terlihat ceria tapi kenapa sekarang mendadak berubah?


Marshall terus memperhatikan Aisyah yang kini menyusut kedua matanya yang terlihat sedikit basah oleh air mata.


"Abang, ayo mayin aghi," ucap Adelio sembari menarik tangannya.


"Iya...."


Meski sambil bermain dengan Adelio, tatapan Marshall terus mengarah ke Aisyah. Marshall selalu peka terhadap perubahan Aisyah karena selama ini mereka selalu menghabiskan waktunya bersama-sama sedari kecil.


Pasti ada sesuatu yang membuat Ais sedih? tapi apa ya?


Tanya Marshall di dalam hatinya.


"Ibu... ayah... Ais ke atas dulu ya."


"Iya, nak," jawab Hana sembari mengelus lembut lengan Aisyah. Hana pun kembali melanjutkan obrolannya dengan Aries.


Aisyah berjalan ke arah tangga yang di ikuti oleh tatapan Marshall.


"Abang,ayo lahjut," kata Adelio.


"Mainnya nanti lagi ya, de. Abang baru ingat, kalau Abang punya PR."


"Yaaahhh...." Adelio kecewa dan mengerucutkan bibirnya.


"Nanti kalau Abang sudah selesai, abang datang ke kamar Iyo dan menemani Iyo bermain. Bagaimana?"

__ADS_1


"Hhmmm... oke deh, aphi Abang jaji ya...." ucapnya dengan tatapan polos.


"Iya, Abang janji. Abang ke atas dulu ya."


Adelio mengangguk dan Marshall pun beranjak dari duduknya, berjalan menaiki tangga. Sampai di atas, Marshall langsung mencari Aisyah di kamarnya dan ternyata kosong.


"Ais dimana ya?"


Marshall mencoba mencari ke arah balkon dan ternyata benar Aisyah tengah duduk di ayunan rotan sembari memandangi fotonya bersama papa Adam.


Marshall mendekati Aisyah dan menatap Aisyah lembut.


"Ais, kenapa? apa yang membuat Ais sedih?" tanya Marshall tapi Aisyah tak menjawab.


Aisyah langsung memeluk perut Marshall yang kini berdiri di hadapannya seraya menumpahkan tangisannya di perut Marshall. Marshall mengelus rambut panjang Aisyah yang kini tengah menyembunyikan wajahnya di perutnya.


Marshall membiarkan Aisyah menangis, menumpahkan kesedihan yang tengah di rasakannya.


Aisyah menarik diri dari Marshall dan menyusut matanya yang basah. Marshall berlutut di hadapan Aisyah dan menatap wajah sembab Aisyah, kemudian Marshall mengambil foto yang sedari tadi di pegang oleh Aisyah. Marshall pun memandangi foto tersebut.


"Ais kangen sama papa...." ucap Aisyah sembari sesegukan.


"Tadi... pas makan cheese cake yang di bawa oleh Adelio, rasanya sama persis seperti cake yang sering di beli oleh papa. Biasanya Ais sama Papa selalu memakan cheese cake bersama di balkon rumah dengan minumnya teh hangat buatan Bi Nunik."


Marshall berdiri dan duduk di samping Aisyah. Tangan Marshall menarik kepala Aisyah untuk bersandar di pundaknya sembari mengelus kepala Aisyah.


"Iya, bang."


"Sekarang sudah malam, lebih baik Kita istirahat karena besok kita harus sekolah."


Aisyah mengangguk pelan. Marshall bangun dan berjongkok di depan Aisyah.


"Ayo, Abang akan antar Ais ke kamar," ucapnya lembut.


Aisyah langsung naik ke punggung Marshall dan Marshall menggendong Aisyah membawa ke kamarnya Aisyah.


Tiba di kamar, Aisyah turun dari punggung Marshall dan langsung merebahkan tubuhnya. Marshall menarik selimut menutupi tubuh Aisyah sampai dada.


"Selamat istirahat dan semoga mimpi indah," tutur Marshall seraya mengelus kepala Aisyah.


"Tidurlah, Abang akan menjaga Ais sampai Ais tidur."


Aisyah mengangguk dan memejamkan matanya dengan Marshall yang terus mengusap kepala Aisyah.


________***_______

__ADS_1


Ini hanya pemanis saja dan semoga tidak ada yang protes.



Aries





Hana





Aisyah





Marshall





Adelia dan Adelio




Bonus foto ayah Aries.


__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


__ADS_2