Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 27


__ADS_3

Ketiga lelaki itu tersenyum smrik, karena posisi Hana yang tak bisa lari dari kepungan mereka. Salah satu di antara lelaki itu maju dan menarik tangan Hana secara paksa seraya tertawa. Tubuh Hana langsung di rengkuh oleh lelaki yang menariknya.


" Lepas!!" Jerit Hana dengan derai air mata.


Justru ketiga lelaki itu semakin tertawa lantang. Semakin Hana memberontak, justru semakin erat lelaki itu merengkuh tubuh Hana.


Hana terus memberontak dari rengkuhan lelaki itu, bahkan Hana terus menjerit dan meminta tolong tapi sayang tempat yang sepi dan juga tamaram membuat ketiga lelaki itu semakin senang.


"Ayo, kita bawa dia ke sana," tunjuknya.


Hana di seret ke semak belukar, yang bahkan keadaan semakin sunyi dan cukup gelap hanya di terangi rembulan.


Tangis Hana semakin menjadi, tatkala satu di antara ketiga lelaki itu mulai membuka resleting celananya. Ketiga lelaki itu semakin tertawa senang dan pastinya akan membawa kepuasan tersendiri.


Kedua tangan Hana sudah lebih dulu di jagal oleh kedua temannya. Tetapi Hana terus memberontak dan berteriak meminta tolong.


"Lepaskan!!, tolong!!" Jerit Hana.


"Hahaha ... nggak akan ada yang mendengar teriakan kamu cantik," seloroh si rambut gondrong sembari tangan satunya menjepit dagu Hana.


" Jangan berisik cantik, kita akan bersenang-senang," kata lelaki yang sudah membuka resleting celananya dan akan bersiap mendekati tubuh Hana dengan seringai jahatnya.


Bugh


Lelaki yang siap menerkam Hana lebih dulu terhuyun tubuhnya karena punggungnya di tendang oleh seseorang dari arah belakang.


Lelaki yang sudah membuka resleting celananya menengok ke belakang di ikuti dengan tatapan kedua temannya.


" Lepaskan dia!" Hardik Aries yang sudah berdiri menantang ketiga lelaki ba ji ngan itu.


"Siapa kamu!, berani-beraninya mengganggu kesenangan kami!" Bentak lelaki yang akan lebih dulu menggagahi Hana.


"Nggak perlu tahu siapa saya, lebih baik lepaskan wanita itu."

__ADS_1


"Ck, nggak akan kami lepaskan." Bantahnya.


" Tolong aku...." lirih Hana dengan tatapan memohon.


" Aku akan menolongmu, Hana."


"Hadapi kami dulu, jika kamu menginginkan wanita itu."


"Ayo maju." Tantang Aries tanpa gentar.


Kini Ketiganya maju melawan Aries. Ketiganya terus melawan Aries, meski Aries hanya sendiri melawan mereka tapi Aries mampu menangkis setiap gerakan dari lawan, Aries dengan mudah mengalahkan ketiga lelaki itu, bahkan satu di antara mereka sudah ada yang tumbang. Kini tinggallah dua lelaki pecundang yang harus Aries kalahkan.


Bugh Bugh Bugh


Pukulan dan tendangan terus Mereka layangkan, tapi dengan mudah Aries menghajar dan menangkis kedua lelaki itu, bahkan Aries tahu dimana titik lemah para musuh. Hingga keduanya mampu Aries kalahkan.


"Cuman segitu kemampuan kalian," ejek Aries seraya menggelengkan kepalanya melihat ketiga lelaki itu terkapar seraya memegang bagian yang sakit.


"Ayo, maju lagi." Aries kembali menantangnya.


"Ayo kita pergi dari sini," ajak si gondrong kepada kedua temannya yang sudah babak belur.


Ketiganya segera pergi dengan langkah tergopoh-gopoh. Sedangkan Hana dari tadi hanya menangis seraya menekuk kedua lututnya. Rasa takut jelas mendominasi diri Hana, apalagi dirinya hampir saja di lecehkan untuk kedua kalinya sama orang yang tak di kenalnya, bahkan ini lebih fatal.


Setelah ketiga lelaki itu pergi, Aries segera mendekati Hana yang sedang menangis.


"Kamu nggak papa?" tanya Aries.


"Aku takut...." gumam Hana di sela tangisnya seraya menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya.


"Tenanglah, nggak usah takut, mereka sudah pergi," ujar Aries.


Ingin rasanya Aries merengkuh tubuh Hana, tapi dia tak berani merengkuh tubuh Hana yang sedang ketakutan itu. Perlahan tangan Aries terulur menyentuh punggung Hana yang sedang bergetar karena tangisannya, di usapnya lembut punggung Hana dan berharap bisa menenangkan Hana dari rasa takut.

__ADS_1


" Ayo kita pergi dari tempat ini," bujuk Aries lembut.


Aries membantu Hana bangkit dan memapah keluar dari tempat itu. Aries terus mengusap punggung Hana hingga mereka tiba di depan mobil Aries.


Aries segera membuka pintu mobilnya untuk Hana, " Masuklah," titah Aries.


Hana masuk dan duduk, meski air matanya masih terus membanjiri kedua pipinya. Aries sudah duduk di depan kemudi dan membawa mobilnya ke kontrakan Hana.


Kini mobil yang di kendarai oleh Aries sudah tiba di depan mulut gang kontrakan Hana. Aries terlebih dulu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Hana.


"Terima kasih...." ucap Hana sesaat turun dari mobil.


"Sama-sama, boleh aku mengantar kamu sampai depan kontrakan kamu," pinta Aries ragu-ragu, tapi tanpa di duga Hana mengangguk pelan, sehingga membuat hati Aries langsung di hinggapi ratusan kupu-kupu di hatinya.


Kini keduanya beriringan melangkah ke kontrakan Hana. Aries sesekali melirik wajah kuyu Hana dan pikirannya melayang ke masa lalu, yang betapa bejatnya dulu merenggut kesuciannya.Hingga tanpa sadar langkahnya terhenti, tepat di depan kontrakan Hana.


"Terima kasih, sudah mengantarkan aku," ujar Hana tulus.


"Iya...." sahutnya.


"Masuklah, ini sudah malam dan sekali lagi aku minta maaf," sambung Aries dengan pandangan lembut.


Hana tak menjawab perkataan Aries, Hana memilih segera masuk ke kontrakannya dan meninggalkan Aries sendiri di depan kontraknya. Bukannya Hana tak mau memaafkan Aries tapi hatinya belum siap untuk sakit kesekian kalinya hanya gara-gara lelaki.


Aries terus menatap punggung Hana hingga menghilang tertutup pintu, hatinya gamang melihat Hana yang belum mau memaafkan dirinya. Aries menghela nafasnya dan berharap usahanya mendapatkan pintu maaf dari Hana tak sia-sia.


Aries mengadahkan pandangannya ke langit malam, mencoba mengenyahkan semua beban di hatinya.


"Aku nggak boleh menyerah, aku harus tetap berjuang agar Hana benar-benar memaafkanku."


____


Terima kasih, masih setia menunggu cerita ini up.

__ADS_1


Maaf lama updatenya.


Salam sayang 😘😘


__ADS_2