Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 106


__ADS_3

Aisyah yang masih menangis langsung berlari ke arah Hana yang tengah terbaring di ranjang. Aisyah pun naik ke ranjang di bantu oleh Aries. Aisyah yang menangis sesegukan langsung memeluk Hana dan membenamkan wajahnya di dada Hana.


"Sudah, jangan nangis," kata Hana lembut sembari mengusap punggung Aisyah yang belum mau berhenti menangis.


"Tapi Abang nakal, Bu. Dede kembar kan mirip Ais kan, Bu?" adu Aisyah.


"Iya, itu kan adiknya Ais. Pastilah mirip kakak Aisyah yang cantik ini."


"Nggak! Adik kembar mirip ayah," timpal Marshall yang kini menghampiri Hana dan Aisyah.


"Ibu...." rengek Aisyah.


"Abang...." seru Hana, memperingati Marshall agar berhenti meledek Aisyah.


"Sudah-sudah, jangan bertengkar. Nggak kasihan apa sama adik kembar, nanti adik kembarnya ikut menangis lagi," seloroh Aries yang kini duduk di kursi dekat ranjang Hana dan Marshall langsung bergelayut di punggung Aries sembari menjulurkan lidahnya kepada Aisyah.


"Mirip ayah," ucap Marshall tanpa suara kepada Aisyah.


"Ibu... Abang nggak mau ngalah sama Ais."

__ADS_1


"Abang Marshall!!" sentak Aries.


"Ya iya Abang diam."


Marshall pun akhirnya bungkam dan tidak meledek Aisyah lagi. Setelah perdebatan dengan Marshall, suara tangis Aisyah pun mulai tak terdengar. Hana melirik Aisyah yang masih nemplok di atas tubuhnya dan tersenyum melihat Aisyah kini tertidur di atas tubuhnya. Hana mengelus punggung Aisyah lembut, sedangkan Marshall memilih bermain game di handphonenya Hana, sembari tiduran di atas sofa.


Sedangkan para orang tua, Aris juga yang lainnya keluar mencari makan siang di kantin rumah sakit. Kini Hana hanya di temani oleh kakaknya, karena Hasan enggan keluar mencari makan.


Hasan duduk di kursi dekat ranjang Hana, dan menatap wajah sang adik yang kini terlihat jelas bahwa hidup adiknya itu sudah bahagia.


"Mas, bisa angkat Ais. Agar Ais tidurnya tidak di atas tubuh Na," pinta Hana kepada kakaknya, karena Hana tak tega melihat Aisyah yang tidurnya di atas tubuhnya.


"Mas senang melihat kehidupan Na sekarang. Suami kamu benar-benar menyayangi Na dengan tulus. Mas bisa melihat betapa cintanya Aries terhadap Na dan sekarang mas lega, karena adik mas bisa hidup bahagia bersama orang yang tepat. Mas berharap kamu dan Aries terus hidup bersama dan mampu menjalani biduk rumah tangga sampai tua nanti."


"Aamiin...." jawabnya Hana sambil tersenyum.


"Semoga rumah tangga Na selalu sakinah, mawadah, warahmah."


"Aamiin, istirahatlah, mas akan menjaga Na. Jika nanti si kembar bangun, mas akan bangunin Na."

__ADS_1


"Iya mas...."


Hana langsung memejamkan matanya, sembari memeluk Aisyah yang sudah terlelap di sampingnya. Hasan membenarkan selimut yang di gunakan Hana dan memberi kecupan di kening Hana dan juga Hasan mencium pipi Aisyah.


Mas lega, karena adik mas sudah ada yang menjaganya. Mas selalu berdoa, semoga kehidupan kalian baik-baik saja, dan mas berharap tidak ada lagi air mata kesedihan seperti dulu. Mas juga berharap tidak ada lagi yang memisahkan kalian lagi. Sudah cukup kepahitan yang sudah di alami kalian berdua dan sekarang berbahagialah karena kalian berdua layak mendapatkan kebahagiaan ini.


Hasan kemudian bangkit dan mendekati Marshall yang sedang bermain game di atas sofa. Hasan mendudukkan dirinya di sofa single dan Hasan merogoh handphonenya di saku celana. Hasan membuka grup WA dan ada yang menarik perhatiannya di salah satu chatting dari temannya.


" Innalilahi wainailaihi rojiun, Anton meninggal karena luka tembak saat akan kabur dari penjara," gumam Hasan yang ternyata di dengar oleh Aries yang kini sudah kembali dari kantin.


"Siapa yang meninggal?" tanyanya sembari meletakkan nasi bungkus di atas meja dan duduk di dekat Marshall yang kini tidak sambil tiduran lagi.


"Anton, mantan suaminya Hana."


"Oh...." jawab Aries.


"Aku sudah tahu kalau si bajingan itu sudah meninggal dari Syam asisten pribadiku," sambungnya lagi.


"Semoga saja Anton di lapangkan kuburnya dan di ampuni segala dosa-dosanya," lanjut Hasan.

__ADS_1


"Aamiin, mudah-mudahan."


__ADS_2