
Hana yang melihat Adelio berlari dengan wajah di tekuk, segera menyusulnya. Hana akan mencoba berbicara pelan-pelan ke Adelio.
Hana membuka pintunya dan melihat Adelio tengah duduk sila menghadap ke jendela dengan kedua tangannya di lipat di dadanya. Hana mendekati Adelio dan duduk di samping Adelio. Tangan Hana terulur menyentuh kepala Adelio lalu mengusapnya lembut. Adelio masih memasang muka cemberutnya, saat Adelio melirik Hana yang tengah menatapnya dengan tatapan teduh dan lembut.
"Iyo...." panggil Hana lembut.
Adelio langsung membuang mukanya, tapi Hana langsung membawa tubuh Adelio ke dalam pangkuannya.
"Ibu akan tetap sayang sama Iyo dan sayangnya ibu ke Iyo nggak akan berubah sedikitpun. Walaupun nanti Ade bayinya lahir, ibu tetap sayang sama Iyo, sama Yaya, sama kakak Ais dan juga sama Abang Marshall. Ibu akan tetap sayang sama anak-anak ibu."
"Aphi Iyo tetep ndha sukha kayau Iyo puna dede bayi aghi!"
"Kenapa Iyo nggak suka punya Ade bayi? Ade bayi itu lucu loh."
"Anthi Iyo akal di tuekhin cama ibu, kayau dede bayi na tudah kelual dan ibu akal melatihin Dede bayi ajah dan Iyo ndha di cayang aghi cama ibu," ucapnya sembari merengutkan wajahnya dengan bibir mengerucut.
"Ibu nggak akan cuekin Iyo. Tadi ibu sudah bilang kalau ibu tetap sayang sama Iyo tetap memperhatikan Iyo dan mana mungkin ibu pilih kasih sama anak-anaknya ibu. Apalagi Iyo anak yang pintar, hebat dan kuat, mana mungkin ibu nggak sayang sama Iyo," ucap Hana penuh kelembutan sembari mengelus kepalanya Adelio.
"Aphi...."
"Coba lihat Abang sama kakak, meskipun Abang sama kakak punya adik yaitu Iyo dan Yaya tapi ibu tetap sayang kan sama Abang dan kakak dan ibu nggak cuekin Abang sama kakak. Begitupun sama Iyo dan Yaya, ibu bakal sayang sama Iyo. Harusnya Iyo senang akan punya adik baru."
"ibu jaji akan tetep cayang cama Iyo?" ucapnya dengan tatapan polos. " Ibu ndha akan bo'ongin Iyo?"
"Ibu janji, bakal sayang terus sama Iyo sampai kapanpun, bahkan sampai Iyo sudah besar. Ibu akan tetap sayang sama Iyo."
__ADS_1
"Jaji ya, ibu...." Adelio langsung mengangkat jari kelingkingnya ke hadapan sang ibu.
"Ibu janji," jawab Hana dengan senyuman dan juga menautkan jari kelingkingnya ke kelingking Adelio.
"Iyo, cayang cama ibu ugha cama ayah. Iyo, ugha cayang kakak, Abang, Yaya, Oma, opa. Poko na Iyo cayang cemua na, cayang na banak," ucapnya sembari membuat lingkaran besar saat mengatakan banyak.
Hana langsung mencium pipi Adelio. " Itu baru anak ibu yang pintar," seru Hana sembari mengangkat jempolnya.
Adelio pun tersenyum, kemudian memeluk Hana dan tidak lupa menciumi seluruh wajah Hana. Mereka berdua pun tertawa bersama.
"Kami juga sayang sama Iyo!!" seloroh Aisyah, Marshall, Adelia dan Aries.
Mereka semua masuk dan memeluk Hana juga Adelio bersama-sama.
"Jadi ibu benar sedang hamil lagi?" tanya Marshall yang kini merebahkan tubuhnya di atas kasur sembari menarik Adelia untuk ikut merebahkan tubuhnya.
"Banyak banget Abang punya adiknya," cetus Marshall.
"Memangnya kenapa?" tanya Aries.
"Nggak kenapa-napa? Abang sih senang-senang saja punya banyak adik." Sembari menggelitik Adelia dan Adelia pun tertawa terbahak-bahak.
"Dengar ya, Abang itu anak yang paling besar di sini. Abang harus bisa memberi contoh yang baik buat adik-adik Abang dan Abang harus bisa menjaga adik-adik Abang." Nasehat Aries.
"Siap bos!" ucap Marshall sembari hormat kepada Aries.
__ADS_1
"Celang Abang!!" ajak Adelio ke Adelia untuk menyerang Marshall.
Marshall langsung di serang oleh kedua adiknya menggunakan bantal.
"Ampun...!!" seru Marshall yang mendapat serangan dari si kembar.
Aries dan Hana menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya yang pada rusuh, bahkan kini ranjang yang mereka tempati langsung berantakan.
Di balik pintu, mama Soraya mengintip anak dan cucunya yang sedang berkumpul di kamarnya. Mama Soraya terharu melihat kebersamaan keluarga kecil Aries dan tak menyangka jika kehidupan anaknya benar-benar sudah menemukan kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya.
"Ma...."
"Papa...."
"Kenapa berdiri di situ?"
"Mama lagi lihatin mereka." Tunjuknya kepada keluarga kecil Aries yang kini sedang menguasai kamarnya dan terdengar tawa renyah cucu-cucunya.
"Mama lega sekarang, anak kita Aries sudah menemukan kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya. Mama pikir dulu Aries tak menyukai lawan jenisnya karena terlalu lama menjomblo, tapi sekarang anak kita sudah banyak memberikan kita cucu yang selama ini kita impikan."
"Mama benar, papa juga bahagia melihatnya. Ayo kita ke depan saja."
Mama Soraya pun mengangguk dan mengikuti langkah papa Erik.
________***________
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍