
Pagi ini, Aries berencana menemui Anton di kantor polisi di temani oleh Syam. Aries ingin memastikan kalau Anton benar-benar membusuk di dalam penjara.
"Aku berangkat dulu dan ingat jangan pergi kemanapun tanpa aku. Kalau kamu butuh sesuatu, kamu tinggal menyuruh para bodyguard yang selalu standby di depan kamar Ais. Aku nggak mau kejadian kemarin terulang lagi," ujar Aries kepada Hana.
"Ya, aku akan ingat pesan kamu. O iya, aku sudah mengabari orang tuaku soal kita dan orang tuaku akan secepatnya datang kesini."
Aries pun mengangguk. "Semoga, kedua orang tua kamu merestui hubungan kita dan kita bisa berkumpul bersama seperti yang kita harapkan. Terutama Ais yang ingin sekali memiliki seorang adik."
"Bisa nggak sih jangan bilang soal keinginan Ais dulu. Lebih baik kita fokus kepada kesembuhan Ais dulu," sungut Hana.
Aries pun tersenyum menanggapi Omelan Hana. "Aku sudah tidak sabar lagi, ingin segera menikahi kamu. Semoga tujuan kita terlaksana dengan baik, tanpa ada gangguan dari manapun." imbuhnya seraya menarik tubuh Hana kedalam pelukannya dan mencium kepala Hana.
"Aku berangkat dulu," pamit Aries dan mencium kening Hana. Kemudian Aries melangkah mendekati Aisyah yang masih tertidur pulas.
"Cepat sembuh sayang." Kemudian Aries mencium kening Aisyah. Setelah itu Aries meninggalkan kamar inap Aisyah, dan berangkat ke kantor polisi bersama Syam.
Sepeninggalan Aries, Aisyah terbangun dari tidurnya dan menatap ke arah pintu dengan tatapan muram. Membuat Hana menjadi bingung dengan wajah Aisyah yang tiba-tiba berubah muram.
"Anak ibu kenapa jadi murung gitu?"
"Ais kangen sama Abang. Kenapa Abang nggak datang ke sini lagi, Bu?"
"Abang kan harus sekolah. Sebentar lagi kan mau ujian kenaikan kelas, jadi Abang nggak bisa menemani Ais disini," pungkas Hana seraya mengelus rambut Aisyah. Tidak di pungkiri, keberadaan Marshall sangat berarti bagi Aisyah yang memang selalu ada untuk Aisyah.
***
"Syam, apa kamu sudah urus si lelaki brengsek itu? Aku nggak mau kalau dia bebas dalam waktu cepat. Kalau bisa biarkan dia selamanya di dalam penjara," pungkas Aries sembari berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.
__ADS_1
"Baik tuan, saya akan usahakan kalau lelaki itu akan selamanya berada di penjara," sahutnya.
"O iya, apa kamu sudah usut siapa yang sudah menabrak tuan Adam?" tanyanya tanpa menengok Syam yang sedang berjalan di sampingnya.
"Sudah tuan, dan ternyata yang menabrak tuan Adam adalah Doni."
"Apa! Doni? orang tua Marshall." Aries menghentikan langkah kakinya dan menengok ke arah Syam.
"Iya tuan," seraya menganggukkan kepalanya.
"Dan Doni juga seorang bandar narkoba. Dia menyembunyikan barang tersebut di suatu tempat tapi pihak polisi tidak dapat mengendusnya, karena Doni sangat pandai menyembunyikan barang-barang tersebut."
"Cih, tak ku sangka, ternyata dia seorang bandar narkoba," cibir Aries.
"Apa perlu kita laporkan ke polisi?"
"Nanti kita bicarakan lagi soal itu, sekarang kita harus fokus ke lelaki brengsek itu." Ucap Aries geram.
***
"Saudara Anton, ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap polisi yang berjaga di sana.
"Siapa?"
"Nanti juga anda akan tahu."
Anton pun segera menemui orang yang ingin menemuinya. Anton berharap orang yang ingin menemuinya adalah malaikat yang akan mengeluarkan dirinya dari dalam dinginnya jeruji besi. Tapi angan-angan Anton tak tercapai saat Anton sudah berhadapan dengan orang yang sudah mengirimnya ke dalam penjara.
__ADS_1
Anton mendengus melihat Aries yang terlihat tenang. Anton hanya bisa mengumpat dalam hati dan menatap wajah Aries sinis.
Anton pun duduk di sebrang Aries dengan tatapan tajam, seolah siap mencabik musuhnya.
"Ngapain datang kesini!" ucap Anton ketus seraya memalingkan wajahnya kesal.
Aries tak menjawab pertanyaan Anton.
"Bagaimana? Apa kamu betah tinggal disini?" tanyanya mengejek Anton dengan senyum jumawa.
"Ck, jika kamu datang hanya untuk mengejek saya, lebih baik anda pergi dari hadapan saya!" Ketus Anton yang muak melihat Aries.
"Aku datang kesini cuma mau mengatakan, kalau kamu siap-siap berlama-lama berada di dalam penjara. Orang seperti kamu pantas mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan sejak dulu. Sejak kamu memisahkan Aisyah dengan Hana, oh ralat sejak kamu mulai menyiksa Hana!" ucap Aries penuh dengan penekanan dan tatapan Aries terlihat begitu nyata kalau dirinya sangat marah dengan apa yang sudah di perbuat oleh Anton di masa lalu terhadap Hana.
"Emang anda siapanya Hana? Apa jangan-jangan Anda para lelaki hidung belang yang selalu menikmati tubuh si wanita murahan itu!"
"Stop! Jangan pernah kamu merendahkan Hana. Kamu saja yang tak memiliki mata hati, sehingga kamu hanya melihat dari sudut pandang kamu yang belum tahu kebenarannya."
"Jika anda hanya untuk mengatakan si murahan itu, lebih baik anda pergi dari sini. Saya tidak Sudi melihat anda ada di hadapan saya."
"Tanpa di suruh pun aku akan pergi dari sini. Aku datang kesini hanya memastikan kalau kamu akan benar-benar membusuk di dalam penjara dan jangan harap kamu bisa keluar dengan mudah dari sini. Ingat itu baik-baik!"
Anton hanya bisa memendam api amarahnya, dia tak mungkin menghajar Aries di depan polisi, yang ada dia benar-benar akan membusuk di penjara selama-lamanya.
________***________
Jangan lupa tinggalkan like 👍👍
__ADS_1
Kalau boleh kembangnya juga🤭🤭
Salam sayang dari othor 😘😘