Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Bonchap 8


__ADS_3

Waktu pun terus bergulir, usia kehamilan Hana sudah sembilan bulan, Tapi kehamilan Hana yang sekarang sedikit berbeda, bayi yang di kandung Hana mengalami sungsang dan juga air ketuban Hana sedikit keruh. Dokter pun menyarankan Hana untuk segera melakukan operasi Caesar, karena air ketubannya sedikit keruh. Jika melahirkan secara normal takut bayinya akan keracunan dan itu sangat berbahaya bagi sang jabang bayi.


Akhirnya Hana memutuskan melahirkan anak ke empatnya secara Caesar, di temani oleh Aries yang selalu siap siaga berada di samping Hana. bahkan selama proses persalinannya, Aries tidak melepaskan genggaman tangannya terhadap Hana.


Aries terus membisikkan kata semangat untuk Hana, Aries terus mencium puncak kepala Hana selama proses operasi Caesar berlangsung. Hingga tiba dimana terdengar suara yang sangat melengking memenuhi ruangan operasi.


Oek Oek Oek


"Alhamdulillah, sayang... Anak kita sudah lahir," ucap Aries yang langsung mencium kening Hana.


Hana tersenyum, dan berucap syukur karena persalinannya berjalan dengan lancar. Dokter mengangkat bayinya dan memperlihatkan kepada Hana dan Aries.


"Halo, Bunda... Ade sudah lahir...." Kata dokter sembari mengangkat bayi Hana.


Hana tersenyum bahagia, karena bayi yang dilahirkannya dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan apapun.


"Terima kasih sayang... Terima kasih," ucap Aries seraya mencium seluruh wajah Hana.


Oek Oek Oek


"Aku mau lihat anak kita dulu," kata Aries tersenyum bahagia mendengar suara tangisan bayinya yang berjenis kelamin laki-laki.


Aries segera melangkah mendekati bayinya dengan rasa bahagia dan tidak lupa Aries mengabadikannya lewat video. Aries menyentuh jemari bayinya dengan senyum sumringah.


Setelah di bersihkan, Aries segera mengadzani bayinya, setelah itu bayinya di bawa ke atas dada Hana.


***


Semua keluarga kecil Aries sudah kumpul di ruang rawat Hana, termasuk mama Soraya dan papa Erik. Sedangkan orang tua Hana, tidak bisa datang karena ibunya Hana tengah sakit.

__ADS_1


Bayi laki-laki yang belum di kasih nama itu tengah di pangku oleh Aisyah yang di dampingi oleh Mama Soraya. Senyum Aisyah tak pudar dari bibirnya saat melihat adiknya yang begitu lucu.


Adelio mengerucutkan bibirnya karena melihat perhatian semua orang hanya tertuju kepada adik barunya itu dan merasa dirinya tersisihkan. Hana yang melihat Adelio, langsung menyentuh tangan Aries yang kini tengah menyuapinya.


'Kenapa sayang?" Tanya Aries yang sedang menyendokkan nasi dan dan sayur di piring.


"Tolong bawa Adelio ke sini," jawab Hana.


"Baiklah."


Aries menyimpan piring di atas nakas dan mendekati Adelio yang hanya duduk diam sembari memperhatikan Aisyah dan adik barunya itu.


"Iyo, sini sayang." Aries langsung mengangkat tubuh Adelio dan membawanya kepada Hana, kemudian Adelio di dudukan di samping Hana.


"Iyo, kenapa diam saja?" Tanya Hana lembut sembari mengelus kepala Adelio.


Adelio hanya menggelengkan kepalanya pelan. Hana tersenyum melihat Adelio yang diam saja.


Adelio menggelengkan kepalanya lagi. "Kenapa nggak mau lihat Ade bayi. Iyo tau nggak Ade bayinya mirip sama kakak Iyo, Iyo mau lihat?"


"Emang milip cama Iyo?"


"Iya, sangat mirip sama Iyo. Dari matanya, bibirnya, hidungnya, pokoknya semuanya mirip sama Iyo," kata Hana.


"Ayah, boleh Ade bayinya di bawa ke sini," pinta Hana.


"Tentu saja."


Aries segera mengambil bayinya dari pangkuan Aisyah dan membawanya ke Hana yang langsung di pangku oleh Hana.

__ADS_1


"Lihat... Mirip Iyo kan?" tunjuk Hana.


Adelio memperhatikan adiknya itu yang kini tengah tersenyum dan hal itu membuat Adelio ikut tersenyum dan tidak mengerucutkan bibirnya lagi.


"Boleh Iyo gendong?"


"Boleh...."


Hana memindahkan baby boy ke pangkuan Adelio. " Ade bayinya lucu kan? Sama kayak kakak Iyo yang lucu dan juga ganteng." Rayu Hana agar Adelio tidak manyun lagi dan juga tidak cemburu melihat adiknya itu.


Baby boy nya menggeliat di pangkuan Adelio sembari mengerjapkan kelopak matanya, dan hal itu sukses membuat Adelio tersenyum melihat adiknya itu.


"Kakak Iyo, sayang kan sama Ade bayinya?"


Adelio langsung mengangguk kecil sembari tersenyum menatap wajah adiknya yang memang sangat mirip dengan Adelio.


"Ade bayi na, nama na ciapah?" Tanya Adelio.


"Namanya Andreo," jawab Aries.


"Nama na milip Iyo."


"Iya, makanya kakak Iyo harus sayang sama Ade Andreo, dan nggak boleh manyun lagi," ucap Hana dan di jawab anggukkan.


Aisyah, Marshall, dan Adelia mendekati Adelio dan memeluknya bersama, sembari berkata. " Kami saya Iyo...."


________***_______


Selesai....

__ADS_1


Untuk cerita Aisyah dan Marshall di tunggu saja ya, Insyaallah akan rilis, tapi othor belum tau kapan waktunya. Pokoknya di tunggu saja....


Maaf jika di dalam cerita ini banyak sekali kekurangan dan juga tidak begitu menarik, tapi othor tetap mengucapkan banyak terima kasih karena sudah bersedia meluangkan waktu kalian untuk membacanya, terutama yang sudah memberikan jempolnya, gifts atau vote.


__ADS_2