
"Bagaimana, dok?" tanya Aries serius.
Dokter tersebut menatap Aries dan Hana bergantian. Sedangkan Hana tengah merasakan jantungnya berdegup kencang, menanti jawaban sang dokter. Hana langsung menggenggam tangan Aries, bahkan Aries merasakan telapak tangan Hana sedikit berkeringat.
Aries mengelus punggung tangan Hana, mencoba memberi ketenangan. Aries juga merasakan hal yang sama seperti yang Hana rasakan saat ini, walau wajah Aries berusaha tetap tenang.
Dokter tersebut tersenyum kepada Hana dan Aries. "Selamat pak. Istri anda saat ini memang tengah mengandung dan usia kandungannya sudah memasuki lima Minggu," tutur sang dokter yang bernama dokter Sinta, sembari tersenyum hangat kepada Aries dan Hana.
Deg
Jantung Hana serasa berhenti berdetak, tatkala mendengar penuturan dokter Sinta. Tanpa terasa air matanya menetes membasahi bantal, kemudian Hana menatap suaminya itu dengan perasaan yang sangat teramat senang. Hana tersenyum menatap wajah Aries yang kini juga tengah menatapnya.
Aries juga tak kalah bahagia mendengar apa yang di katakan oleh dokter. Aries tersenyum sumringah saat menatap wajah cantik Hana, yang kini Hana tengah menangis sembari menggenggam tangannya Aries erat. Aries menundukkan kepalanya dan mencium kening Hana.
"Kamu hamil, sayang. Apa yang kita harapkan terwujud," bisik Aries sembari menghapus air mata Hana. Aries kembali menegakkan tubuhnya, menatap calon buah hatinya yang kini tengah tumbuh di rahim sang istri tercinta.
"Coba bapak dan ibu tebak, ada berapa titik di layar monitor ini," ujar dokter Sinta yang kini tengah mengarahkan alat USG ke sebuah titik kecil.
Aries langsung memperhatikan layar monitor itu dengan seksama, kemudian Aries mengernyitkan dahinya saat pandangannya melihat titik kecil sebesar biji buah apel di layar monitor itu dengan tatapan kagum melihat calon buah hatinya.
"Apa bapak melihat ada beberapa titik?"
"Ada dua dok," jawab Aries dengan tatapan bingung, kemudian pandangannya teralihkan dari layar monitor ke dokter Sinta.
"Ya betul. Ada dua titik yang artinya istri bapak sedang mengandung anak kembar."
"Serius dok!" ujar Aries tak percaya.
Deg deg deg.
Debaran jantung Hana semakin meningkat, dan Hana membekap mulutnya tak percaya. Hana berpikir apa yang di dengarnya hanya sebuah mimpi belaka, tapi Hana bisa merasakan kehangatan tangannya yang kini tengah merasakan hangatnya bibir Aries.
__ADS_1
"Bay...." lirih Hana.
"Kembar?" tanya Hana tak percaya menatap wajah Aries yang tangah tersenyum.
"Iya, kembar. Kita akan mendapatkan anak kembar," ujar Aries berkaca-kaca dan Aries kembali mencium tangan Hana.
Dokter Sinta ikut bahagia melihat Hana dan Aries yang kini tengah terharu. Dokter Sinta membereskan alat USG dan meletakkan di dekat layar monitor.
Hana bangun di bantu oleh Aries, kemudian Hana turun dari kasur dan berjalan ke kursi yang berhadapan dengan dokter. Setelah itu dokter Sinta memberikan resep obat untuk Hana.
"Jangan sampai lupa di minum vitaminnya agar kehamilan ibu semakin kuat dan janinnya sehat."
"Baik dok," jawab Hana sembari menganggukkan kepalanya.
Setalah itu, Hana dan Aries undur diri dari hadapan dokter Sinta dan melangkah ke apotik, untuk menebus obat.
***
"Aku bahagia sekali dan tak menyangka kalau keluarga kecil kita akan hadir calon anak kembar di tengah-tengah keluarga kecil kita. Ais pasti akan sangat senang, karena keinginannya memiliki seorang adik kini terwujud," tutur Aries yang tersenyum bahagia.
"Iya, aku juga tak menyangka." sembari mengusap perutnya yang masih rata. Setelah itu Hana langsung memejamkan matanya, karena rasa kantuk menyerang Hana.
Kini Aries sudah tiba di rumah dan membuka seatbeltnya, kemudian Aries memiringkan tubuhnya menatap wajah Hana yang masih terlelap. Aries membelai wajah Hana, lalu Aries mencondongkan tubuhnya untuk mencium pelipis Hana.
Hana terbangun merasakan hangatnya bibir Aries yang tengah mencium pelipisnya. Tangan Hana terangkat menyentuh rahang tegas Aries yang kini mulai di tumbuhi bulu-bulu halus di sepanjang garis rahang.
Hana tersenyum menatap wajah Aries yang kini juga tengah menatapnya. Hana berinisiatif mencium bibir Aries lebih dulu dan tentunya Aries menyambut ciuman Hana.
Ciuman yang awalnya lembut kini semakin menuntut, bahkan Aries begitu rakus mencium bibir Hana. Bahkan lidah mereka saling berbelit, mendorong dan saling meng ulum.
Suara desa han halus Hana terdengar merdu di telinga Aries, saat ciuman itu berlanjut semakin liar. Bahkan kini tangan Aries sudah berada di atas dada Hana dan mere masnya.
__ADS_1
Hana membuka matanya dan berusaha menghentikan ciuman panjangnya dengan Aries. Hana sedikit menjauhkan wajahnya dari Aries dan menyadarkan Aries.
"Stop...." lirih Hana seraya menutup bibir Aries dengan jemarinya. "Jangan di teruskan, kita masih di dalam mobil."
Seketika Aries tersadar dan segera memposisikan duduknya dengan benar.
"Maaf, aku lupa."
"Iya, ayo kita turun," ajak Hana dan Aries pun mengangguk.
Keduanya kini melangkah masuk ke dalam rumah dan Aisyah tengah menunggu kedatangannya dengan senyum menghiasi bibirnya.
"Ayah dan ibu habis dari mana?"
"Coba tebak, ayah dan ibu bawa kabar bagus buat Ais," tutur Aries sembari mendudukkan Aisyah di pangkuannya.
"Kabar bagus apa?"
Aries menarik tangan Aisyah dan meletakkan tangan Aisyah di atas perut Hana. Aisyah menatap bingung kepada ayahnya.
"Di sini, di perut ibu sudah ada adik bayi. Calon adik Ais."
Aisyah membulatkan matanya dan mengerjap- ngerjapkan matanya dengan mulutnya sedikit terbuka.
"Ais bakal punya adik?"
________***________
Sebagai othor yang baik, othor kabulkan permintaan para readers yang meminta Hana hamil anak kembar.
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍
__ADS_1
Salam sayang dari othor 😘😘