Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 57


__ADS_3

Marshall pulang di antar oleh pak Harto, supir pribadi Aries. Sejak keluar dari area rumah sakit, mobil yang di kendarai oleh pak Harto di ikuti oleh mobil lain. Tapi pak Harto tidak menyadari jika mobilnya tengah di ikuti oleh mobil lain. Sedangkan Marshall, tengah tertidur di kursi belakang.


Setelah melewati lampu merah, mobil mereka di selip oleh mobil yang mengikuti mereka, dan berhenti melintang menutupi jalur mobil yang akan di lewati pak Harto.


Pak Harto langsung mengerem mobilnya, karena mobil tersebut menghalangi jalannya. Pak Harto melihat orang tersebut keluar dari dalam mobil tersebut, membuat pak Harto mengernyitkan dahinya.


" Siapa mereka? Kenapa menghalangi jalannya?" gumam pak Harto, yang bingung melihat empat orang mendekati mobilnya.


Tok tok tok


Mereka menggedor pintu mobil, sehingga membuat Marshall terjaga dari tidurnya.


" Woy!! Buka pintunya!"


Mereka berempat masih terus menggedor pintu mobil, sedangkan Marshall yang baru bangun tidur bingung dengan apa yang terjadi.


"Pak! Ada apa ini? Siapa mereka?" tanya Marshall bingung.


"Bapak juga tidak tahu, den. Den Marshall tetap disini, biar bapak hadapi mereka."


"Iya, pak. Saya takut," ucap Marshall yang ketakutan melihat orang-orang terus menggedor pintu mobil mereka tanpa henti.


Pak Harto membuka pintu mobilnya, dan menatap satu persatu orang tersebut.


"Siapa kalian, kenapa kalian menghalangi jalan saya,"ungkap Harto.


"Serahkan anak yang ada di dalam mobil anda!" Jawab salah satu orang di antara mereka.


"Kalian menginginkan anak itu?"


"Iya!!" jawabnya cepat.


"Kenapa kalian menginginkan anak itu?"

__ADS_1


"Ini bukan urusan kamu! Lebih baik serahkan anak itu kepada kami,"


"Saya tidak akan menyerahkan anak itu kepada kalian!" Tegas pak Harto.


"Sepertinya anda ingin kami hajar, ayo kita hajar saja orang ini," ucap yang memiliki tato di lehernya.


Pak Harto tidak takut, jika harus melawan mereka semua. Asal Marshall selamat dari empat orang jahat itu.


Ke empat orang itu mulai mengajar Pak Harto seorang diri. Pak Harto terus melawan dan menangkis setiap tinju dan tendangan yang mengarah kepadanya. Bahkan pak Harto mampu mengalahkan satu orang tersebut.


Meski pak Harto mampu mengalahkan satu orang, Pak Harto harus melumpuhkan tiga orang lagi. Pertarungan semakin sengit mengingat mereka bertiga kewalahan mengajar pak Harto yang hanya seorang diri. Saat pak Harto tengah menghajar yang memiliki tato di lehernya, dari arah samping, satu di antara mereka mengeluarkan pistolnya dan menembak ke arah kaki pak Harto.


Door


"Aahh...." Pak Harto mengerang, karena tertembak di bagian betisnya.


Door


Satu kali lagi pak Harto kena tembakan di bagian lengannya, dan ketiga temannya yang sudah di hajar oleh pak Harto langsung membalas menghajar pak Harto sampai pak Harto tidak bisa melawan lagi.


Pintu mobil bagian belakang langsung di buka dan menyeret paksa Marshall, keluar dari mobil.


Marshall yang berbeda di dalam mobil, semakin ketakutan karena keempat orang itu tengah mengincarnya.


"Ayo keluar!" Desaknya sembari menarik paksa.


"Aku ngga mau, Lepasin!!"


Marshall terus memberontak dan berusaha lepas dari jerat keempat orang tersebut.


"Tolong...." teriak Marshall.


Karena keadaan semakin malam, dan mulai turun hujan, membuat keadaan semakin sepi.

__ADS_1


Marshall di bawa dan meninggalkan tempat itu, sedangkan pak Harto berusaha bangkit dari jalan dan tertatih-tatih berjalan ke mobilnya, agar dia bisa mengabari kepada Aries tentang kejadian yang di alaminya.


***


Kini mobil yang membawa Marshall tiba di sebuah rumah yang tak asing lagi bagi Marshall.


Dengan enggan Marshall keluar dari mobil yang membawanya pulang ke rumahnya yang sudah beberapa hari dia tinggalkan.


Marisa dan Doni sudah menunggu kedatangan Anak semata wayangnya, dengan perasaan membuncah antara rindu dan kesal. Dengan malas, Marshall mendekati kedua orang tuanya yang sudah berdiri di depan rumah.


"Sayang...." Marisa merengkuh tubuh Marshall.


"Kalian boleh pergi," usir Doni kepada ke empat anak buahnya yang membawa Marshall pulang.


"Ayo, kita masuk," ajak Doni kepada Marisa dan Marshall.


Ais, maafin Abang. Kayaknya Abang nggak bisa ketemu Ais lagi.


***


Aries yang mendapatkan telpon dari pak Harto, langsung menyuruh anak buahnya yang selalu standby di depan ruang rawat inap Aisyah.


Aries juga mengabari Syam dan menyuruhnya melacak siapa yang menculik Marshall. Aries tidak mau terjadi sesuatu terhadap Marshall, apalagi jika Aisyah tau kalau Marshall di culik. Maka akan mempengaruhi kesehatan Aisyah.


"Aries...." Hana mendekati Aries yang tengah berada di luar kamar inap Aisyah.


"Iya, ada apa?"


Setelah mempertimbangkan dan berpikir ribuan kali, akhirnya Hana mencoba memberanikan diri dengan apa yang sudah di pikirnya masak-masak.


"Aku, mau bicara soal kita...." ucap Hana ragu.


Aries diam menanti apa yang akan di katakan Hana selanjutnya.

__ADS_1


"Aku ... mau menikah dengan kamu."


__ADS_2