
Adam sudah merencanakan kerja sama dengan perusahaan The Star Grup. Adam sendiri yang akan menemui secara langsung dengan pemimpin perusahaan The Star Grup.
Adam sudah tiba di perusahaan The Star Grup. Ia sudah lebih dulu buat janji lewat sekretaris CEO The Star Grup. Dengan langkah panjang, Adam memasuki perusahaan The Star Grup di temani dengan sekretarisnya.
"Selamat siang," sapa sekretaris CEO The Star Grup.
"Siang juga, Mba....?"
"Lisa. Nama saya Lisa, pak."
"Ya, Mba Lisa," lanjut Adam.
"Silahkan Pak, Beliau sudah menunggu," imbuh Lisa.
Lisa terlebih dulu mengetuk pintu, setelah mendapat instruksi dari dalam, Adam, Lisa dan seketarisnya Adam masuk.
"Permisi Pak, ini klien dari Asuransi yang kemarin menghubungi perusahaan kita," ujar Lisa.
Aries mengernyitkan dahinya saat bertemu pandang dengan Adam, mencoba mengingat dimana dia pernah bertemu dengan lelaki yang berada di hadapannya.
"Selamat siang, Pak. Perkenalkan saya Adam Adaskhan dari Asuransi PT. AA'khan," ucap Adam seraya mengulurkan tangannya. Aries segera membalas uluran tangannya dan saling berjabat tangan.
"Ya, silahkan duduk." Tunjuk Aries ke sofa yang ada di ruang kerjanya.
Adam, Aries dan seketarisnya Adam duduk di sofa, Aries duduk di sofa tunggal sembari mengingat dimana dia pernah bertemu dengan Adam.
"Sepertinya kita pernah bertemu?" tanya Aries.
"O ya, kapan?"
"Entahlah, saya juga lupa." Aries mengedikan bahunya, "Lupakan," sambung Aries seraya mengibaskan tangannya.
" Baiklah, jadi saya menawarkan beberapa Asuransi dari perusahaan saya. Silahkan Tuan baca dulu berkasnya." Adam menyodorkan beberapa berkas miliknya kepada Aries.
Aries membaca dengan seksama dan apa saja keuntungan yang bisa dia dapatkan dari Asuransi dari perusahaan Adam. Begitupun Adam sembari menjelaskan apa saja yang keuntungan bagi kliennya. Aries hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Adam. Setelah cukup lama, akhirnya Aries sudah memutuskan salah satu Asuransi yang di tawarkan oleh perusahaan Adam.
"Semoga kerjasama kita bisa berlanjut," seloroh Adam.
"Iya...."
Adam dan sekretarisnya tengah membereskan berkasnya sebelum mereka pergi.
"Kalau begitu, terima kasih atas waktunya," ujar Adam.
"Sama-sama,"' timpal Aries.
Mereka bertiga berdiri dan saling berjabat tangan, lalu Adam meninggalkan ruang kerja Aries bersama seketarisnya.
Setelah kepergian Adam, Aries melirik jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah mau menujukan makan siang, Aries bergegas meninggalkan ruang kerjanya dan melangkah keluar menghampiri meja seketarisnya.
"Lisa, saya mau keluar dulu."
"Baik, Pak," sahut Lisa seraya menganggukkan kepalanya.
Aries memutarkan badannya dan berjalan meninggalkan Lisa di tempat. Entah kenapa dia merindukan Hana dan ingin melihat wajah Hana, meski dia tau kalau Hana akan bersikap acuh padanya. Yang terpenting bagi dirinya bisa melihat wajah Hana.
Dengan semangat empat lima, Aries memacukan kendaraannya ke tempat kerja Hana dan berharap Hana mau di ajak makan siang dengannya.
Kini mobil yang di kendarai Aries sudah tiba di depan toko kue 'Muti Cake'. Aries bergegas turun dan melangkah ke dalam toko kue tersebut.
__ADS_1
" Permisi, Mba...." sapa Aries.
"Iya, ada yang bisa di bantu?"
"Saya mau bertemu dengan Hana, apa boleh?" Ucap Aries.
"Sebentar, saya panggilkan."
Penjaga toko tersebut segera ke belakang, dimana Hana sedang bekerja membuat kue ditemani oleh majikannya.
"Hana!," panggilnya," Ada yang nyariin elo tuh di depan."
"Siapa?" tanya Hana sembari mengernyitkan dahinya.
"Kalau nggak salah, cowok yang waktu itu nyariin elo deh."
"Oke, nanti aku temuin orangnya," tukas Hana.
" Ya sudah, gue ke depan lagi ya."
Hana hanya mengangguk, dan sambil bergumam. "Apa jangan-jangan cowok itu lagi ya?"
"Maaf Bu, saya izin ke depan dulu."
"Ya, silahkan," ucap Bu Muti.
Sebenarnya Hana malas menemui Aries, tapi jika dia tak menemuinya, yang ada Aries semakin terus mengganggunya.
"Benar dugaanku, ngapain dia kesini lagi sih," gerutu Hana sembari berjalan mendekati Aries dengan wajah merenggut.
"Hai...." sapa Aries seraya tersenyum simpul.
Hana menghela nafas kasar, " Ada apa menemui aku?"
"Aku lagi kerja, lagian aku juga bawa bekal untuk makan siang," timpal Hana.
"Aku mohon, kali ini saja...." Seraya memasang wajah memelas.
"Please...." sambung Aries.
Hana mendesah samar saat melihat tatapan memohon Aries, "Tunggu disini, aku mau minta izin dulu kepada bosku."
"Baiklah, aku tunggu," ujar Aries seraya tersenyum simpul kepadanya.
"Nggak usah senyum-senyum segala," cibir Hana. Aries langsung mengatupkan mulutnya meski senyumnya masih terpatri.
Hana segera menemui bosnya yang berada di dapur. Dengan ragu, Hana meminta izin kepada Bu Muti yang tengah mengocok telur.
"Bu ... boleh izin keluar," ucap Hana.
Bu Muti yang tengah fokus, langsung mendongakkan kepalanya menatap Hana.
"Kenapa?" tanya Bu Muti karena ucapan Hana kurang jelas.
"Apa boleh saya meminta izin keluar, hanya untuk makan siang."
Bu Muti menengok jam di dinding lalu kembali menatap Hana, "Boleh tapi hanya satu jam saja!"
" Baik, Bu," sahut Hana.
__ADS_1
Setelah mendapat izin, Hana mengambil tasnya di loker dan bergegas menemui Aries.
"Ayo, aku hanya di kasih izin satu jam."
"Baiklah, tidak masalah."
Hana dan Aries meninggalkan toko kue tersebut dan mencari restoran yang terdekat dengan toko kue 'Muti Cake'.
Kini keduanya tengah duduk dan memesan menu andalan Restoran tersebut.
"Ada yang salah dengan wajahku?" tanya Hana. Sebab sejak mereka tiba, Aries terus-terusan memandang wajah cantik Hana.
Aries menggeleng, tapi tatapannya tetap tak teralihkan dari wajah Hana.
"Terus kenapa kamu menatap aku seperti itu," cibir Hana sebal.
"Karena kamu cantik," jujur Aries.
Hana hanya mencibir perkataan Aries, dan lebih memilih melihat keluar jendela dari pada bersitatap dengan Aries.
Tidak lama pesanan mereka datang, waiters tersebut meletakan pesanan mereka di meja.
"Silahkan dan selamat menikmati," kata waiters tersebut lalu waiters tersebut meninggalkan meraka berdua.
"Ayo, di makan," imbuh Aries.
"Hmm...." jawab Hana.
Mereka berdua makan dengan diam serta menikmati menu andalan restoran tersebut.
"Aku mau ke toilet dulu," ujar Hana setelah menghabiskan makanannya.
Aries mengangguk sembari meminum jus jeruk.
" Papa, nanti makannya sama itu ya!" celetuk suara anak kecil dari belakang tubuh Aries.
"Boleh-boleh, apa sih yang nggak boleh buat anak Papa yang cantik ini," timpal sang Papa.
Karena penasaran, Aries memutarkan tubuhnya dan mengarah ke asal suara.
" Loh ... Anda disini!" seru Adam saat matanya bertemu dengan wajah Aries.
" Iya, kebetulan saya lagi makan siang," terang Aries, lalu pandangannya teralihkan ke gadis kecil yang tengah duduk di samping Adam. Saat itu juga Aries teringat dengan pertemuan Adam dan dengannya.
"Nah, saya baru teringat," seloroh Aries.
"Ingat apa, Pak Aries?" tanya Adam bingung.
"Kita sebelumnya pernah bertemu, dan kebetulan saya yang menolong gadis kecil ini dari penculik saat kita berada di taman bermain."
Lalu Adam berusaha mengingatnya, tidak lama kemudian Adam tersenyum memandang Aries.
"Ah, iya-iya. Saya juga baru teringat. Aduh, maaf saya baru teringat dan juga terima kasih sudah menolong anak saya."
"Iya, sama-sama."
"Sayang, sini Nak!, kamu masih ingat sama om ini?" tanya Adam kepada Aisyah.
Tapi Aisyah menggeleng, "Emang Ais pernah bertemu?" Aisyah balik bertanya.
__ADS_1
"Kamu pasti lupa ya ... om kan yang menolong kamu dari penculik itu, kamu ingat saat berada di taman bermain?"
Aisyah mengangkat sebelah alisnya dan mencoba mengingat-ngingat saat berada di taman bermain. Lalu Aisyah tersenyum saat mengingatnya.