Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 59


__ADS_3

"Mama minta, kamu jelaskan semuanya sama mama. Kenapa kamu bisa punya anak, sedangkan kamu belum menikah." Ucap Mama Soraya, itu nama mamanya Aries.


"Aku akan jelaskan ke mama sama papa, tapi sebelum itu aku mau bicara yang sangat penting. Mumpung Mama sama papa lagi ada di sini."


"Bicara apa?" jawab Mama Soraya ketus.


"Lebih baik Mama duduk dulu, biar enak bicaranya," usul Aries.


Mama Soraya mendengus menatap anaknya, meskipun begitu Mama Soraya pun menurut dan duduk dengan tenang di sofa di temani suaminya yang bernama papa Erik.


Aries pun mengajak Hana untuk ikut duduk bersamanya dan menggenggam tangan Hana.


"Ma, pa. Sebelumnya aku minta maaf soal ini. Sebelum aku jelaskan, aku mau minta restu sama mama dan papa kalau aku mau menikahi Hana. Rencananya aku mau nikahin Hana, kalau Ais sudah sembuh." Ungkap Aries meminta restu kepada orang tuanya.


"Nikah...." cicit Mama Soraya.


"Iya...."


"Kenapa baru sekarang kamu mau menikahi Hana!" Ketus Mama Soraya.


"Ceritanya panjang ma. Baiklah, aku ceritakan biar Mama sama papa paham." ujar Aries.


Aries pun menceritakan semuanya kepada orang tuanya, dari Aries yang di jebak oleh rekan bisnisnya sampai akhirnya Aries merenggut kesuciannya Hana. Aries pun juga menceritakan soal kehidupan Hana yang sudah pernah menikah dengan orang lain. Aries juga menceritakan soal Aisyah yang di jual oleh mantan suaminya Hana demi melunasi hutang judinya, sampai Hana mengalami depresi berat dan harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.


Aries menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati kepada kedua orang tuanya. Mama Soraya yang mendengar itu semua hanya bisa menangis saat mendengar penderitaan yang dialami oleh Hana, juga yang di alami Aisyah saat tinggal bersama ibu angkatnya.


"Sudah ma, berhenti nangisnya." Papa Erik menenangkan istrinya.


"Ibu...." panggil Aisyah dengan suara serak kas bangun tidur.


Hana langsung mendekati Aisyah yang baru bangun tidur.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Ais pengen pipis," rengek Aisyah.


"Pipisnya di pispot aja ya?" tawar Hana dan Aisyah pun mengangguk.


Selesai dengan buang air kecilnya, Mama Soraya mendekati Aisyah yang berada di ranjangnya.


"Hai, cucu Oma...." sapa Mama Soraya kepada Aisyah.


"Bu, siapa?"


"Ini neneknya Ais, mamanya ayah," terang Hana lembut.


"Nenek?"


"Oma, sayang. Panggilnya Oma...." pintanya.


"Jadi, Ais punya Oma?" tanyanya berbinar.


"Asyik ... Ais punya Oma," Girang Aisyah yang baru tahu kalau dirinya memiliki seorang nenek.


"Ais juga punya opa, tuh opa yang lagi sama ayah." Tunjuk Hana dan di ikuti oleh pandangan Aisyah.


Senyum Aisyah semakin lebar, saat tau kalau dirinya juga punya opa.


"Jadi Ais punya Oma sama Opa dong!" Hana pun mengangguk sembari tersenyum.


"Yey...."


"Oma boleh peluk Ais?" Aisyah pun mengangguk dan menyambut pelukan Omanya itu penuh suka cita, begitupun sebaliknya. Mama Soraya begitu senang kalau dirinya sekarang sudah memiliki seorang cucu yang cantik.


"Lihatlah, betapa bahagianya Mama kamu karena sudah memiliki seorang cucu," seloroh papa Erik sembari menepuk pundak Aries.


"Aku hebat kan, pa. Padahal aku hanya sekali melakukannya tapi aku berhasil membuat Hana hamil anak aku." Canda Aries.

__ADS_1


"Ya, papa akui kamu hebat."


"Ngomong-ngomong, apa orang tua Hana tau kalau kamu mau menikahi putrinya?" tanya papa Erik.


"Belum..." Ucap Aries cengengesan.


"Kamu tuh ya. Mau menikahi Hana tapi orang tuanya belum tahu," sungut papa Erik.


Seharian ini Aisyah bermain di temani oleh Oma dan opanya, bahkan Mama Soraya tidak mau jauh dari cucu tercintanya. Aisyah adalah cucu yang di nanti oleh Mama Soraya, karena semua teman-temannya selalu memamerkan cucu mereka, sehingga membuat Mama Soraya selalu di rundung kesedihan karena Aries sampai sekarang belum juga menikah.


"Sudah Oma, Ais sudah kenyang," tolak Aisyah saat di suapin oleh Mama Soraya.


"Baiklah kalau Ais sudah kenyang."


Mama Soraya meletakan piringnya di nakas dan menyodorkan Aisyah minum.


"Oma ke ibu dulu ya, Ais nggak apa-apa kan main sendiri dulu."


"Iya, Oma," sahut Aisyah yang kini sibuk dengan gadgetnya.


Mama Soraya mendekati Hana yang tengah duduk di sofa sembari membaca majalah, sedangkan Aries dan papa Erik pergi, yang katanya mau ngopi di cafe terdekat.


"Hana!"


"Ya, Bu...." jawab Hana sopan. Mama Soraya pun duduk di samping Hana dan menggenggam tangan Hana.


"Maafin Aries yang pernah menghancurkan masa depan kamu, dan juga terima kasih sudah mau mempertahankan Aisyah di saat kamu menjalani pernikahan kamu dengan mantan suami kamu. Pasti ini sangat berat untuk kamu jalani sendiri."


Mama Soraya memeluk Hana dengan penuh kehangatan, sembari meneteskan air matanya.


"Mama dan papa yang akan mempersiapkan pernikahan kalian, karena ini adalah pernikahan anak Mama satu-satunya. Maka Mama akan mempersiapkannya dari sekarang, setelah Ais keluar dari rumah sakit, kamu dan Aries akan langsung menggelar pesta pernikahan kalian. Jadi Mama minta, secepatnya kamu kabari orang tua kamu dan Mama akan menyuruh anak buah Mama menjemput orang tua kamu."


Akhirnya, apa yang di inginkan oleh Mama Soraya akan terwujud, yaitu memiliki menantu dan cucu. Bahkan Mama Soraya begitu bersemangat menyambut pernikahan Aries dan Hana.

__ADS_1


__ADS_2