Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Bonchap 5


__ADS_3

Aries dan keluarga kecilnya sudah kembali ke tanah air dan kembali ke rutinitas sehari-hari. Aries yang saat ini tengah bekerja terus menatap Hana yang kini tengah selonjoran di sofa sembari membaca novel.


Ya... saat ini Hana sedang menemani Aries bekerja di kantor, karena sebelum berangkat ke kantor Aries merengek meminta Hana menemaninya bekerja jika tidak Aries tidak mau berangkat ke kantor. Jadi, dengan terpaksa Hana menurutinya dan menemani Aries bekerja di kantor. Aries juga tidak tahu kenapa dirinya sangat menginginkan Hana untuk ikut ke kantor hanya untuk menemaninya bekerja.


Aries yang saat ini tengah terduduk di kursi kerjanya, tersenyum melihat Hana yang begitu sabar menemaninya bekerja, walaupun Aries tau menunggu itu sangatlah membosankan terlebih lagi yang di lakukan oleh Hana hanya duduk manis tanpa melakukan apapun.


Aries bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Hana yang tengah berselonjor di atas sofa.


"Sayang...." Aries menyentuh pucuk kepala Hana.


Hana langsung mengadahkan pandangannya, menatap suaminya itu yang berdiri di sampingnya.


"Iya, kenapa?"


"Apa kamu bosan?"


"Sedikit, mungkin karena aku tidak melakukan apapun. Kenapa memangnya tanya seperti itu?"


Aries menggeleng dan kini Aries berlutut di depan Hana yang kini mengubah posisi duduknya. Aries langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hana, kemudian Aries membenamkan wajahnya di perut Hana.


Hana mengelus kepala Aries yang tengah manja terhadapnya.


"Sayang...."


"Hemm... kenapa?"


"Tiba-tiba, aku pengen rujak," ungkap Aries menatap Hana.


"Apa mau aku belikan?"


Aries pun mengangguk dengan senyuman.


"Aku maunya, kita berdua yang beli rujaknya," kata Aries.


"Baiklah, ayo kita beli."


Aries langsung berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Hana yang langsung di sambut oleh Hana. Keduanya langsung keluar mencari rujak yang di inginkan oleh Aries.


Aries dan Hana mencari rujak di sekitaran kantor. Mereka berdua berjalan kaki menyusuri trotoar sambil bergandengan tangan.


"Akhirnya kita menemukan penjual rujak, ayo sayang kita langsung kesana."

__ADS_1


Dengan segera, Aries melangkahkan kakinya menuju penjual rujak yang entah kenapa membuatnya sangat mengiler menginginkan rujak. Saat sudah tiba di penjual rujak, Aries langsung memesannya.


Sambil menunggu pesanan rujaknya, Aries mengedarkan pandangannya dan melihat ada penjual pentolan telur. Entah kenapa, Aries juga ngiler melihat pentolan telur itu.


" Sayang, aku ke sana dulu sebentar," ujar Aries sembari melangkah menuju penjual pentolan telur.


" Kemana? Jangan lama-lama," seru Hana.


"Iya...."


"Ini Bu rujaknya," cetus mang rujak.


" Oh iya...."


Hana segera membayar rujak tersebut. Tidak lama Aries pun datang membawa satu bungkus pentolan telur juga Aries membeli satu bungkus siomay.


"Ayo, kita langsung balik ke kantor lagi."


Hana mengangguk dan kembali ke kantor. Tiba di kantor, Aries langsung membuka semua yang sudah di belinya itu dan langsung di makan. Aries sangat menikmatinya, sedangkan Hana hanya menatap Aries yang tengah menikmati semua makanan yang tadi di belinya.


"Sayang ini enak sekali, kamu harus mencobanya."


"Enakan?"


Hana mengangguk sembari mengunyah makanannya. Aries benar-benar menghabiskan semua makanan yang tadi di belinya itu tanpa sisa.


"Uuh... kenyang," ucap Aries seraya mengelus perutnya. Kemudian Aries langsung merebahkan tubuhnya dan berbantal paha Hana. Aries mengangkat baju Hana dan mencium perut Hana lama. Hana langsung mengelus kepala Aries lembut.


"Sayang, terima kasih sudah mau menemani aku kerja."


"Iya...."


"Sayang, i love you artinya apa?" tanya Aries sembari menarik tangan Hana untuk saling menautkan jemarinya dan membawanya ke atas dadanya.


Hana mengernyitkan dahinya, menatap Aries yang memberikan pertanyaan yang semua orang pasti tahu jawabannya. "Aku cinta kamu," jawab Hana.


Aries tersenyum memandang wajah cantik Hana. " Aku juga cinta sama kamu," balas Aries dengan senyum manisnya.


"Kalau i Miss you artinya apa?" lanjut Aries.


"Kenapa abay ngasih pertanyaan kayak gitu?" Hana memasang wajah curiga terhadap Aries.

__ADS_1


"Nggak kenapa-napa! Ayo jawab," desak Aries.


Hana mendengus memandang Aries. "Aku kangen kamu."


"Sama. Aku juga kangen kamu," kata Aries.


"Iih... apa-apaan sih," ujar Hana merasa geli dengan tingkah Aries.


"Sayang, kalau i need you artinya apa?"


"Aku nggak mau jawab."


"Kamu harus mengartikannya sayang," tukas Aries.


"Nggak, pasti ini sebuah jebakan kamu," sungut Hana.


"Jebakan apaan! sudah, cepat jawab artinya apa?"


Hana memicingkan matanya dan curiga dengan pertanyaan dari suaminya itu.


"Cepat jawab," desak Aries tak sabaran.


"Aku ingin kamu," jawab Hana.


Aries tersenyum lebar dan bangun dari tidurannya dan langsung berdiri.


"Aku juga menginginkan kamu," balas Aries yang langsung mengangkat tubuh Hana ala bridal style dan melangkah menuju kamar pribadinya yang berada di ruang kerjanya.


"Tuh kan, pasti ini modus kamu."


Hana mendelik sembari memukul dada bidang Aries, sedangkan Aries tertawa karena berhasil memodusin Hana, yang akhirnya pasrah atas apa yang akan Aries lakukan terhadapnya.


___________***_________


Selamat menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa tinggalkan jejak like, vote kalau masih ada, dan juga gifts kalau ikhlas memberikannya.


Mampir juga ke novelku yang satu lagi, siapa tau pada suka.



Salam sayang dari othor 😘😘

__ADS_1


__ADS_2