
Setelah seharian berwisata di Merlion Park, kini Aries dan keluarga kecilnya pulang ke rumah. Rasa lelah sudah pasti terlihat dari semuanya terutama Adelia dan Adelio, bahkan selama perjalanan menuju pulang keduanya sudah terlelap tidur di pangkuan Hana dan Aries. Sedangkan Aisyah lebih menikmati suasana malam kota Singapura di balik kaca mobil dan Marshall lebih memilih bermain game lewat gadget.
Sekitar satu jam, mereka semua tiba di rumah dan langsung mengistirahatkan tubuh mereka masingmasing. Aries dan Hana membawa si kembar ke kamarnya, ralat ke kamar mama Soraya dan papa Erik karena keduanya ingin tidur bersama si kembar.
Aries dan Hana meninggalkan kamar orang tuanya dan kini Hana dan Aries melangkah bersama ke kamar mereka.
Aries yang memang belum sepenuhnya merasa membaik langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sembari memijit dahinya yang terasa berdenyut.
"Apa masih pusing?"
"Iya...."
Hana mendekati Aries dan memijit dahi Aries lembut.
"Besok ke dokter saja ya...." bujuk Hana.
Aries menggeleng dan Aries merubah posisi tidurnya dan berbantal paha Hana, kemudian menyembunyikan wajahnya ke perut Hana.
Rasa nyaman langsung Aries rasakan saat berada di pangkuan Hana.
Hana mengusap kepala Aries dan memberi pijitan di lembut di kepala Aries, sehingga Aries terjatuh ke alam mimpi.
Hana memindahkan kepala Aries ke atas bantal kemudian Hana membuka sepatu Aries dan menyimpannya di rak sepatu.
"Kasihan kamu, bay. Niat hati mau liburan, tapi yang ada kamu malah kurang sehat."
Hana langsung menyelimuti tubuh Aries dan mencium kening Aries, setelah itu Hana melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum bergabung dengan sang suami tercinta.
***
Pagi-pagi sekali Aries terbangun karena merasakan perutnya terasa di aduk-aduk. Aries berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya ke westafel.
Hoek Hoek Hoek.
Suara Aries yang sedang muntah terdengar oleh Hana.
"Abay muntah?" tanyanya kepada diri sendiri.
Hana bergegas turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Aries yang sedang muntah-muntah. Hana langsung memijit tengkuk Aries lembut.
Hoek Hoek Hoek.
__ADS_1
Aries terus memuntahkan isi perutnya yang kini hanya berupa cairan. Aries langsung berkumur-kumur saat terasa sudah tidak ada lagi yang keluar dari mulutnya.
"Pokoknya kamu harus periksa ke dokter," tukas Hana.
"Iya...."
Aries keluar dari kamar mandi dan berjalan lunglai, karena rasa pusing kini menderanya. Aries menjatuhkan tubuhnya di ranjang seraya memejamkan matanya.
"Aku buatkan teh hangat buat kamu dulu ya." Seraya mengelus lengan Aries.
"Hemm...."
Hana keluar menuju dapur, dengan segera Hana membuat teh hangat. Saat sedang mengaduk teh, Mama Soraya datang ke dapur untuk minum.
"Teh hangat buat siapa?"
"Untuk Aries, tadi muntah-muntah lagi," jawab Hana yang sudah selesai membuat teh hangatnya.
"Muntah-muntah, apa Aries punya penyakit asam lambung?"
"Nggak, tapi semenjak kami tiba di sini Aries langsung nggak enak badan."
"Iya, ma. Nanti Na ajak Aries ke dokter." Sembari mengangkat cangkir.
"Na, ke kamar dulu ya ma," sambung Hana.
Mama Soraya hanya mengangguk dan Hana segera membawa teh hangat itu ke kamarnya.
"Abay... ini teh hangatnya."
Hana meletakan teh tersebut di nakas dan mengelus lengan Aries.
Aries langsung bangun dan duduk di atas ranjang, Hana mengulurkan teh hangat ke Aries dan Aries meminumnya sedikit-sedikit.
Selesai meminum, Aries menyimpan cangkirnya di nakas dan merebahkan kembali tubuhnya.
"Sayang...."
"Iya, kenapa? Apa abay butuh sesuatu?"
"Sini." Aries menepuk kasur, meminta Hana menemaninya. Hana pun naik ke kasur, Aries langsung memeluk Hana dan menyembunyikan wajahnya di leher Hana. Entah kenapa Aries ingin mencium wangi tubuh Hana yang di rasakannya sangat menenangkan dirinya. Apalagi rasa mual yang yang di rasakannya sedikit berkurang, cuma hanya mencium wangi tubuh Hana.
__ADS_1
"Kenapa, wangi tubuh kamu membuat aku lebih membaik," bisik Aries.
"Oh ya...."
"Iya, wangi tubuh kamu itu seperti aromaterapi."
"Kok bisa?"
"Aku juga nggak tau, tapi yang jelas itu yang aku rasakan."
Menjelang siang, keadaan Aries sudah mulai membaik dan kini tengah menemani anak-anak di ruang keluarga.
"Loh, kata Mama kamu lagi sakit?" tanya papa Erik kepada Aries.
"Sekarang sudah membaik, pa."
"Memang kamu sakit apa?"
"Mual dan pusing, bahkan tadi pagi aku muntah-muntah tapi sekarang sudah lebih baik dan itu semua karena Hana."
"Maksud kamu gimana?" tanya mama Soraya yang baru tiba membawa puding buat cucu-cucunya.
"Aku akan membaik setelah mencium wangi tubuh Hana."
Mama Soraya dan papa Erik saling pandang.
Apa yang di rasakan Aries pernah aku rasakan saat Soraya hamil Aries. Aku akan membaik jika aku mencium wangi tubuh Soraya. Apa mungkin Hana hamil lagi?
Papa Erik melirik Hana, kemudian menatap istrinya itu.
"Apa yang kamu alami, pernah terjadi sama papa saat mama kamu hamil kamu," ungkap papa Erik.
" Maksud papa?"
"Apa jangan-jangan Hana saat ini sedang mengandung cucu papa lagi."
____________***__________
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍
Salam sayang dari othor 😘😘
__ADS_1