Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 66


__ADS_3

Saat ini Hana sedang menikmati indahnya suasana malam di temani dengan secangkir teh di tangannya. Setelah seharian ini, membicarakan tentang apa saja yang sudah dan belum di persiapkan untuk pernikahannya.


Saat sedang menikmati suasana malam dari atas balkon, tiba-tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya seraya mencium kepala Hana. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Aries. Lelaki yang kini mulai mengisi hatinya yang sudah lama kosong dan tak bertuan.


"Lagi ngapain, hmm...."ucapnya lembut, kemudian menopangkan dagunya di atas bahu Hana sembari menghirup wangi tubuh Hana.


"Nggak lagi ngapain-ngapain, cuman sedang menikmati suasana malam."


"Lebih baik istirahat, bukannya besok kamu harus pergi ke butik bersama mama."


"Ya, tapi aku belum mengantuk," jawab Hana sembari menengok menatap manik Aries.


"Apa ada yang sedang kamu pikirkan?"


"Nggak ada, aku memang belum mengantuk. Apa Ais sudah tidur?"


" Sudah," jawab Aries seraya memutarkan tubuh Hana agar menghadap ke arahnya.


Aries menatap Hana dengan pandangan lembut, kemudian Aries mengambil cangkir dari tangan Hana dan meletakkannya di meja.


Aries kembali memandang Hana seraya mengelus pipi Hana lembut.


"Kamu tahu, sejak bertemu denganmu di kantor aku langsung jatuh cinta sama kamu. Kamu berhasil masuk ke dasar hatiku yang paling dalam, hati yang selama ini tak pernah ada yang mampu menggetarkan hatiku. Memang, kamu bukan cinta pertamaku tapi kamulah yang mampu menggetarkan hati ini. Hana Azzuhra, wanita yang sangat aku cintai. Hana Azzuhra, ibu dari anakku. Terima kasih sudah menerima aku sebagai pendamping hidupmu."


Aries menggenggam tangan Hana dan membawanya ke bibirnya. Aries mencium punggung tangan Hana lembut, sembari menatap Hana dengan tatapan teduh.


"Aku benar-benar sangat mencintai kamu, sangat," ucap Aries tulus, kemudian Aries mendekati wajah Hana dan memagut bibir Hana lembut. Aries terus mencium bibir ranum Hana penuh kelembutan. Sekarang, bibir Hana adalah candu baginya.


Tangan Aries melingkar di pinggangnya Hana dan merapatkan tubuh Hana kepada dirinya, sedangkan Hana mulai bergerak melingkarkan tangannya di leher Aries.


Keduanya terus saling membalas ciumannya, Aries benar-benar tak mau melepaskan ciumannya. Di malam ini, di temani hembusan angin malam yang seakan memberi suasana malam yang romantis. Keduanya hanyut dalam kemesraan yang mereka ciptakan bersama.

__ADS_1


Aries menghentikan ciumannya dan menempelkan keningnya ke kening Hana sembari memejamkan matanya, begitupun dengan Hana.


"Istirahatlah, ini sudah malam. Aku nggak mau kamu sampai jatuh sakit." Hana mengangguk pelan dan tersenyum sembari menatap mata Aries.


Aries yang di tatap Hana, langsung meleleh di buatnya.


"Boleh nggak sih, kalau nikahnya sekarang saja. Aku nggak sabar ingin tidur berdua sama kamu dan melakukan aktifitas yang menyenangkan sama kamu," cetus Aries.


Hana langsung mendelikkan matanya sembari mencubit perut Aries.


"Aw ... sakit, sayang."


"Kalau bicara suka sembarangan," sungut Hana.


"Habisnya, neng mampu melelehkan hati akang," candanya dengan senyum terus terpatri di bibirnya.


"Cih, akang. Nggak pantes kamu di panggil akang."


"Terus, pantasnya di panggil apa?"


" Tua amat di panggil Abah," cibirnya.


"Baru nyadar, kalau situ sudah tua!"


"Berani ya, ngatain aku tua," ucap Aries sembari menggelitik pinggang Hana.


"Stop! Aries geli!" pekik Hana sembari tertawa karena Aries terus menggelitiknya.


Aries terus menggelitik pinggang Hana. Sampai-sampai Hana kewalahan karena terus di gelitik oleh Aries.


"Aries, stop! Aku nyerah," seru Hana.

__ADS_1


Aries pun berhenti menggelitik pinggang Hana, kemudian memeluk tubuh Hana dan mencium kening Hana. Lama keduanya saling berpelukan dan kini Hana menarik diri dari dari pelukan Aries, kemudian Hana akan melangkah meninggalkan Aries di balkon.


" Mau kemana?" cegah Aries.


"Mau tidur lah, emang mau ngapain lagi!"


"Mau aku temenin," tawarnya.


"Nggak!" Tegas Hana, sambil melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Ayolah, cuman nemenin doang, nggak ngapa-ngapain." Kekeuh Aries sambil mengikuti langkah Hana.


"Kalau di bilangin nggak ya nggak," omel Hana yang kini sudah berada di depan pintu kamarnya.


"Ayolah, mau ya-ya...."


"Nggak, udah sana pergi." Hana mendorong tubuh Aries, hingga Aries mundur satu langkah. Kemudian Hana membuka pintu kamarnya dan menutup pintunya.


"Hana, ayolah," sembari mengetuk pintu kamar Hana.


"Nggak!" sahut Hana dari dalam kamarnya.


Aries merapatkan tubuhnya di daun pintu kamar Hana dengan senyum terus mengembang.


"Selamat tidur, ibu dari anakku. I love you...." gumamnya, kemudian Aries mencium pintu kamar Hana. Seakan-akan, pintu tersebut adalah Hana.


Aries pun meninggalkan kamar Hana dan melangkah menuju ke kamarnya dengan senyum yang masih terus mengembang.


_______***______


Terima kasih, masih setia menunggu cerita ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2