Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 83


__ADS_3

Di sinilah sekarang, di depan perusahaan The Star Grup. Hana yang baru saja turun dari mobil, segera melangkahkan kakinya ke kantor sang suami.


Beberapa karyawan ada yang menyapa Hana, dan ada juga yang bisik-bisik tentang Hana.


"Si bos kok, bisa memilih perempuan kampung."


"Mending gue, cantiknya kemana-mana."


"Nggak pantas jadi istrinya si bos."


"Dengar-dengar istrinya si bos itu janda."


Begitulah, bisik-bisik para karyawan yang tak menyukai Hana menjadi istri bosnya. Hana terus berjalan dan tak memperdulikan perkataan para karyawan yang tidak menyukainya. Hana segera menekan pintu lift dan segera masuk setelah pintu besi tersebut terbuka lebar.


Hana sudah tiba di lantai paling atas dan berjalan mendekati meja sekretarisnya Aries.


"Selamat siang, Bu," sapa sekretaris Lisa, yang langsung berdiri hanya untuk menyapa istri sang bos.


"Siang, Aries ada?"


"Tuan, masih ada meeting, tapi tuan sudah berpesan kalau ibu sudah datang langsung masuk saja," ucap sekretaris Lisa.


"Oh, begitu ya. Kalau gitu, saya langsung masuk ke dalam."


"Silahkan, Bu."


Hana masuk dan meletakkan makanannya di atas meja, kemudian Hana berjalan ke arah jendela kaca besar dan menatap pemandangan ibu kota dari tempatnya berdiri. Saat sedang menikmati pemandangan ibu kota, Aries masuk dan langsung tersenyum kepada Hana dan mendekati Hana yang masih berdiri di tempatnya.


"Sudah lama kamu mengungguku?" tanya Aries yang langsung menarik pinggang Hana agar lebih merapat ke tubuhnya.


"Nggak, aku juga baru nyampe."


Aries pun tersenyum dan langsung mencium bibir Hana sebentar.


"Aku sudah sangat lapar," bisik Aries.

__ADS_1


"Aku siapkan makanannya dulu."


Saat Hana akan melepaskan diri dari rengkuhan Aries, tiba-tiba Aries langsung mengangkat tubuh Hana dan membawanya ke ruangan khusus berupa kamar.


"Katanya lapar, tapi kenapa malah kesini?" tanya Hana masih dalam gendongan Aries.


"Memang aku lapar, sayang."


"Kalau lapar, ya tinggal makan!"


"Aku tahu, tapi lapar yang sekarang aku rasakan adalah lapar yang lain."


"Iih, dasar!" seru Hana.


Hana langsung memukul dada bidang Aries dengan tatapan sebal menatap Aries, sedangkan Aries hanya terkekeh-kekeh melihat ekspresi Hana.


"Abay, ini di kantor ya. Masa iya kita akan melakukannya di kantor!"


"Memang kenapa kalau kita melakukannya di kantor, lagian ini kantorku, bahkan orang lain ada yang melakukannya di semak belukar."


Hana hanya bisa mencebikan bibirnya, mau menolak pun rasanya tak pantas. Pasrah? kata yang tepat saat ini yang Hana rasakan.


Kini keduanya sudah polos dan saling meraih kenikmatan surganya dalam ber cinta. Bahkan titik peluh menghiasi kedua insan yang saling berkejaran sampai titik kepuasan.


Di luar ruangan, Syam sudah berdiri di depan meja sekretaris Lisa.


"Lis, tuan ada di dalam kan?"


"Ada! tapi tuan lagi bersama ibu Hana."


"Kira-kira ganggu nggak ya? Soalnya dokumen ini harus segera di tanda tangani oleh si bos," ucap Syam sembari melirik pintu ruangan Aries.


"Saya tidak tahu pak."


"Mudah-mudahan nggak ngeganggu, soalnya ini harus segera di tanda tangani."

__ADS_1


Syam melangkah ke depan pintu dan mengetuk pintunya.


Tok tok tok


Karena tak ada sahutan dari dalam, terpaksa Syam masuk karena dokumen yang dia bawa harus segera mendapatkan tanda tangan Aries.


"Kok, nggak ada?" gumam Syam, " Apa si bos lagi keluar ya? tapi kata Lisa si bos ada di dalam?"


Syam memutuskan balik lagi ke ruangannya, tapi samar-samar Syam mendengar suara desa han Hana, karena pintu ruangan khususnya terbuka sedikit. Syam berjalan pelan ke arah ruangan di mana Aries sedang melakukan adegan hareudang. Syam memasang telinganya lebar-lebar saat mulai dekat dengan ruangan itu.


"Aahh ... uuhh...." Suara desa han Hana.


"Sayang, terus sebut namaku...." Pinta Aries di sela hentakkan yang sedang di lakukannya.


Syam yang berada di dekat pintu tersebut, hanya menelan Salivanya dengan wajah yang ... entahlah, tidak bisa di jelaskan.


Sial, ternyata si bos lagi enak-enakan sama si ibu bos. Kenapa si Otong malah ikutan bangun sih. Aarrggh!! sial, lebih baik gue pergi dari sini daripada nanti ketahuan sama si bos, bisa berabe urusannya.


Syam pun segera melangkah ke luar dengan langkah cepat. Setelah berhasil dari tempat laknat ( menurut Syam), Syam mendekati Lisa.


"Lis, jika ada yang mencari si bos, bilang saja kalau si bos sedang tidak bisa di ganggu."


"Oh, baik pak Syam."


"Ya sudah, saya balik ke ruangan saya dan ingat pesan saya tadi."


Lisa pun hanya menganggukkan kepalanya, dan Syam segera pergi dari hadapan Lisa.


Tidak bisa di ganggu? Memang tuan lagi ngapain?. Batin Lisa yang penasaran.


Huh ... si bos, membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta. Gara-gara mendengar suara laknat si bos sama istrinya, gue harus berjuang menenangkan si Otong yang sudah terlanjur bangun dari tidur panjangnya.


Begitulah nasib Syam, sang asisten pribadinya tuan Aries yang hidupnya menjomblo, karena sampai sekarang belum mendapatkan tambatan hatinya.


___________***__________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2