Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 45


__ADS_3

Disinilah Hana, di depan kantor The Star Grup. Hana memilih menemui Aries langsung, karena. Aries tetap tak bisa di hubungi. Sedangkan Aisyah harus segera mendapatkan donor darah dan secepatnya harus di operasi.


Dengan langkah cepat dan tergesa-gesa, Hana memasuki kantor Aries dan langsung menuju lift. Hana menekan tombol lantai paling atas, dimana ruangan Aries berada.


Hana langsung keluar dari lift, saat sudah tiba di lantai paling atas. Hana langsung menghampiri seketarisnya Aries.


"Mba, Aries nya ada?" Desak Hana tak sabaran.


"Maaf, pak Aries lagi ada meeting di luar kantor," sahutnya.


Hana langsung lemas dan tertunduk sedih. Orang yang sedang di butuhkan ternyata nggak ada di sana dan itu membuat Hana frustasi sedangkan Aisyah sangat membutuhkannya.


Hana yang sangat frustasi dan terisak, tiba-tiba pundaknya ada yang menepuknya dari belakang.


"Hana!!"


Hana langsung memutarkan tubuhnya dan seketika Hana langsung memeluk orang tersebut.


"Ada apa? apa yang terjadi?" ucap Aries yang bingung melihat Hana menangis di pelukannya.


"Ikut aku sekarang juga, aku mohon. Ini demi seseorang yang sangat berarti buatku." Mohon Hana yang masih terisak.


"Oke, aku akan ikut denganmu, tapi apa yang terjadi?" tanya Aries bingung.


"Nanti aku jelasin, tapi sekarang keadaannya sangat genting dan aku sangat membutuhkan kamu sekarang juga. Ayo cepat!"


Hana langsung menarik tangan Aries dan segera mengajak ke rumah sakit. Sedangkan Aries hanya menurut kemana Hana mengajaknya, meski bingung Aries tetap diam.


Sesampainya di rumah sakit, Hana langsung mengajak Aries ke ruang pengambilan darah.


Kenapa Hana mengajak aku ke rumah sakit dan siapa yang sakit? Sebenarnya apa yang terjadi?.


"Ayo cepat, Aisyah sangat membutuhkan kamu," pungkas Hana tergesa-gesa melangkah ke ruang di mana harus mendonorkan darah.


"Aisyah? siapa Aisyah?" tanya Aries bingung.

__ADS_1


"Nanti kamu akan tau siapa itu Aisyah."


Hana membuka pintu ruangan dan menarik tangan Aries.


"Sus, dia akan mendonorkan darahnya untuk anak saya," ucap Hana dan hal itu membuat Aries semakin bertanya-tanya.


"Silahkan pak."


"Hana!"


Aries menatap Hana penuh pertanyaan dan Hana yang tau dengan tatapan bingung Aries. Hana menangkubkan tangannya di pipi Aries dan membalas tatapannya.


"Aku tau kamu bingung dengan semua ini, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk aku jelaskan. Yang perlu kamu lakukan adalah mendonorkan darah kamu buat seorang gadis kecil yang tengah terbaring ruang operasi karena dia sangat membutuhkan darah kamu."


"Baiklah."


Setelah melakukan beberapa prosedur, barulah Aries melakukan pendonoran darah. Setelah itu Hana mengajak Aries ke tempat di mana Aisyah tengah di operasi.


"Diah, apa sudah ada kabar tentang Aisyah?" tanya Hana yang sembari menatap pintu ruang operasi.


"Iya." Angguk Hana.


"Syukurlah, setidaknya Aisyah tidak kekurangan stok darah."


Aries yang sejak tadi penasaran langsung menarik tangan Hana menjauh dari Diah.


"Tolong jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi? terus siapa Aisyah? apa hubungannya aku dengan Aisyah?" cecar Aries.


Hana menghela nafasnya dan memilih duduk seraya memandang jauh ke depan.


"Kamu ingat, dimana kamu merenggut kesucianku."


Aries mengangguk. Kemudian Hana menceritakan semuanya kepada Aries tanpa terkecuali termasuk dirinya yang masuk rumah sakit jiwa akibat terpisah dengan Baby Aisyah.


Aries mengeraskan rahangnya saat Hana menceritakan tentang Anton, mantan suaminya yang dengan tega menjual Aisyah yang masih sangat membutuhkannya demi melunasi hutang judinya.

__ADS_1


Hana terisak menceritakan semua deretan yang di alaminya termasuk Aisyah yang di usir oleh ibu angkatnya. Aries merengkuh tubuh Hana yang bergetar karena tangisannya. Tatapan mata Aries nyalang saat mendengar rentetan kejadian yang dialami oleh Hana juga Aisyah.


Aku tak menyangka, perbuatanku dulu membuat Hana hamil, dan dia menikah dengan seorang bajingan yang selalu memperlakukannya kasar. Bahkan dengan teganya memisahkan kamu dengan anak kita, dan membuat kamu harus depresi akibat perbuatannya. Hana, terima kasih sudah mau mempertahankan anakku, aku janji akan balas orang-orang yang sudah jahat sama kamu dan juga kepada Aisyah, putriku.


Hana, aku berjanji akan membahagiakan kamu dan putri kita. Aku janji akan menjaga kalian berdua. Tidak akan lagi yang akan memisahkan kita.


Aries meneteskan air matanya, karena tak menyangka kalau dirinya sekarang sudah memiliki seorang anak dari perempuan yang sangat di cintainya itu.


Aries mencium pucuk kepala Hana berulang kali, bahkan Aries semakin merengkuh tubuh Hana dalam dekapannya.


"Hana...." panggil Diah.


Hana langsung menarik diri dari pelukan Aries dan menatap Diah.


"Iya, Diah."


"Operasinya sudah selesai, dokter mencari kalian," tukas Diah.


Hana dan Aries bergegas menemui dokter yang tengah menunggunya di depan pintu ruang operasi.


"Bagaimana dok, keadaan anak saya?" cecar Hana.


" Operasinya berhasil dan sekarang pasien keadaannya sudah stabil, kita tinggal tunggu perkembangan pasien. Secepatnya, kita akan memindahkan ke ruang rawat."


" Alhamdulillah, terima kasih dok," ucap Hana tersenyum lega.


"Iya, sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu."


Hana langsung memeluk Aries, Hana dan Aries bisa bernafas lega.


"Aku nggak sabar ingin segera bertemu dengan anakku, sudah lama aku menantikan pertemuan ini," ujar Hana di pelukan Aries.


"Iya, aku juga."


Diah tersenyum bahagia karena sekarang Hana bisa berkumpul lagi dengan buah hatinya yang lama terpisah. Rasa bersalah terhadap Hana, mulai terkikis sedikit dan berharap Hana selalu diberi kebahagiaan, apalagi sekarang Aisyah sudah bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2