Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 65


__ADS_3

Beberapa hari sudah terlewati, kini keadaan Aisyah semakin membaik. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter mengatakan semuanya bagus terutama di bagian kepala.


Sedangkan Mama Soraya semakin di sibukkan dengan mempersiapkan segala hal untuk pernikahan Hana dan Aries. Dan tepat hari ini Aisyah di izinkan pulang oleh dokter, membuat hati Hana semakin bernafas lega dan senang.


" Apa sudah siap?" tanya Aries kepada Hana, karena sejak tadi Hana membereskan semua barang-barang yang harus di bawa pulang.


"Sudah," sahut Hana.


" Ayo kita pulang. Mama dan yang lainnya sudah menunggu kedatangan cucunya di rumah," ujar Aries yang kini sedang menggendong Aisyah.


"Iya, ayo," timpal Hana.


Hana, Aries dan Aisyah meninggalkan ruangan itu, sedangkan barang-barangnya di bawa oleh anak buah Aries yang berada di belakang mereka. Kini Ketiganya sudah berada di dalam mobil dan siap meninggalkan rumah sakit.


Selama di perjalanan menuju pulang, Aisyah banyak bercerita tentang keinginannya ini dan itu. Terutama keinginannya berziarah ke makam papa Adam, dan tentu saja Aries akan mengabulkan semua keinginan Aisyah.


Mobil yang di kendarai oleh Bejo, kini sudah memasuki halaman rumah Aries. Hana yang melihat rumah Aries hanya terperangah menatap rumah Aries yang menurutnya sangatlah mewah dengan halaman rumah yang sangat luas.


"Ini rumah ayah?" tanya Aisyah saat mereka sudah turun dari mobil.


"Iya, rumah Ais juga," ucap Aries seraya menggendong Aisyah.


"Ayo, semuanya sudah menunggu kedatangan kita terutama Ais yang paling di tunggu-tunggu," kata Aries.

__ADS_1


"Ais pengen jalan aja, yah?" pintanya.


"Oke." Aries menurunkan Aisyah dari gendongannya dan kini Ketiganya berjalan memasuki rumah megah Aries.


Saat membuka pintu, mereka bertiga di kejutkan dengan pesta penyambutan untuk Aisyah yang kini sudah kembali pulang ke rumah.


"Surprise...." Teriak semuanya yang menyambut kedatangan mereka, terutama Aisyah. Tentu saja membuat Aisyah semakin senang dengan semuanya, apalagi Aisyah melihat banyaknya balon yang tergeletak di lantai dan juga balon-balon yang bergantungan di langit-langit ruang tamu dan juga tulisan 'Selamat datang Aisyah'.


Mama Soraya mendekati Aisyah tengah terperanjat karena mendapatkan kejutan dari semua orang yang begitu menyayangi dirinya.


"Selamat datang cucu Oma yang paling cantik, semoga Ais selalu di beri kesehatan dan juga kebahagiaan, kita semua yang ada disini sangat menyayangi Ais." Kemudian Mama Soraya memeluk Aisyah dan mencium wajah Aisyah dengan sayang, begitupun dengan yang lainnya. Mereka semua yang ada bergantian menyambut kedatangan Aisyah di rumahnya.


Hana yang sejak tadi menyaksikan kebahagiaan yang tengah mereka rasakan begitu terharu dan meneteskan air matanya, karena sekarang hidupnya benar-benar lengkap dengan adanya Aisyah di hidupnya.


"Terima kasih, karena kamu sudah mempertahankan Ais saat kamu hamil Ais, meski yang kamu jalani tidaklah mudah. Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu dan juga Ais, karena sekarang sumber kebahagiaanku adalah kalian berdua," tutur Aries dengan tatapan teduh terhadap Hana.


Hana tak mampu menjawab ungkapan Aries, karena saat ini Hana benar-benar sedang di selimuti rasa haru di hatinya. Hana hanya bisa menitikkan air mata bahagianya.


"Ayo-ayo, kita potong nasi kuning dulu," seloroh ibu Dumiya kepada semuanya.


Mereka pun berkumpul di meja makan dan mengelilingi meja makan tersebut dengan di tengahnya ada nasi tumpeng yang siap di potong.


Sebelum memulai memotong nasi tumpengnya, Pak Rusli terlebih dulu memimpin doa agar semuanya di beri kesehatan, keberkahan, keselamatan, dan juga kebahagiaan untuk semuanya.

__ADS_1


"Ais, Hana dan Aries ayo kalian bertiga potong nasi tumpeng ini sebagai bentuk rasa syukur karena kalian bisa bersatu, terutama untuk kesembuhan Ais," cetus Mama Soraya.


"Iya, ma," jawab Aries.


Aries, Hana dan Aisyah memotong nasi tumpeng tersebut. Setelah memotong nasi tumpengnya, Hana dan Aries menyuapi Aisyah, tentu saja Aisyah sangat bahagia mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


***


Selesai dengan acara makan-makan, kini semua orang tengah duduk di ruang keluarga, sedangkan Aisyah tengah beristirahat di temani oleh Aries.


"Hana, karena sekarang Ais sudah sembuh. Besok kamu ikut sama mama pergi ke butik, mencoba baju pengantin yang sudah Mama persiapkan untuk kamu," ujar Mama Soraya yang sangat antusias menyambut pernikahan Hana dan Aries.


"Ya, ma...."


"Terima kasih, Bu. karena ibu sudah bersedia menerima Hana sebagai calon menantu ibu, sedangkan kami yang hanya orang biasa merasa tak pantas bisa berbesanan dengan keluarga ibu yang berada," ungkap ibu Dumiya yang merasa status sosial yang sangat jauh dengan keluarga Aries.


"Ibu, nggak usah memikirkan hal itu, justru saya sangat senang dengan kehadiran Hana dan Ais dan saya bukan orang yang suka membeda-bedakan status sosial, jadi ibu nggak usah pikirkan hal itu," timpal Mama Soraya sembari menepuk punggung tangan ibu Dumiya.


Sedangkan Aries yang tengah menemani Aisyah di kamar. Tengah membacakan cerita untuk Aisyah. Ini adalah rutinitas baru untuk Aries saat menemani Aisyah tidur. Begitu terasa kehangatan yang tercipta di hidupnya saat ini, Aries yang selama ini hanya di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan kini memiliki rutinitas baru yaitu membacakan cerita untuk putri tercintanya.


________***_______


Maaf jika ada kata-kata yang tidak nyambung atau tidak tepat dan juga typo yang masih bertebaran di setiap chapternya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


__ADS_2