Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 93


__ADS_3

Setelah seharian main di pantai, Aries mengajak Hana, Aisyah dan Marshall makan malam di sebuah restoran seafood. Mereka sangat menikmati kebersamaan yang terasa begitu hangat.


Senyum Aisyah tak pernah pudar menghiasi bibirnya. Aisyah sangat senang bisa berkumpul bersama keluarganya, apa lagi sekarang di tambah adanya Marshall, Kakak yang di sayanginya.


"Sekarang coba yang ini," tawar Hana kepada Aisyah dan Marshall sembari menaruhnya di piring keduanya.


"Aku nggak di tawarin, yang...." rengek Aries.


"Ck, tanpa di tawarin juga kamu pasti langsung mengambilnya."


Aries langsung mengerucutkan bibirnya. Aisyah yang melihat ayahnya mengerucutkan bibirnya langsung tertawa geli.


"Iih ... ayah jelek kalau lagi kaya gitu, mirip bubble bass yang ada di Spongebob."


Aisyah dan Marshall langsung tertawa, mengingat tokoh kartun yang ada di serial kartun yang setiap hari nongol di TV.


"Sungguh tega, masa ayah di samain sama bubble bass yang memiliki perut buncit."


"Sudah-sudah cepat makan," pungkas Hana.


Akhirnya mereka makan di selingi celotehan Aisyah yang penuh kegembiraan.


Selesai makan, mereka berempat pergi ke pasar malam. Mata Aisyah dan Marshall berbinar melihat semua permainan yang ada di pasar malam tersebut. Aisyah langsung menarik tangan Marshall dan mengajaknya naik komedi putar. Bahkan Aisyah dan Marshall menaiki beberapa wahana permainan.


Senyum ceria keduanya terus tersungging. Aisyah dan Marshall benar-benar menikmati liburannya yang sangat menyenangkan.


"Ayah, Ais boleh beli permen kapas?" tanyanya seraya memasang mata puppy eyes.


"Ya, boleh...."


"Yeey ... terima kasih ayah," seru Aisyah senang.


Aisyah langsung mendekati penjual permen kapas dan memilih yang memiliki dua warna.


"Terima kasih om," ucap Aisyah setelah mendapatkan permen kapas yang di inginkannya.


"Abang mau ini juga nggak?" tawar Aries kepada Marshall.


"Nggak, yah," tolak Marshall seraya menggelengkan kepalanya.


"Terus Abang mau apa?" tanya Hana.

__ADS_1


"Kalau boleh Abang mau itu."


Marshall menunjuk penjual ikan cu pang.


"Ayo kita ke sana," Aries langsung mengajak keluarga kecilnya ke penjual ikan cu pang. Kemudian Marshall memilih ikan kecil nan cantik itu. Setelah memilih dan membayarnya, Hana mengajak keluarga kecilnya ke toko pakaian.


Hana memilih pakaian yang tergantung di stand hanger, lalu pandangannya tertuju ke pakaian yang tergantung di ujung. Hana tersenyum dan meminta pakaian tersebut di bungkus. Sedangkan Aries, Marshall dan Aisyah menunggu di depan toko tersebut.


" Sudah?" tanya Aries.


"Iya, sudah." Seraya menunjukkan kresek hitam.


"Apa masih ada yang mau di beli?" tanya Aries.


"Ada."


"Mau beli apa lagi?"


"Ayo ikut aku."


Aries, Marshall dan Aisyah mengikuti langkah Hana dan kini Hana berhenti di penjual cilor. Hana langsung memesannya. Sambil menunggu cilornya matang. Hana mengajak berfoto dengan background bianglala di belakang mereka. Mereka semua tersenyum ceria dan penuh kebahagiaan.


Hana langsung menerima cilor tersebut dan membayarnya. "Terima kasih, mang."


"Sama-sama mbak."


"Ada lagi yang mau di beli?"


"Nggak ada, lebih baik kita langsung pulang ke villa."


Aries pun mengangguk dan mengajak Aisyah dan Marshall pulang.


Mereka berempat langsung naik ke mobil dan meninggalkan pasar malam tersebut.


" Siapa yang mau cilor...." tawar Hana.


"Ais mau Bu, Ais mau!" seru Aisyah.


"Marshall juga mau Bu."


"Oke, sekarang ibu bagikan ya."

__ADS_1


Hana langsung membagikan cilor tersebut. Aisyah dan Marshall menerimanya dengan senang, sedangkan Aries di suapi oleh Hana.


Kini mobil yang di kendarai oleh Aries, tiba di villa. Aries menengok ke belakang dimana Aisyah dan Marshall duduk. Keduanya sudah terlelap setengah jam yang lalu.


"Sayang, kamu bawa Aisyah dan aku bawa Marshall."


Hana pun mengangguk dan segera mengangkat tubuh Aisyah, begitupun dengan Aries yang mengangkut tubuh Marshall dan membawa ke kamarnya masing-masing.


Hana lebih dulu masuk ke kamarnya dan langsung membersihkan diri. Aries juga masuk ke kamar dan menatap pintu kamar mandi yang tertutup, kemudian Aries memilih duduk di atas kasur seraya menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang.


Hana keluar, berbalut handuk dan mengambil piyamanya di lemari. Aries yang melihat Hana yang berbalut handuk langsung mendekati Hana, kemudian Aries mencium pundak Hana yang terekspos.


"Abay, mengagetkan saja."


Hana sudah mengambil pakaiannya dan akan mengenakannya, tapi Aries langsung meraih pakaian Hana dan melemparkannya ke sembarang arah.


"Kenapa pakaianku di lempar?"


"Karena kamu tidak membutuhkan pakaian," bisik Aries di telinga Hana sembari mencium telinga Hana.


Tangan Aries bergerak membuka handuk Hana hingga terjatuh ke lantai. Hana yang saat ini hanya mengenakan bra dan celana segitiga, langsung membuat Aries menelan Salivanya.


Aries langsung mengangkat tubuh Hana dan membawanya ke ranjang. Aries langsung mengukung tubuh Hana. Keduanya saling menatap mesra, Aries membelai wajah Hana. Kemudian Aries mengikis jarak wajahnya untuk segera mencium bibir Hana, begitupun Hana yang menyambut ciuman sang suami.


Kini keduanya terbuai, Aries perlahan membuka pengait bra Hana dan mencampakkannya ke lantai. Ciuman Aries berpindah ke leher Hana yang halus, tapi kali ini Aries tidak memberikan stempel ke pemiliknya di leher Hana.


Aries terus memberi kecupan-kecupan kecil di leher Hana.


"Aahh ... Aries...." de sah Hana seraya memejamkan matanya menikmati sentuhan yang sedang Aries lakukan.


Tangan Aries pun tak tinggal diam, tangan Aries tengah berada di atas dada Hana dan mere masnya pelan.


Wajah Aries bergerak turun ke bukit halus. Aries merayu bukit halus Hana dengan gerak bibirnya yang akan membuat Hana semakin di mabuk kepayang.


Hana hanya bisa men desah, apa lagi sekarang tangan Aries memilin bukit Hana yang bagian terkecil. Membuat Hana semakin terbuai dengan sentuhan tangan Aries.


"Abay ... aku menginginkan kamu...." De sah Hana seraya menggigit bibir bawahnya dengan tatapan memohon, meminta belalai Aries segera memasuki tubuhnya


Dan ... Silahkan lanjutkan dengan imajinasi kalian. Soalnya othornya masih polos 🤭🤭


Selamat istirahat dan salam sayang 😘😘

__ADS_1


__ADS_2