Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 73


__ADS_3

"Sah...."


Ucap para saksi dan juga semua yang hadir di sana. Aries dan Hana mengusap wajahnya dengan rasa lega. Hana langsung mencium punggung tangan Aries dan Aries juga mencium kening Hana. Mereka berdua sama-sama tersenyum, menyambut hari yang baru sebagai pasangan yang sah.


Semua yang hadir juga ikut merasakan apa yang tengah Aries dan Hana rasakan. Mama Soraya dan ibu Dumiya berkali-kali mengusap air matanya. Ibu Dumiya tersenyum haru melihat putri bungsunya sudah menikah lagi dan berharap pernikahannya kali ini selalu memberikan kebahagiaan untuk Hana.


Akhirnya, anak ibu menemukan kebahagiaannya yang sudah lama hilang. Apa lagi sekarang kebahagiaan Na benar-benar nyata, karena sekarang sudah ada Aisyah di antara kalian. Ibu cuma berharap Na selalu di beri kebahagiaan dan jangan ada air mata kesedihan, cukup sekali Na merasakan penderitaan yang Na alami bersama Anton.


Ibu Dumiya tersenyum saat Hana dan Aries kini akan melakukan sungkeman.


"Bu, Na minta doanya. Semoga pernikahan yang Na jalani selalu di beri kebahagiaan dan juga keberkahan. Semoga keluarga Na menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah," tutur Hana saat dirinya tengah sungkem kepada sang ibu.


"Ibu pasti akan mendoakan, Na. Ibu juga berharap semoga pernikahan Na yang kedua ini selalu di beri kebahagiaan. Jadilah istri yang baik untuk suami Na, jadikanlah suami Na tauladan untuk, Na. Dengarkan perkataan suami Na jika itu demi kebaikan untuk, Na," ucap ibu Dumiya seraya menyeka air matanya.


"Iya, Bu." Kemudian Hana memeluk sang ibu dengan rasa haru dan derai Ari mata yang terus keluar dari sumbernya.


Sekarang giliran Aries yang sungkem kepada ibu mertuanya itu.

__ADS_1


"Bu, do'akan pernikahan kami. Semoga pernikahan yang akan kami jalani selalu di beri kebahagiaan. Sesuai dengan harapan saya."


"Ibu pasti do'akan. Tolong bimbingan anak ibu menjadi istri yang baik, ingatkan anak ibu jika Hana melakukan kesalahan tapi jangan siksa anak ibu seperti pernikahan yang sudah pernah Hana jalani. Ibu hanya bisa titip anak ibu kepada kamu, tolong sayangi Hana, dan cintai Hana dengan caramu, nak."


"Iya, itu pasti. Ibu jangan khawatir, saya pasti akan menjaga Hana dan Ais dengan sepenuh hati saya," ucap Aries, sedangkan ibu Dumiya tak henti-hentinya membasahi pipinya dengan air mata yang terus meluncur bebas.


Hana dan Aries juga sungkem kepada pak Rusli. Pak Rusli hanya meminta kepada Aries yaitu menjaga Hana dan jangan sakiti Hana, cukup hanya dengan mengingatkannya, jika Hana melakukan kesalahan. Kemudian Hana, juga sungkem kepada Mama Soraya.


"Selamat datang, sayang di keluarga Heryanto. Mama senang, akhirnya kamu menjadi istri Aries. Tolong jaga anak Mama, ingatkan Aries jika Aries sudah mulai salah langkah dan juga tolong genggam tangan Aries saat anak Mama dalam keadaan kesusahan, jadilah tempat untuk bersandar di saat anak Mama mengalami kesulitan."


"Iya, ma...."


"Ayah ... ibu...." panggil Aisyah yang berlari kecil menghampiri Hana dan Aries.


Aries langsung membawa tubuh kecil Aisyah kedalam gendongannya, dan mencium pipi Aisyah dengan senyum terus mengembang.


Kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh keluarga kecil itu semakin terasa, karena sekarang hidup ketiganya tak akan terpisahkan lagi. Mereka bertiga benar-benar sudah menjadi keluarga yang sesungguhnya.

__ADS_1


Aries lelaki yang kini sudah berusia tiga puluh enam tahun, tak menyangka kalau kesalahan yang sudah di lakukannya terhadap Hana, kini malah membawanya menuju kebahagiaan bersama perempuan yang sudah dia renggut kesuciannya dan kini hadir seorang putri cantik di tengah-tengah kebahagiaan yang dia rasakannya.


***


Selesai acar ijab kabul, Hana dan Aisyah kini tengah berada di dalam kamarnya dan menunggu acara selanjutnya, yaitu resepsi pernikahannya. Sedangkan Aries, masih berada di taman karena masih ada koleganya yang belum pulang.


"Ibu, Ais seneeeng banget. Ibu sama ayah menikah, Ais juga pengen jadi pengantin kaya ibu." cetus Aisyah yang kini tengah berbaring bersama Hana.


"Tapi nanti kalau Ais sudah besar, kalau sekarang tugas Ais adalah sekolah dan belajar. Paham Anak ibu," ucap Hana lembut, sambil menjawil pipi Aisyah.


"Iya, ibu...."


Sambil menunggu, MUA datang untuk merias. Hana memilih beristirahat sejenak di temani gadis ciliknya yang kini sudah terlelap dalam rengkuhannya.


Aries tiba di depan kamar dan melangkah masuk ke dalam. Aries tersenyum melihat pemandangan di depannya. Dimana Hana tengah memeluk Aisyah dalam tidurnya.


"Sekarang, aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang sempurna. Aku menjadi seorang suami sekaligus seorang ayah. Aku berjanji akan menjaga keluarga kecil kita, dan semoga aku mampu membuat hidup kalian dalam kebahagiaan tanpa ada penderitaan yang pernah kalian rasakan sebelumnya." Kemudian Aries mencium kening Aisyah dan Hana.

__ADS_1


Karena waktu menuju acara resepsi masih lumayan lama, akhirnya Aries ikut bergabung dengan dua bidadari dalam hidupnya kini.


Aries memeluk Aisyah yang berada di antara dirinya dan Hana. Aries pun ikut menjemput sang alam mimpi bersama keluarga kecilnya itu.


__ADS_2