
Hana terbangun karena merasakan pipinya tengah di usap seseorang. Hana pun mengerjapkan matanya, dan menatap wajah yang kini sudah menjadi suaminya itu
"Ganggu ya...." ucap Aries lembut.
" Jam berapa?"
"Setengah lima sore," jawab Aries yang kini tersenyum menatap Hana.
Hana pun melirik ke samping, dimana Aisyah tidur. Tapi sang putri kecilnya itu ternyata tidak ada di sampingnya.
"Ais, mana?"
"Ais lagi di ajak mandi sama mama."
"Oh...."
Hana bangun dan akan melangkah menuju kamar mandi, tapi Aries mencegah Hana. Hal itu membuat Hana mengernyitkan dahinya menatap Aries.
"Ada apa?" tanya Hana bingung.
Aries tak menjawab perkataan Hana, yang ada Hana di tarik ke pangkuannya, kemudian memeluk pinggang Hana.
"Aries, apa yang kamu lakukan. Awas aku mau mandi," pinta Hana, dan berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Aries.
"Ssttt ... biarkan seperti ini dulu," pinta Aries dengan tatapan yang sayu.
" Apa kamu bahagia menikah dengan aku, sayang," tutur Aries lembut seraya mengelus lengan kanan Hana.
"Tentu saja aku bahagia, kalau aku nggak bahagia buat apa aku mau menikah sama kamu."
"Terima kasih, sayang. Terima kasih sudah menerima aku sebagai lelakimu. Jika suatu saat aku salah dalam melangkah, tolong ingatkan aku dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku di saat hidupku dalam keadaan terpuruk dan jadilah sandaran hidupku di saat aku membutuhkan tempat untuk aku berkeluh-kesah."
" Hana, istriku, wanitaku. Aku sangat mencintai dirimu."
Aries menarik tangan Hana, dan meletakkan tangan Hana di dadanya seraya menatap netra Hana dengan tatapan lembut dan teduh.
__ADS_1
"Di sini, hanya ada nama kamu yang terukir. Di dalam sini, hanya ada satu cinta yang bertuan di dalam hati ini, yaitu kamu. Istriku...."
Perlahan, Aries mendekati wajah Hana dan membenamkan bibirnya ke bibir Hana. Aries terus memagut bibir Hana lembut, sedangkan tangan Hana melingkar di leher Aries.
Ciuman yang awalnya lembut kini menjadi ciuman yang menuntut, di baringkannya Hana ke atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Aries terus mencium bibir Hana dan kini tangan Aries mulai bergerak turun menuju tepian baju Hana, sedangkan bibirnya juga ikut bergerak turun ke rahang Hana dan memberikan kecupan kecil.
Tangan Aries mengelus perut Hana dan kini mulai merangkak naik menuju sebuah bukit yang halus dan juga lembut. Sedangkan bibir Aries kini sudah menyapu kulit leher Hana dengan penuh kehangatan.
"Aries ... aku mohon hentikan," pinta Hana, dengan sisa kesadarannya. Sebab orang MUA sebentar lagi akan datang untuk merias dirinya.
Aries tak mendengarkan apa yang di katakan oleh Hana. Bahkan tangan Aries sudah berada di atas puncak bukit yang halus itu, dan mere masnya.
"Aries ... aahhh...." Suara desa han Hana. Meski berusaha tak terbuai, pada akhirnya Hana terbuai dengan apa yang sedang di lakukan Aries terhadapnya.
Tok ... tok ... tok.
"Ayah ... ibu ... buka pintunya, Ais mau masuk!" teriak Aisyah yang tadinya mengetuk pintu kini berubah menjadi gedoran.
"Aries, aku mohon hentikan semua ini. Ais mau masuk," pinta Hana.
Aisyah terus menggedor pintu kamar orang tuanya, bahkan kini Aisyah menangis karena kedua orang tuanya tak kunjung membukakan pintu.
"Ayah ... ibu, buka! Ais mau masuk," teriak Aisyah bercampur dengan tangisan.
Dengan sangat terpaksa Aries menghentikannya. Aries hanya bisa bersungut-sungut di dalam hatinya, karena tak bisa melanjutkan kegiatan yang menyenangkan bersama Hana.
Aries berguling ke samping Hana dan menghentakkan nafasnya kasar, karena sesuatu yang di bawah sana sudah menggeliat dan meminta di keluarkan dalam sangkarnya yang selama ini terkurung.
Hana langsung bangun dan membenarkan pakaiannya, setelah itu baru melangkah dan membukakan pintu untuk Aisyah.
"Ibu! kenapa lama sekali.Memang ibu sama ayah lagi ngapain? tangan Ais sampai sakit harus mengetuk pintu," ucap Aisyah penuh kekesalan karena terlalu lama di bukakan pintunya.
"Maaf, ibu baru bangun tidur dan ayah sedang di kamar mandi," pungkas Hana, berusaha menenangkan Aisyah yang terlihat sangat kesal.
__ADS_1
***
Kini Hana, Aries dan Aisyah sudah berada di depan pintu acara resepsi pernikahannya.
"Ayah, apa Ais sudah cantik?" tanyanya seraya membenahi gaunnya.
"Ais, sangat cantik bahkan yang paling cantik seperti princess."
Aisyah tersenyum lebar karena di samakan dengan princess. Sementara Hana terlihat sedikit gugup karena dirinya akan menjadi pusat perhatian semua orang.
Aries menggenggam tangan Hana erat seraya mengelus punggung tangan Hana, berusaha memberikan kenyamanan.
"Jangan gugup, ada aku di sini. Berjalanlah dengan santai dan terus tampilkan senyum manismu untuk semua tamu yang hadir."
Pintu pun di buka, Aisyah berjalan di depan kedua orang tuanya. Mereka melangkah memasuki tempat acara yaitu pesta resepsi pernikahan Hana dan Aries.
Para tamu undangan bertepuk tangan, menyambut kedatangan kedua mempelai.
Aisyah berjalan dengan sangat riang, sedangkan Hana dan Aries terus menampilkan senyum bahagianya kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Hana dan Aries tiba di pelaminan. Para tamu undangan pun berbondong-bondong bersalaman dengan sang kedua mempelai.
"Selamat bro! Akhirnya elo menikah juga," ucap sahabatnya Aries yang bernama Aditya Saputra. Adit adalah teman sekaligus rekan bisnisnya. Aditya datang bersama sang istri yaitu Bella dan kedua anak kembarnya.
"Terima kasih, sudah mau datang ke pernikahan gue," sahut Aries seraya menepuk pundak sahabatnya itu.
"Selamat ya, atas pernikahan kalian," ucap Bella kepada Hana.
"Iya...."
Setelah itu, keluarga Aditya turun dari pelaminan. Acara pun semakin meriah, para undangan pun sudah mengucapkan berbagai selamat. Bahkan Aditya terus tersenyum merekah selama acara berlangsung sampai acara selesai.
_________***_______
Ketemu hari Senin lagi, boleh dong bagi vote dan kembang juga kopinya.
__ADS_1
Jangan lupa like 👍👍