Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 76


__ADS_3

Buat Dede emes atau yang jomblo, tolong menyingkir dulu dan juga di skip bagi para jomblo dan juga dede-dede emes.


_______***_______


Ragu-ragu Hana keluar dari kamar mandi dan di sambut dengan tatapan intens dari Aries.


Aries menelan Salivanya, melihat Hana mengenakan lingerie yang sangat tipis dan juga seksi. Hana melangkah ragu dari depan kamar mandi dan akan melangkah menuju tempat tidur, tapi yang ada Aries berjalan cepat ke arah Hana.


Jantung Hana semakin berdekup kencang, melihat tatapan sayu Aries. Tangan Hana saling bertautan, saat Aries sudah berdiri di hadapannya. Keduanya saling pandang dan tangan Aries terulur meraih tubuh Hana dan membawa tubuh Hana ke dalam dekapannya.


Dalam-dalam, Aries menghirup wangi tubuh Hana yang menurutnya begitu memabukkan.


"Hana...." panggil Aries parau.


"Ii ... iya."


"Lihat aku...."


Dengan ragu, Hana mendongakkan wajahnya dan menatap netra Aries.


"Aku ... menginginkan kamu malam ini. Jadi izinkan aku menyentuhmu untuk yang kedua kalinya."


Hana diam dan tak tahu harus jawab apa. Hana hanya bisa menelan Salivanya, saat wajah Aries mulai mendekati wajahnya.


Aries memagut bibir Hana selembut mungkin. Aries tidak mau melakukannya tergesa-gesa, Aries ingin Hana rileks dan tidak tegang saat tiba waktu yang menyenangkan untuk mereka lakukan.


Aries terus memagut bibir Hana dan mengajak Hana membalas ciumannya. Aries menghentikan ciumannya dan mengangkat tubuh Hana ala bridal style, menuju ranjang yang bertaburan bunga mawar merah.


Di baringkannya tubuh Hana di atas kasur. Aries langsung mencium bibir ranum Hana, dan kini tubuh Aries sudah berada di atas tubuh Hana.

__ADS_1


Suara decap ciuman mereka mengisi di kesunyian kamar pengantin tersebut. Suasana yang tamaram mengantar keduanya saling membalas dan berbagi kehangatan lewat sentuhan tubuh.


Tangan Aries bergerak membuka pakaian Hana dan melemparkannya ke sembarang arah, Aries juga membuka pakaian sendiri tanpa sisa.


Kini keduanya sudah polos, Hana menutupi bagian terpenting dalam tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Jangan di tutupi, sayang. Biarkan aku melihatnya."


Dengan ragu, Hana memperlihatkan bagian terpenting tubuhnya kepada Aries, yang kini sudah menjadi suaminya. Hana menggigit bibir bawahnya, saat Hana melihat tatapan mata Aries begitu lekat memandangi tubuhnya.


"Izinkan aku menyentuhmu, sayang," lirih Aries. Hana mengangguk pelan sebagai jawabannya.


Aries langsung mencium bibir Hana lembut dan tidak tergesa-gesa. Tangan Aries mengelus leher halus Hana dan bergerak turun menyusuri halusnya kulit tubuh Hana menuju sebuah bukit yang sudah sejak tadi menantangnya untuk di sentuh.


Di rayunya tubuh Hana dengan sentuhan yang lembut, agar si pemilik tubuh tetap rileks dan nyaman saat Aries menyentuh bagian yang lainnya.


"Aries...."Desis Hana, seraya memejamkan matanya.


Sedangkan tangan Aries terus, menyentuh bukit nan indah itu. Tangan Aries terus memanjakan bukit Hana dengan rema san lembut dan memi Lin yang terkecilnya.


Tubuh Hana merespon dengan sangat baik ketika Aries terus memanjakannya dengan sentuhan-sentuhan lembut nan memabukkan. Tubuh Hana sudah terbuai dengan sentuhan manja Aries dan bahkan Hana terus men de sah saat Aries memberi kenikmatan yang memabukkan.


Bibir Aries bergerak turun ke leher Hana dan menyapu kulit halus leher Hana dan memberi tanda ke pemiliknya di sana.


"Uuhh...." suara Hana terdengar sangat seksi di telinga Aries.


Wajah Aries terus bergerak turun dan kini sudah di atas bukit tersebut hanya untuk menyentuhnya lewat gerak bibir Aries. Sedangkan Hana hanya bisa menikmati apa yang sedang Aries lakukan terhadap dirinya, lewat gerakan bibir kenyal Aries.


"Ar ... iessss" De sah Hana, seraya memejamkan matanya.

__ADS_1


Wajah Aries terus berada di atas gundukan tersebut, sedangkan gundukan yang satu lagi di rayu dan di manja lewat tangan Aries. Hana hanya bisa meracau dan mendesis.


"Apa kamu sudah siap, sayang," bisik Aries dan Hana mengangguk.


Aries tersenyum dan mencium kening Hana, lalu mencium kedua kelopak mata Hana, mencium hidung Hana dan terakhir mencium bibir Hana.


Aries menegakkan tubuhnya. Bagian terpenting Aries sudah siap memasuki tubuh bagian bawah Hana.


Dengan pelan dan pasti, bagian tubuh terpenting Aries memasuki kawasan lembab dan juga hangat. Aries terdiam sejenak saat sesuatu yang sudah berada di dalam sana siap bekerja dengan sangat baik.


Perlahan Aries bergerak dan merayu si pemilik tempat yang lembab dan hangat itu untuk meresponnya. Aries terus bergerak dan memacu dengan sangat menuntut dan juga mengajak Hana menuju puncak kenikmatan yang akan membawanya rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Gelombang-gelombang kenikmatan itu semakin nyata saat keduanya tersesat dalam indahnya surga dunia yang sedang mereka raih bersama-sama. Tubuh keduanya memandikan peluh yang terus keluar dan melebur menjadi satu saat keduanya saling berpelukan.


Aries terus meng hentak dalam bagian bawah sana tanpa jeda, justru Aries menambah hen takkan tersebut.


"Aarrggh...." suara Hana meng erang panjang saat sesuatu yang akan tumpah keluar dari tempatnya.


"Sa ... yanggg," suara berat Aries terdengar sangat parau.


Aries semakin menggila dan tak terkendali saat gelombang kenikmatan semakin dekat dan keluar dari persembunyiannya. Aries terus bergerak semakin dalam saat bagian terpentingnya menyentuh dinding rahim Hana dan menumpahkannya di sana dan berharap berkembang menjadi janin.


________***_______


Cukup segitu dulu, adegan hareudangnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍


Salam sayang dari othor 😘😘

__ADS_1


__ADS_2