
"Apa jangan-jangan Hana saat ini sedang mengandung cucu papa lagi."
"Bisa jadi pa," timpal Mama Soraya dengan senyum sumringahnya.
Aries langsung menatap Hana penuh tanya. "Yang, apa kamu sudah mendapatkan tamu bulanan?" tanya Aries.
Hana mencoba mengingat kapan terakhir dirinya datang bulan.
"Kayaknya belum, bahkan aku aja lupa kapan terakhir aku datang bulan," jawab Hana sambil terus mengingat terakhir dirinya haid.
"Lebih baik kita langsung periksa ke rumah sakit," seloroh Aries yang langsung menarik tangan Hana.
Aries dan Hana di antar oleh supir pribadi papa Erik ke rumah sakit terdekat, dan saat sudah tiba di rumah sakit Aries langsung mengajak Hana ke dokter kandungan. Aries dan Hana harus menunggu karena harus mengantri dengan pasien lain. Sekitar lima belas menit baru Hana di panggil oleh suster.
Aries dan Hana segera masuk dan langsung duduk di depan dokter.
"Selamat siang nyonya, tuan," sapa sang dokter.
"Siang," jawab Hana.
"Apa ada keluhan?"
" Tidak ada, dok."
"Terakhir menstruasi kapan?"
"Sebenarnya saya lupa kapan terakhir kali saya menstruasi, dok."
"Apa sudah di cek menggunakan alat kehamilan?"
"Belum," seraya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah sesi pertanyaan selesai, Hana langsung di suruh berbaring di ranjang. Dokter menyibakkan baju Hana ke atas dan dokter mengolesi gel di perut Hana, setelah itu dokter meletakkan alat USG di atas perutnya tepatnya di bawah pusarnya Hana. Dokter terus menggerakkan alat USG tersebut dengan pandangannya mengarah ke layar monitor dan berhenti di salah satu titik hitam yang terlihat dari layar monitor.
"Bagaimana dok?" tanya Aries sembari menggenggam tangan Hana.
Dokter tersenyum. "Selamat ya tuan, istri tuan memang sedang mengandung dan usia kehamilannya sudah tujuh minggu."
"Alhamdulillah," ucap syukur Aries dan tersenyum manis menatap sang istri yang kini juga tersenyum kepadanya.
"Kita bakal punya baby lagi," ucap Aries sumringah dan Hana hanya mengangguk.
Hana bangun dan turun dari ranjang. Setelah itu dokter memberi resep obat untuk Hana.
"Jangan lupa di minum vitaminnya dan harus habis."
"Baik dok," jawab Hana.
Selesai periksa kehamilan, Aries dan Hana langsung menebus obatnya di apotek, setelah itu keduanya pulang.
Aries dan Hana pulang ke rumah dengan rasa bahagia, apalagi Aries yang tak henti-hentinya mengelus perut Hana yang masih rata. Aries mencium perut Hana penuh kasih sayang.
"Aku nggak nyangka bakal hamil lagi," cetus Hana yang kini tengah menyenderkan tubuhnya di dada bidang Aries.
"Itu tandanya Tuhan masih memberi kita kepercayaan untuk memiliki anak lagi. Kita harus bersyukur masih di beri kepercayaan untuk memiliki anak lagi, di luar sana banyak pasangan suami istri yang menanti hadirnya buah hati di tengah-tengah rumah tangga yang mereka bangun. Bahkan, sampai ada yang mengangkat anak, karena sudah lama menanti hadirnya si kecil di dalam rumah tangga yang mereka bangun."
"Kamu benar, bay...."
Hana dan Aries tiba di rumah, Mama Soraya sudah menanti kedatangan Aries dan Hana.
Mama Soraya langsung saja bertanya saat Hana dan Aries baru tiba di dalam rumah, bahkan Aries dan Hana belum sempat duduk saat mama Soraya bertanya.
"Bagaimana? Apa benar Hana hamil lagi? dan berapa usia kehamilan Hana?" cecar mama Soraya kepada Hana dan Aries.
__ADS_1
"Sabar dong ma, biarkan kita duduk dulu," jawab Aries yang kini langsung mendudukkan dirinya di sofa.
"Hana memang sedang mengandung, ma. Usia kehamilan Hana sudah tujuh minggu," ucap Aries.
"Alhamdulillah, mama bakal punya cucu lagi dong. Duh... seneng banget dengernya." Mama Soraya terlihat benar-benar sangat bahagia mendengar Hana hamil lagi.
"Ibu...." si kembar berlari riang menghampiri Hana. Keduanya langsung saja duduk di pangkuan Hana.
"Ibu tadi abish dalli mana?" tanya Adelia menatap wajah sang ibu.
"Ibu habis dari rumah sakit, sayang," jawab Hana sembari membenarkan anak rambutnya yang mencuat dari ikatannya.
"Ibu atit? ibu ndha boyeh atit, kayau ibu atit chapha yang ulus Yaya," ucapnya dengan wajah muram dan sedih.
Hana tersenyum mendengar ungkapan Adelia. "Cucu Oma yang paling cantik. Ibu tidak sakit tapi di dalam perut ibu ada Ade bayi, itu artinya Adelia akan jadi seorang kakak. Yaya senang kan mau punya adik?"
"Dede bayi? di peyut ibu ada dede bayi?" tanya Adelia yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya, kemudian tangan mungilnya menyentuh perut Hana dan tidak lama Adelia tersenyum riang.
"Iyo, kitha mau punha dede bayi."
Adelio memasang wajah masam dan juga mengerucutkan bibirnya.
"Kok, Iyo manyun sih?" tanya Aries.
"Iyo ndha shuka punha dede bayi," jawabnya.
"Kenapa?"
"Anti ibu cayang na tuma cama dede bayi ajah, teyus ibu ndha cayang aghi cama Iyo."
"Kata siapa? Ibu tetap sayang kok sama Iyo," timpal Hana.
__ADS_1
"Poko na, Iyo ndha mahu punha dede bayi!" tegas Adelio dan malah berlari pergi ke kamar dengan wajah cemberut.