
Mama Soraya dan papa Erik tiba di rumah setelah beberapa hari menghabiskan waktunya di Bandung. Niat hati hanya menginap sehari tapi keduanya malah berhari-hari berada di Bandung. Andai saja Mama Soraya dan papa Erik tidak mendengar kabar soal Hana di culik, mungkin kedua orang tua Aries masih berada di Bandung.
"Jadi anak si bajingan itu sekarang ada di sini?" ucap Mama Soraya yang tidak percaya dengan pemikiran Aries dan Hana yang mau menampung anak yang sudah menculik Hana dan juga yang sudah menyiksa cucunya.
"Iya," jawab Aries.
"Kenapa kamu mau menampung anak si bajingan itu! Harusnya kamu biarkan saja dia hidup terlunta-lunta, kenapa juga kalian harus membawanya kemari dan tinggal sama kalian," ujar Mama Soraya kesal.
"Ma, kasihan Marshall. Biar bagaimanapun dia tidaklah bersalah, yang bersalah itu orang tuanya bukan anaknya. Lagian selama ini Marshall selalu menjaga Ais, disaat kita belum menemukan keberadaan Ais," sahut Aries.
"Tetap saja Mama tidak suka anak itu ada disini!" ketus Mama Soraya.
"Bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa sama Hana gara-gara bapaknya anak itu," sambung mama Soraya masih dengan rasa kesalnya.
Marshall yang tengah bersembunyi di balik tembok hanya menitikkan air matanya. Mendengar papa Doni menculik Hana. Hati Marshall terasa tersayat sakit akibat kejahatan papanya membuat orang lain begitu membencinya.
"Sudahlah ma. Yang terpenting Hana tidak kenapa-kenapa," ucap papa Erik menenangkan istrinya yang begitu kesal.
"Papa sih setuju-setuju saja jika kalian mau merawat anak itu. Kasihan anak itu, sekarang dia tidak punya siapa-siapa lagi."
"Pa...."
"Ma, apa Mama nggak kasihan sama anak itu. Sekarang anak itu hidupnya hanya sebatang kara, lagian yang sudah menculik Hana dan yang sudah menyiksa cucu kita sudah meninggal. Lagian anak itu tidak bersalah dan pastinya tidak tahu apa-apa soal kejahatan orang tuanya."
Mama Soraya diam, hatinya masih tak terima jika Marshall harus tinggal bersama anak dan cucunya.
Aisyah terbangun saat dirinya menemani Marshall tidur. Aisyah keluar kamar dan mendapati Marshall tengah menangis seorang diri. Aisyah mendekati Marshall yang tengah berdiri di sana.
"Abang...."
Marshall yang melihat Aisyah mendekatinya langsung menyeka air matanya.
"Abang ngapain berdiri di sini?"
"Abang cuma...." Marshall menghela nafasnya, "Kangen sama mama."
" Lebih baik kita doakan Mama Marisa dan om Doni," usul Aisyah. Marshall pun mengangguk kecil.
__ADS_1
"Ayo kita ambil wudhu terus sholat setelah itu kita doakan Mama Marisa dan om Doni," ajak Aisyah.
Kini keduanya tengah mengadahkan kedua tangannya dan memanjatkan doa untuk Mama Marisa dan om Doni.
Hana yang akan masuk menemui Marshall dan Aisyah, di buat terenyuh dengan pemandangan di depannya. tanpa di sadari air matanya keluar membasahi pipinya.
Marshall dan Aisyah sudah selesai beribadah, keduanya tengah membereskan alat sholatnya. Hana masuk dan mengajak keduanya untuk makan malam.
Mama Soraya yang melihat Marshall langsung menatap sinis. Sedangkan Marshall hanya menundukkan kepalanya dan tak berani menatap wajah mama Soraya.
"Marshall mau makan sama ini," tawar Hana menunjuk ikan pasmol.
"Tidak Tante, terima kasih. Biar Marshall makan sama ini saja."
"Yakin cuma makan nasi sama sayur saja?"
" Iya Tante." Marshall mengangguk seraya tersenyum kecil.
Aisyah yang tahu kesukaan Marshall langsung mengambil ayam goreng di depannya dan menaruhnya di atas piring Marshall.
"Ais tahu, Abang sangat suka makan ayam goreng kaya Upin Ipin," cetus Aisyah.
"Terima kasih," ucap Marshall tulus.
"Ayo, di makan," timpal Hana.
Mereka semua makan dengan hikmat dan tanpa ada yang bersuara.
***
Mama Soraya datang menemui Aisyah di kamarnya, dan menemani Aisyah tidur.
"Sayang, dengarkan Oma. Ais jangan terlalu dekat dengan Marshall."
"Kenapa Ais nggak boleh dekat dengan Abang?"
"Ais harus tau, kalau Papanya Marshall itu sudah menculik ibu dan Ais juga tahu kan kalau mamanya Marshall sudah jahatin Ais."
__ADS_1
"Kenapa om Doni menculik ibu?"
"Karena dia mau merebut ibu dari ayah, jadi Ais jangan dekat-dekat sama Marshall."
" Tapi Oma, yang jahat itu om Doni bukan Abang. Bahkan Abang selalu jagain Ais."
"Tapi Oma nggak suka sama Marshall."
Aisyah terdiam, dan menatap wajah Omanya.
"Jika Oma nggak suka sama Abang, berarti Oma juga tidak suka sama Ais."
"Kenapa Ais bilang begitu?"
"Karena Ais sayang Abang. Oma, Ais mohon Oma jangan membenci Abang."
"Tapi sayang...."
"Oma ... dengarkan kata Ais. kata guru ngaji Ais kita itu harus saling menyayangi dan nggak boleh saling membenci, jika Oma membenci orang lain berarti Oma temannya setan dong."
"Memangnya Oma mau berteman dengan setan? Iiih ... Ais nggak mau," lanjut Aisyah seraya bergidik jijik.
Mama Soraya mendengus mendengar suara Aisyah.
"Oma nggak benci, tapi Oma nggak suka sama Marshall."
"Sama saja Oma...."
"Baiklah, Oma nggak akan lagi membenci Marshall."
Aisyah tersenyum senang dan langsung memeluk Omanya sembari mencium pipi omanya sebanyak-banyaknya.
"Terima kasih Oma, Ais sayang Oma dan Oma berjanji biarkan Abang tinggal sama kita."
Mama Soraya mengangguk dan tersenyum manis, kemudian mengajak Aisyah untuk tidur.
______***_______
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍
Salam sayang dari othor 😘😘😘