Poor Child : AISYAH

Poor Child : AISYAH
Chapter 102


__ADS_3

Hana langsung di bawa pergi ke tempat yang sudah di persiapkan oleh bosnya. Hana terus berteriak meminta tolong, tapi sayang tak ada seorangpun yang dapat menolongnya.


"Siapa kalian, dan mau apa kalian dariku!" sentak Hana yang kini sudah berada di dalam mobil.


"Diam! pokoknya kamu harus ikut dengan kami, atau kamu akan tau akibatnya."


"Siapa yang menyuruh kalian!"


"Anda tidak perlu tau siapa bos kami. Kami disini hanya menjalankan tugas kami untuk membawa anda kepada bos kami."


Hana terdiam, melawan pun percuma. Hana pasrah dan hanya bisa berharap Aries segera menyelamatkannya. Tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya, kemudian Hana mengelus perutnya.


Ya Allah, cobaan apalagi ini. Siapa orang di balik ini semua. Ya Allah, semoga Aries menyelamatkan aku.


Saat sedang memikirkan nasibnya, Hana langsung di tutup matanya.


"Apa-apaan ini?"


"Diam! dan jangan banyak protes," ucapnya.


"Kalau anda tidak menuruti perkataan kami, anda akan tau akibatnya.


Mobil yang membawa Hana, kini tiba ditempat yang sudah di rencanakan oleh seseorang.


"Keluar," titahnya.


Hana nurut dan mengikutinya, sedangkan di dalam hatinya hana terus berdoa. Hana di giring ke sebuah gedung yang sudah di persiapkan oleh bosnya.


Salah satu dari ketiga orang yang menculik Hana langsung menelpon bosnya.


"Halo bos, kami sudah sampai," lapornya kepada bosnya.


"Baik bos, akan kami laksanakan sekarang juga," lanjutnya lagi.

__ADS_1


Ketiganya membawa Hana dan menuju seseorang yang sudah menanti kedatangan Hana. Bos mereka tersenyum melihat Hana datang dengan mata tertutup, walau dia yakini pasti akan terjadi sesuatu terhadap dirinya.


Hana di serahkan kepada bosnya yang sejak tadi menunggu Hana datang. Dengan gerakan matanya kepada anak buahnya, menyuruh membawa Hana ke dalam.


"Terima kasih kamu berhasil membawa Hana kesini. Nanti bayarannya aku transfer ke rekening kamu," ujarnya.


"Ya bos, sama-sama. Lagian kami semua akan selalu sigap membantu anda bos."


Bos mereka mengangguk dan menepuk pundak anak buahnya itu.


"Kalau begitu kamu boleh pergi," titah sang bos.


Bos mereka masuk dan membawa Hana ke sebuah ruang dengan senyum terus mengembang di bibirnya, dan kini Hana dan lelaki itu berhenti di depan pintu.


"Siapa kamu?" tanya Hana, walau hati kecilnya tengah di landa ketakutan.


Orang tersebut tidak menjawab pertanyaan Hana, tapi orang tersebut hanya tersenyum manis melihat Hana ketakutan. Ingin rasanya orang tersebut membawa tubuh Hana ke dalam dekapannya, tapi situasi belum mendukungnya.


Orang tersebut langsung membuka pintu besar dan membawa Hana masuk bersamanya.


Itu yang Hana rasakan, saat ini. Hana tidak tau sekarang dirinya tengah berada dimana. Dari belakang tubuhnya, kain penutup matanya di buka.


Hana langsung membuka matanya.


Gelap


Ya... Hana di bawa ke ruangan gelap. Tiba-tiba lampu lighting menyorot ke arah Hana.


Hana mengernyitkan dahinya saat melihat bayangan orang mendekatinya, hingga kini orang tersebut sudah berdiri di depannya dengan senyum seringainya.


Hana terdiam melihat siapa orang yang sudah berdiri di depannya. Rasa bingung dan jengkel menjadi satu melihat orang itu tersenyum terhadapnya.


Saat Hana akan berbicara, seketika lampu menyala satu persatu dan nampaklah orang-orang yang Hana kenal sambil berseru.

__ADS_1


"Surprise...."


Menggemalah lagu selamat ulang tahun dari semua orang yang sudah hadir di sana. Hana melihat ada kedua orang tuanya dan juga keluarga kecil kakaknya. Tidak ketinggalan Aisyah, Marshall dan juga kedua mertuanya.


Hana juga melihat mantan bosnya yang dulu yaitu ibu Muti pemilik toko roti Muti cake dan teman kerjanya di toko Muti cake.


Seketika Hana menitikkan air matanya, ini adalah momen yang tak di sangka oleh dirinya. Bahkan dirinya juga lupa akan ulang tahunnya.


Aries mengulurkan satu tangannya kepada Hana, dan Hana menyambut uluran tangan Aries. Aries lalu mencondongkan tubuhnya dan berkata.


"Selamat ulang tahun, istriku tercinta," bisik Aries dan mencium kening Hana. Setelah itu Aries mengajak Hana ke sebuah panggung yang sudah ada kue ulang tahun yang berukuran besar dengan angka tiga puluh.


***


Di tempat yang berbeda.


Seseorang tengah mencak-mencak kepada sahabatnya sekaligus rekan kerjanya. Siapa lagi kalau bukan pak Suroto yang kini tengah memelintir tangan Bejo. Sebab, karena ulahnya yang menyuruh anak buah Aries, pak Suroto harus pingsan karena mulutnya di bekap oleh kaos kaki bekas yang entah berapa bulan belum di cuci.


"Rasakan ini," ucap pak Suroto penuh kekesalan.


"Lepaskan aku dulu, Roto. Sakit tau tangan gue di plintir kaya gini," seru Bejo yang sedang meringis menahan sakit.


"Lagian kenapa harus pakai bekap-bekap segala!" ketus pak Suroto.


"Ya kan biar kaya di sinetron gitu, biar lebih menjiwai aktingnya."


"Alasan saja kamu."


___________***_________


Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga puasanya lancar dan nggak bolong.


Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍👍

__ADS_1


Salam sayang dari othor 😘😘


__ADS_2