
Seminggu sudah pernikahan Hana dan Aries. Kesibukan Hana semakin bertambah setelah menikah. Hana harus mengurus segala hal untuk Aries dan juga Aisyah.
Seperti pagi ini, Hana sudah sibuk dari dirinya bangun pagi. Hana harus membangunkan sang buah hatinya terlebih dulu, setelah itu menyiapkan seragam sekolahnya Aisyah. Selesai mengurus Aisyah, Hana juga harus membangunkan Aries dan menyiapkan segala kebutuhan Aries.
Hana membantu Aries mengenakan pakaian kantornya, dan memasangkan dasinya.
"Aku sangat bahagia, karena sekarang semua keperluan aku sudah ada yang mengurusnya. Terima kasih sayang, karena kamu aku nggak perlu mencari apa saja yang harus aku kenakan," ujar Aries.
"Iya, itu memang sudah menjadi tugasku," sahut Hana sembari memasangkan dasi.
"Ayo, kita sarapan. Ais pasti sudah menunggu di meja makan," ajak Hana seraya merapikan kembali pakaian Aries yang menurutnya sedikit tidak rapi.
"Ayo...."
Mereka pun melangkah ke luar kamar dan menuju meja makan di mana Aisyah tengah menunggunya bersama mama Soraya dan papa Erik.
"Selamat pagi semuanya," sapa Aries yang kini sudah berdiri di dekat Aisyah dan mencium kepala Aisyah.
"Pagi juga, ayah," sahut Aisyah yang tengah mengunyah makanannya.
Mereka semua sarapan bersama dan tak ada yang berbicara selama sarapan berlangsung.
"Hari ini Mama sama papa mau pergi ke Bandung, ada acara di rumah teman papa, mungkin Mama pulangnya besok," ucap Mama Soraya setelah menyelesaikan sarapannya.
" Iya, ma," jawab Hana.
"Cucu Oma yang cantik ini, mau di bawakan oleh-oleh apa?" sambung mama Soraya seraya tersenyum menatap wajah cantik Aisyah.
"Apa saja, Oma."
"Ayo ma kita berangkat," ucap papa Erik yang kini sudah berdiri dan akan mendekati Aisyah.
"Opa pergi dulu ya sayang." Sembari mencium pucuk kepala Aisyah.
"Iya, opa. Hati-hati di jalan," timpal Aisyah, begitupun Mama Soraya mencium Aisyah terlebih dahulu, setelah itu Mama Soraya dan papa Erik berangkat.
__ADS_1
"Sayang, nanti siang aku mau kamu membawa makan siang ke kantor," pungkas Aries yang kini sudah berdiri di samping Hana, sembari melingkarkan tangannya di pinggang Hana.
"Iya, Abay."
Mereka bertiga berjalan menuju Ke luar rumah. Pak Harto, sudah membukakan pintu mobil untuk Aries, sedangkan Bejo juga sudah standby di samping mobil dan siap mengantar Hana dan Aisyah ke sekolah.
"Aku berangkat dulu. Jangan lupa makan siangnya karena aku mau makan siang bersama kamu di kantor." Hana pun mengangguk dan Aries langsung mencium kening Hana dan mencium bibir Hana sebentar.
"Ais, ayah berangkat dulu ke kantor. Ais harus belajar yang benar di sekolah."
"Iya, ayah. Ais akan belajar dengan baik."
"Bagus, itu baru anak ayah yang cantik."
Aries pun mencium kening Aisyah dan mengelus kepala Aisyah dengan sayang, setelah itu Aries berangkat ke kantor.
"Ayo sayang, kita juga harus berangkat ke sekolah," ajak Hana kepada Aisyah.
***
Kini Hana dan Aisyah, sudah tiba di sekolah. Hana langsung membantu Aisyah mengenakan tasnya ke punggung Aisyah dan merapikan rambut Aisyah yang sedikit berantakan. Hana dan Aisyah pun turun dari mobil. Hana mengantar Aisyah sampai depan sekolah.
"Iya, sayang. Belajar yang baik ya," timpal Hana seraya mengelus rambut Aisyah dan mencium pucuk kepala Aisyah.
Aisyah pun langsung mengayunkan kakinya dan berjalan menuju kelasnya. Hana masih menatap punggung Aisyah sampai Aisyah tak terlihat oleh pandangannya, setelah itu Hana meninggalkan tempat tersebut.
"Tante Hana...." panggil Marshall, yang baru tiba di sekolah dan di antar oleh papanya, yaitu Doni.
"Eh, Marshall !" seru Hana dan tersenyum menatap Marshall.
Marshall langsung meraih tangan Hana dan mencium punggung tangan Hana.
"Ais mana?"
"Ais sudah masuk."
__ADS_1
Marshall mengangguk dan berbalik badan ke arah Doni dan mencium tangan Doni, setelah itu Marshall pun pamit dan meninggalkan Hana dan Doni.
Doni menatap wajah Hana dan tersenyum manis kepada Hana.
"Permisi, saya tinggal dulu," ujar Hana sopan.
"Eh! Tunggu sebentar. Kenapa buru-buru sekali. Bagaimana kalau kita ngopi dulu gitu, sambil menunggu anak-anak pulang sekolah."
"Maaf, aku nggak bisa. Aku masih ada urusan," tolak Hana halus.
"Oke, tapi lain waktu kita bisa dong ngobrol-ngobrol sambil ngopi di cafe."
"Saya nggak janji, permisi."
Hana langsung pergi dari hadapan Doni dan segera pulang, karena dirinya harus memasak makan siang untuk Aries.
"Tunggu!"
Doni segera mengejar Hana dan mencekal tangan Hana, membuat Hana harus menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Hana bingung.
"Boleh minta nomor handphone kamu," pinta Doni seraya mengeluarkan handphonenya dan siap mengetik nomor handphone Hana.
"Maaf, aku nggak bisa memberi nomor aku ke sembarang orang. Apa lagi kita tidak saling kenal."
"Maka dari itu, ayo kita saling berkenalan dan berbagi nomor handphone. Namaku Doni."
Doni sudah mengulurkan tangannya dengan senyuman manisnya. Hana menatap tangan Doni, dengan ragu Hana menyambut uluran tangan Doni.
"Hana," jawab Hana.
"Nomor kamu berapa?" tanya Doni.
"Maaf, aku nggak bisa memberi nomor handphone aku, permisi."
__ADS_1
Hana langsung meninggalkan Doni begitu saja dan segera masuk ke dalam mobil. Doni tersenyum smrik menatap punggung Hana.
"Sepertinya wanita itu susah di taklukkan. Aku suka wanita seperti itu," ujarnya dengan senyum seringainya.