
Setelah keduanya duduk, Weni segera memesan minuman juga. Kemudian mereka membahas kerjasama yang akan mereka lakukan. Dan disana mereka terlihat profesional tanpa mencampurkan dengan permasalahan pribadi apalagi soal hati.
Begitu mereka membuat persetujuan dan merasa sudah saling menguntungkan akhirnya mereka sepakat untuk segera melakukan kerjasama itu sesegera mungkin.
Demi mengulur waktu supaya bisa lebih lama bersama Yudi, Weni pun menawarkan makan siang terlebih dahulu.
"Kita makan siang sekalian aja ya Mas, karena memang uda waktunya jam makan siang." ajak Weni sambil melihat jam dipergelangan tangannya yang memang sudah menunjukkan jam 12.30 WIB.
"Tidak usah Mbak saya mau langsung permisi saja karena sudah ada pesanan masuk biar bisa langsung untuk dikemas." tolak Yudi dengan halus, karena memang dia merasa sungkan seharusnya dia yang menawarkan terlebih dahulu tentang makan siang tetapi justru Weni yang menawarinya.
"Kerja juga butuh makan Mas hehe." jawab Weni singkat, kemudian dia segera memanggil pelayan untuk mencatat menu yang akan mereka pesan, tanpa mempedulikan penolakan dari Yudi.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka pun mengobrol tentang kehidupan mereka masing-masing. Tapi tidak terlalu jauh, hanya sekedar bertanya tentang alamat rumah dan sebagainya. Dan Weni juga tidak menanyakan tentang status Yudi, karena dia berpikir Yudi masih single.
Setelah beberapa saat pesanan mereka pun datang, dan segera mereka menikmati makan siang pertama mereka secara bersama. Dan mereka makan dengan hening.
Sebagai seorang pria dewasa, Yudi sangat tertarik kepada Weni. Bagaimana tidak, dia wanita yang sudah mapan, cantik, pintar mencari uang dan sangat bisa menempatkan dirinya. Begitupun Weni, dia merasa cocok dengan Yudi. Selain memang karena tampan, Yudi juga pekerja keras dan sangat bisa memperlakukan wanita dengan baik.
__ADS_1
30 menit berlalu, mereka sudah menyelesaikan makan siang mereka. Dan mereka masih betah untuk mengobrol sebentar.
"Mas Yudi tadi naik apa kesini? Mau sekalian bareng saya?" tawar Weni.
"Saya naik motor Mbak. Trima kasih banyak atas tawarannya, tapi nanti gimana donk motor saya hehe." jawab Yudi sambil bercanda, biar Weni tidak merasa ditolak karena sudah berbuat baik.
Setelah dirasa cukup ,akhirnya mereka saling berpamitan dan mengendarai kendaraan masing-masing menuju ke rumah.
Di dalam perjalanan.
"Apa Mbak Weni naksir sama aku ya?" tanya Yudi pada dirinya sendiri.
"Tapi kalau gak naksir kenapa tadi tanya-tanya masalah pribadi ya? Tapi siapa juga yang gak naksir dia, uda cantik, pinter, baik dan sip pokoknya lah."
"Eh kan karena Mbak Weni belum tahu kalau aku duda punya anak uda gede lagi, coba kalau tahu pasti mundur dia hahaha." Yudi terus mengingat-ingat pertemuannya dengan Weni tadi.
"Ahh mikirin apa sih aku ini! Yang penting sekarang itu fokus kerja, kerja dan kerja!" seru Yudi dengan segera menambah kecepatan motornya.
__ADS_1
Begitu pun dengan Weni di dalam mobil, dia juga sama hal nya terus mengingat-ingat tentang pertemuannya dengan Yudi.
"Kayaknya Mas Yudi belum punya pacar deh, buktinya tadi kita pergi lama juga gak ada yang nyariin." tebak Weni.
Karena memang Weni membuat pertemuan tadi cukup lama, salah satunya untuk melihat apakah Yudi dicari entah pacar atau istrinya ketika sedang diluar rumah.
Tetapi memang ternyata terbukti bahwa Yudi tidak ada yang mencarinya.
"Ahh brarti aku akan lebih keras lagi usahaku buat deketin Mas Yudi!" seru Weni senang.
Sampai akhirnya keduanya pun tiba di rumah masing-masing.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak dikarya kedua ku 👇
__ADS_1
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏