
Setelah mempersilahkan Yudi untuk masuk dan duduk mereka pun menyediakan beberapa makanan dan minuman sesuai dengan jumlah orang yang ada di ruang tamu tersebut.
Sekedar berbasa-basi mereka mengobrol santai sambil sesekali tertawa dan terlihat sekali seperti tidak ada beban atau permasalahan sama sekali yang mereka hadapi.
Disela-sela mereka mengobrol, Iin datang karena dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya akhirnya dia bisa ikut menyusul ke rumah ibunya. Dia memilih duduk disebelah ibunya, tidak disebelah Yudi.
Setelah dirasa cukup untuk berbasa-basi akhirnya Yudi pun berdehem untuk mengutarakan maksud dan tujuannya dia datang ke rumah itu.
"Ekheemm..."
"Sebelumnya terima kasih untuk ibu, paklek, bulek dan semua saudara yang ada disini karena masih mau untuk sekedar menemui saya..." sebelum melanjutkan Yudi menghela nafas pelan.
"Dan saya juga minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan yang sudah saya lakukan sehingga membuat keluarga besar ini malu..." dengan suara yang sedikit bergetar menahan tangis Yudi tetap melanjutkan meminta maaf atas semua kesalahannya.
__ADS_1
Semua orang yang ada disana pun hanya mampu diam menunggu apa yang akan diucapkan kembali oleh Yudi.
"Saya juga minta maaf sama ibu karena tidak bisa menghidupi anak ibu dengan baik, sehingga dia merasa kekurangan dan memilih jalan untuk berpisah. Saya ikhlas menerima ini semua karena memang ini adalah konsekuensi yang harus saya terima..."
"Saya titip Aldi untuk bisa dididik dan dibesarkan disini, karena jujur saya saat ini masih belum mampu untuk sekedar menghidupinya karena memang saya belum mempunyai penghasilan apa-apa..."
"Jika suatu saat nanti saya sudah bisa dan sanggup saya akan bantu membiayai semua kebutuhan Aldi. Tapi saya minta jangan pisahkan kami, tetap ijinkan kami bertemu kapanpun dan dimanapun." ungkap Yudi panjang lebar, dan dia juga mengutarakan apa yang ada dihatinya.
Akhirnya sang ibu pun membuka suara setelah hening beberapa saat.
"Jujur saja le, kami kecewa atas apa yang sudah kamu lakukan di kota M kemarin itu, tetapi kami juga prihatin atas apa yang terjadi sama kamu. Intinya kami memaafkan kesalahan kamu, karena itu semua sudah menjadi takdir dariNya kita tidak bisa melawan. Harapan kami biar itu semua menjadi pelajaran kedepannya untukmu..."
Yudi hanya menganggukan kepalanya mendengar setiap ucapan dari sang mantan mertua.
__ADS_1
"Kami juga minta maaf atas tindakan Iin yang sudah menceraikan kamu, karena bagaimanapun yang menjalani kehidupan rumah tangga Iin jadi kami kembalikan semua keputusan sama Iin.." lanjut ibunya Iin sambil menoleh ke Iin yang saat itu duduk disebelahnya.
"Untuk masalah Aldi kamu gak usah khawatir, kami semua disini sayang sama Aldi jadi kamu gak usah takut gak mungkin Aldi sampai kekurangan. Dan kamu bisa kapan aja bertemu dengannya kami tidak akan menghalangi. Karena apapun yang terjadi kamu tetap ayahnya Aldi meskipun nanti Iin akan menikah lagi atau tidak.." ungkap ibunya Iin.
Yudi pun merasa sangat lega, dibalik semua masalah yang terjadi tetap masih diberi jalan keluar melalui orang-orang yang sayang sama dia.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak
Like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1