
Setelah menerima telpon dari suaminya tersebut, Iin segera kerumah Ibu nya yang tidak jauh dari rumahnya. Kebetulan disana sedang berkumpul keluarga besar Iin.
Dengan tergesa Iin masuk ke rumah, jelas saja orang-orang yang ada diruang tamu seketika kaget dengan kedatangan Iin yang mendadak dan tergesa-gesa itu.
"Kenapa sih mbak kog tiba-tiba datang lari-lari gitu, sampe kaget semua?" tanya Sari sambil mengelus dadanya karena kaget dengan kedatangan Iin.
Iin yang masih terengah-engah setelah lari, cuma diam saja tidak menjawab pertanyaan Sari. Dengan segera mendekati Ibu nya yang duduk tidak jauh dari Sari.
"Woo ditanya kog malah diem aja, gak dilihat sama sekali." gerutu Sari, yang hanya mendapat lirikan dari Iin.
"Bu, Mas Yudi sudah bikin malu kita!" kata Iin kepada Ibunya ketika sudah ada didepan Ibunya.
"Sebentar tow, kamu itu ngomong apa? Kalau ngomong mbok ya yang jelas, kog tiba-tiba ngomong kalau Yudi bikin malu!" kata Ibunya Iin.
"Barusan Mas Yudi telpon, kalau sekarang di kota M dia sedang dikantor polisi, ditahan Bu, dipenjara!" kata Iin dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
"Beneran itu? Nanti kamu ternyata cuma dibohongi, kalau istilahnya sekarang di perank itu lho." tanya Ibunya Iin tidak percaya karena memang Yudi merupakan menantu yang baik dimatanya.
"Prank Bu prank, bukan perank!" kata Sari membenarkan ucapan ibunya.
"Iya wes itu sama aja kan." kata Ibunya tidak mau kalah.
"Halah dibilangi kog ngeyel!" gerutu Sari.
"Kamu bisa diam dulu gak Sar? Mbak masih bahas penting ini!" kata Iin sedikit sewot, karena memang dia tidak terlalu suka dengan Sari karena hanya Sari yang mengetahui hubungan Iin dengan Ari dan berusaha memisahkan mereka.
"Sudah-sudah kog kalian malah berantem sih." lerai Ibu mereka.
Akhirnya Sari masuk ke dalam, tapi dia tetap menguping pembicaraan keluarganya.
"Sudah sekarang ceritakan semuanya." kata Ibu Iin ingin tahu masalah yang sedang menimpa menantunya itu.
__ADS_1
"Barusan Mas Yudi telpon kalau sekarang ditahan dikantor polisi di kota M. Trus aku disuruh datang kesana untuk dimintai keterangan dan sebagai penjamin. Tapi aku gak mau Bu, aku kan gak tahu apa-apa aku takut kalau nanti aku dibawa-bawa. Trus kenapa juga kog aku yang dihubungi." kata Iin dengan mata berkaca-kaca.
"Ya jangan gitu Iin, coba aja kamu datang kesana siapa tahu gak seperti apa yang kamu pikirkan. Kan kamu istrinya ya jelas kamu yang dihubungi tow." kata Ibu Iin mencoba memberi pengertian kepada anaknya.
"Gak mau Bu, aku takut. Biar dia yang bertanggung jawab kan dia yang berbuat." jawab Iin tetap keras kepala tidak mau tahu dengan keadaan suaminya.
Sari yang menguping dari dalam seketika kaget, mendengar kakak iparnya terkena masalah di kota M.
Dan Sari tidak habis pikir dengan kakaknya sendiri, kog bisa-bisanya suami lagi ada masalah tapi malah gak mau tahu.
Dan Sari sudah memiliki firasat bahwa Iin akan menggunakan kesempatan ini untuk menggugat cerai suaminya dengan alasan tidak bisa memberi nafkah lahir dan batin, karena saat ini Yudi sedang berada di tahanan.
...****************...
Sudah 4 bab kak 🙂
__ADS_1
Mohon hadiah dan dukungannya ya kak 🙏