Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 67


__ADS_3

Di dalam kamar pun Aldi terus-terusan menangis dalam diamnya. Jujur saja kalau untuk memilih salah satu diantara kedua orang tuanya, dia tidak sanggup. Karena dia menyayangi keduanya terlepas dari semua yang sudah mereka lakukan.


Tidak berbeda dengan Iin, dia di dalam kamar pun melakukan hal yang sama. Dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa hidupnya ke depan apabila Aldi tidak mau memaafkannya atau bahkan pergi meninggalkannya. Karena Iin sangat menyayangi Aldi.


Sampai pesan dan panggilan dari Ari pun dia abaikan seharian. Iin tidak mau Ari ikut masuk dulu dengan permasalahan ini. Biar Iin selesaikan dulu, sehingga kedepannya tidak semakin menimbulkan masalah, pikirnya.


...****************...


Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda. Ari pun heran karena tidak biasanya Iin sampai mengabaikan pesan dan panggilan darinya. Bahkan dari pagi dia mengirim pesan tidak ada satu pun yang dibaca bahkan dibalas oleh kekasihnya itu.


Ari pun berpikiran bahwa mungkin Iin sedang ada masalah.


"Ada apa ya kog tumben sampai mengabaikan pesanku? Apa ada masalah? Harusnya kan hari ini Aldi sudah pulang dari rumah sakit? Apa ada kendala?" pikir Ari bermonolog sendiri.


"Apa aku ke rumahnya aja ya? Aku cuma pengen tahu aja sebenarnya dia kenapa!" lanjut Ari.

__ADS_1


Bukannya Ari tidak berani datang langsung ke rumah Iin, tapi karena status Iin yang sekarang janda belum banyak orang yang tahu. Ari takut nanti dia dituduh mendekati Iin karena suaminya tidak ada dirumah.


Akhirnya Ari hanya bisa menunggu saja, kapan Iin akan segera menghubunginya.


...****************...


Setelah cukup lama Aldi berdiam diri di dalam kamar untuk menenangkan diri, akhirnya dia keluar kamar setelah membersihkan diri.


Dan Iin yang sedang berada di dapur menyiapkan makanan, seketika langsung tersenyum mendengar pintu kamar Aldi terbuka dan terlihat Aldi yang keluar sudah sedikit tenang.


"Bun, maafkan Aldi ya yang gak bisa mengerti bunda. Aldi gak tahu kalau bunda akhir-akhir ini merasa tertekan dengan itu semua. Aldi egois karena hanya memikirkan diri sendiri. Aldi gak mau tahu bagaimana kerja kerasnya bunda selama ini. Kalau semua yang bunda lakukan bisa membuat bunda bahagia Aldi akan ijinkan. Tapi kalau untuk menikah lagi, mungkin Aldi masih butuh waktu bun..." ungkap Aldi panjang lebar.


Iin hanya diam dan terus mendengarkan saja.


"Tapi bagaimanapun dan apapun yang terjadi Aldi minta, jangan jauhkan Aldi dengan ayah. Karena ayah Aldi hanya Yudi bukan yang lain bun." lanjut Aldi dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Terima kasih sayang kamu mau ngertiin bunda. Bunda janji gak bakal bikin kamu kecewa lagi. Kalau untuk masalah menikah lagi itu masih panjang Al, bunda juga mau menata hati dulu..."


"Aldi tenang aja ayah Aldi tetap Yudi selamanya tetap ayah Yudi dan gak akan bisa tergantikan. Dan kalau bunda menikah lagi pun bunda cuma minta Aldi tetap akan menghormatinya seperti Aldi menghormati ayah Yudi." kata Iin dengan sesenggukan, karena akhirnya dia bisa kembali ngobrol dari hati ke hati dengan anaknya.


Akhirnya anak dan ibu itu pun berpelukan, saling menyalurkan perasaan sayang yang tak akan tergantikan.


"Ya sudah ayo sekarang kita makan, nanti keburu dingin makanannya. Bunda uda masakin kesukaan kamu." kata Iin sambil tersenyum dan mengajak Aldi untuk duduk.


Aldi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala menerima semua perlakuan ibunya dengan bahagia.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mau tamat ini 😭

__ADS_1


__ADS_2