
Setelah keduanya duduk, Aldi membuka pembicaraan.
"Ayah gimana kabarnya? Aku kangen banget sama ayah!" dengan bergelanyut manja di lengan suaminya, sikap yang selama ini dilakukan oleh Aldi.
"Ayah baik aja. Iya sama ayah juga kangen sama Aldi. Sehat semua kan?" jawab Yudi.
"Sehat semua yah.."
Keduanya pun asyik berbincang dan bercanda tawa untuk melepas kangen mereka.
Sementara di dapur, sambil menunggu menyiapkan makan dan minum untuk Yudi, Iin secara diam-diam mengirim pesan kepada Sari dan Ari. Memberitahukan kepada mereka bahwa Yudi sudah bebas dan sekarang sedang berada di rumahnya.
Iin dan Ari pun sampai sekarang memang belum menikah, tetapi mereka tetap masih menjalani hubungan itu. Karena memang Iin belum mau dinikahi dulu sebelum urusannya dengan Yudi selesai dan Yudi tahu bahwa mereka sudah bercerai.
Setelah beberapa saat akhirnya Iin keluar dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan. Dia meletakkannya di meja di depan mantan suaminya itu.
"Diminum mas!" suruhnya.
__ADS_1
"Iya trima kasih." dengan segera Yudi mengambil gelas itu dan meminum isinya hingga hampir setengahnya.
"Lebih baik mas mandi dulu, makan trus istirahat aja. Nanti kita masih bisa lanjutkan lagi ngobrolnya." suruh Iin.
Yudi pun menurut dengan Iin. Dengan segera dia masuk ke kamar yang selama ini dia dan Iin pakai.
Setelah menyelesaikan semuanya, Yudi pun menghampiri kedua orang kesayangannya yang berada diruang keluarga. Dimana mereka sedang asyik menonton televisi dengan sesekali diiringi canda tawa.
Melihat Yudi yang menghampiri keduanya, akhirnya Iin dan Aldi pun memberi ruang kepada Yudi untuk bergabung dengan mereka.
Setelah beberapa saat mengobrol ringan, akhirnya Iin mematikan televisi. Aldi yang tahu bahwa Ibunya akan berbicara hal yang serius pun dengan segera pamit untuk ke kamar dengan alasan ada pekerjaan rumah yang belum dia selesaikan.
"Maaf mas aku mau ngomong sesuatu yang penting." kata Iin dengan serius. Dia berpikir harus segera memberitahu hubungan keduanya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan segera Iin berjalan menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu disana.
Setelah kembali dia langsung menyerahkan kepada Yudi.
__ADS_1
"Apa ini dek?" Yudi menerimanya dengan mengerutkan dahi karena memang dia tidak tahu apa maksud dari istrinya itu.
"Mas lihat sendiri aja." ucap Iin meyakinkan.
Dengan segera Yudi membuka amplop coklat yang didalamnya ada sesuatu hal yang akan membuat status pernikahannya berubah dengan seketika.
Yudi membaca dengan pelan, dan berkali-kali mencoba untuk memahaminya. Dia tidak mau gegabah mengambil kesimpulan dengan apa yang dia pikirkan saat ini. Dia berharap apa yang ada dipikirannya saat ini semuanya bohong. Dia berusaha menghilangkan apa yang ada dipikirannya saat ini. Dia berharap apa yang dia pikirkan saat ini tidak pernah terjadi sampai kapanpun.
Tetapi setelah cukup lama dia mencerna, dan tidak ada yang berubah dari hasil itu. Hasil itu menunjukkan bahwa dia sudah bukan lagi istri seorang Iin. Dan dia sekarang hanya ayah dari seorang Aldi saja.
Sebelum mengeluarkan suara, Yudi banyak menghela nafas pelan. Dia berpikir ada apa lagi ini? Cobaan apalagi ini? Haruskah datang disaat seharusnya dia bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga lagi?
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Jangan lupa vote
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya 🙏