Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 40


__ADS_3

Sesuai dengan tebakan Yudi kemarin, keesokan harinya Hari dan Anita memang keluar kota untuk menjenguk keluarga anak-anaknya untuk beberapa hari.


Mereka yang semula mempercaya Yudi untuk diberi kepercayaan kunci rumah, akhirnya dengan terpksa mulai luntur kepercayaan itu.


Seperti biasa sebelum berangkat mereka memanggil Yudi untuk datang ke rumahnya. Yudi yang sebenarnya sudah mengintai dari kamar kost nya memang sudah bersiap-siap. Karena kost Yudi dan rumah Hari memang berhadapan.


Hari sudah biasa memanggil Yudi cuma dari depan rumahnya saja.


"Yuudd... sini dulu." teriak Hari.


"Iya pak sebentar." jawab Yudi sambil pura-pura sedikit menyibukkan diri.


Setelah beberapa saat kemudian.


"Ini, biasa ya saya titip kunci. Jangan sampai ada kucing masuk hehe." kata Hari dengan sedikit memberi penekanan dengan kata-katanya. Dan secara tidak langsung pun menyindir Yudi yang menjadi kucingnya. Sambil menyerahkan kunci kepada Yudi.


"maksudku ya kamu itu lho kucingnya, kucing garong" batin Hari dengan agak kesal.

__ADS_1


"Siap bos, tenang aja semua aman." jawab Yudi sambil bercanda dengan memberi hormat.


"asem, nuduh aku kucing donk kan aku yang sering masuk" batin Yudi dengan agak mengerutkan keningnya.


"Ya sudah kalau begitu kita berangkat dulu ya." kata Hari dan Anita sambil masuk ke dalam mobil mereka.


Tidak berapa lama lagi akhirnya kuda besi tersebut berjalan membelah jalanan.


Ketika Yudi akan langsung menjalankan aksinya, ternyata banyak ibu-ibu disekitar rumah keluar untuk berbelanja di depan gang. Akhirnya Yudi mengurungkan niatnya, dan berencana akan melakukan nanti malam.


...****************...


Dia ingin suatu saat nanti rumah tangga Iin dan Yudi hancur. Dan memang itu yang menjadi tujuannya untuk memiliki Iin sepenuhnya.


Ketika rumah Iin sedang sepi, karena Aldi menginap dirumah neneknya, seperti biasa Ari datang berkunjung. Dan karena memang waktu itu hujan deras jadi keadaan semakin mendukung untuk mereka merengkuh kenikmatan.


Iin sudah duduk dipangkuan Ari sambil bermain game di ponselnya. Dan Ari membiarkan itu karena tangan Ari pun sudah bergerilya untuk menjamah hampir seluruh bagian tubuh Iin.

__ADS_1


Iin yang merasa geli dengan setiap sentuhan yang diberikan Ari pun secara tidak sadar meliuk-liukkan pantatnya sehingga mengenai alat tempur Ari yang sudah sedikit menegang. Sambil terus fokus dengan game nya.


Ari yang merasakan alat tempurnya bergesekan dengan milik Iin, meskipun masih terhalang kain sedikit mengeluarkan *******.


Akhirnya Ari yang sudah tidak tahan dengan segera mengendong Iin dan menurunkan di sofa yang saat ini mereka duduki.


Dengan segera mereka melucuti semua pakaian yang mereka kenakan, dan memulai pergulatan panas mereka di sofa tersebut.


Meskipun dengan sedikit kesusahan karena tidak seluas kalau di ranjang. Dan mereka memilih melakukan di sofa saja karena apabila ada tamu atau orang yang datang bisa segera tahu. Meskipun pintu sudah dikunci, karena hujan deras diluar tapi tetap saja tidak akan mendengar kalau mereka berada di dalam kamar.


Dan ditengah-tengah hujan deras yang cukup membuat orang merasakan dingin itu, tidak berlaku untuk kedua insan yang sedang dimabuk cinta diatas sofa tersebut.


Hanya ******* dan erangan yang terdengar nyaring didalam ruangan itu mengalahkan suara hujan deras diluar sana.


...****************...


Uuhh.. makin basah deh, soalnya hujan jadi basah kan hehe

__ADS_1


Jangan lupa hadiahnya kak 🙏


Uda 4 bab ni 🙂


__ADS_2