
Yanuar yang melihat Linda termenung didekat jendela, dengan segera bangkit dari tidurnya dan berjalan menghampiri Linda.
Dia memeluk Linda dari belakang dan menempelkan kepalanya di bahu Linda. Linda yang kaget dengan perlakuan Yanuar itu pun dengan segera menoleh ke samping dimana wajah Yanuar yang terlihat disana.
"Mikirin apa sih yank? Kan kita uda nyampe harusnya seneng donk, kog malah kayaknya sedih gitu?" tanya Yanuar dengan masih setia memeluk istrinya dari belakang dan sedikit bermain-main dengan leher Linda.
"Gak sedih, lagi kangen aja sama baby yank. Masa kita seneng-seneng sendiri tanpa baby." kata Linda yang tentu saja berbohong, dan menggunakan anaknya untuk membuat alasan. Dia juga sedikit menggeliat karena merasa geli dengan apa yang dilakukan Yanuar.
Dengan segera Yanuar membalikkan tubuh Linda agar menghadapnya.
"Sstt.. jangan mikir gitu. Kan baby juga lagi liburan sama utinya disana yank. Nah sekarang waktunya kita bikin baby lagi meskipun gak pernah jadi gak masalah buat aku yang penting kita bikin aja terus. Aku malah seneng banget." kata Yanuar menggoda Linda dengan meraba seluruh tubuh Linda. Dan tentu saja untuk mengalihkan perhatian Linda atas pikirannya itu.
Linda merasa Yanuar ada benarnya juga. Linda mengambil kesimpulan bahwa mungkin saat ini Yudi sudah bahagia. Mungkin sudah keluar dari penjara. Mungkin sudah bersatu dengan istri dan anaknya. Dan bahkan mungkin istrinya hamil lagi dan mungkin akan segera melahirkan.
Tetapi tanpa Linda ketahui, bahwa apa yang dia pikirkan itu semuanya salah. Justru kehidupan rumah tangga Yudi hancur. Seorang istri yang harusnya selalu ada buat dia dalam keadaan apapun, justru malah pergi saat dia terpuruk dan membutuhkan seseorang disampingnya
Linda pun tersenyum dihadapan Yanuar dan mencoba berdamai dengan hatinya. Dia berjanji tidak akan mengingat tentang Yudi lagi. Biarlah kejadian-kejadian kemarin hanya menjadi kenangan saja dan tidak akan pernah terulang kembali.
__ADS_1
Akhirnya Linda mengikuti apa keinginan Yanuar, dia mulai memberikan apa yang Yanuar mau. Karena memang itu tujuan mereka berlibur.
Mereka pun menikmati honeymoon kedua mereka dengan perasaan yang sama. Yaitu perasaan yang penuh cinta. Dan perasaan yang merasa dicintai dan mencintai.
...****************...
Yudi pun menghubungi kedua orang tuanya. Karena hanya mereka yang bisa dihubungi. Tidak mungkin juga Yudi akan menghubungi Linda.
Tanpa menunggu lama panggilan pun segera tersambung dan ayah Yudi segera menerima panggilan itu.
"Halo pak sehat? Ibu juga sehat kan?" tanya Yudi begitu terdengar suara ayahnya dari seberang.
"Sehat kabeh le. Kamu sehat juga tow?"
"Sehat pak, sehat banget." bohong Yudi karena dia tidak mau membuat ayah dan ibunya kepikiran.
"Ow ya pak Aldi sehat juga kan? Bapak ditelpon gak sama bundanya Aldi? Kog kayaknya perasaanku gak enak dari kemarin." jujur Yudi yang menyampaikan kegundahannya dari kemarin.
__ADS_1
Deg.!
Mendengar itu ayah Yudi bingung untuk menjawab bagaimana. Kalau berkata jujur dia tidak mau Yudi malah semakin terbebani pikirannya, karena keadaan Yudi saat ini yang berada di lapas.
Tetapi kalau tidak jujur, dia kasihan juga dengan Aldi yang sebenarnya kangen dengan ayahnya. Tetapi belum mengetahui cerita sesungguhnya tentang ayahnya.
"Sehat, sehat kabeh le. Anak istrimu sehat semua!" akhirnya jawaban itu yang keluar dari mulut ayah Yudi. Sambil menahan tangis ketika berbicara seperti itu.
"Ya sudah kalau gitu pak, tenang aku jadinya. Ya wes pak gitu aja ya, ini yang antri telpon sudah banyak." akhirnya Yudi pun mengakhiri panggilan itu karena sudah mendengar kabar bahwa semua keluarganya baik-baik saja. Tanpa dia tahu yang sebenarnya terjadi.
...****************...
Masih semangat kak 💪
Tinggalkan jejak 🙂
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1